JAKARTA — Panggung kompetisi pelajar paling bergengsi di ekosistem Free Fire kembali memanas. Sebanyak 12 tim sekolah akhirnya memastikan langkah ke babak puncak Grand Finals GYC 2025, yang akan digelar pada 29 November 2025 di Jakarta. Mereka datang dari berbagai provinsi, membawa semangat rivalitas baru yang makin menegaskan kuatnya kultur esports di kalangan pelajar.
Tim-tim yang lolos ini mewakili ragam latar sekolah, dari barisan SMA hingga SMK, dan masing-masing membawa gaya bermain yang unik. Mereka adalah: SMAN 1 Soppeng, SMAN 5 Ambon, SMKN 2 Palangka Raya, SMK Revany Indra Putra, SMK Almabrur Banjarnegara, SMAN 1 Binjai, SMK Darma Siswa, SMAN 1 Grati Pasuruan, SMKN P 1 Sukaraja, SMAN 1 Cikande, SMAN 1 Rengasdengklok, dan SMK Perguruan Cikini 3.
Grand Finals ini bukan sekadar turnamen, tetapi juga ruang unjuk kemampuan generasi muda yang kini menjadikan esports sebagai arena kompetisi serius. Free Fire menyiarkan pertarungan ini secara langsung melalui FF Esports ID, Free Fire ID, dan FF Community ID, menjadikannya tontonan nasional yang diperkirakan menarik ratusan ribu penonton daring.
Gelaran GYC selama ini dikenal sebagai wadah lahirnya talenta baru. Dengan maraknya klub esports profesional yang mengincar bakat-bakat muda, panggung Grand Finals menempatkan para pemain ini pada sorotan yang lebih luas. Satu kemenangan bisa mengubah jalur karier mereka selamanya.
Di sisi lain, maraknya turnamen pelajar seperti GYC juga menunjukkan bagaimana dunia pendidikan mulai mengakui esports sebagai aktivitas yang tidak lagi dipandang sebelah mata. Disiplin, strategi, dan kerja tim menjadi nilai penting yang kerap disuarakan para pelatih dan guru pendamping.
Pada babak final nanti, benturan gaya bermain antarwilayah diprediksi berlangsung sengit. Tim-tim asal Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga Indonesia Timur datang dengan reputasi dan tekanan masing-masing. Format laga yang menuntut konsistensi bakal menguji mental para pemain muda tersebut.
Pada akhirnya, Grand Finals GYC 2025 bukan sekadar soal siapa yang juara. Ia menjadi gambaran sebuah musim panjang ambisi, latihan, dan mimpi para pelajar di seluruh Indonesia—yang kini melihat esports sebagai jalan masa depan.(fyo)









