KERINCI — Harapan panjang masyarakat Kerinci untuk memiliki rumah sakit baru akhirnya berada di jalur nyata. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, untuk membangun 66 rumah sakit baru di seluruh Indonesia pada 2026, dan Kerinci menjadi salah satu yang masuk daftar prioritas.
Instruksi itu disampaikan Presiden usai meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates–Indonesia di Surakarta, Rabu (19/11/2025). Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa pembangunan rumah sakit baru tidak boleh sekadar menambah bangunan, tetapi harus menghadirkan layanan yang mampu bersaing dengan standar internasional.
Standar Tinggi, Layanan Harus Kelas Satu
Presiden Prabowo meminta agar kualitas rumah sakit baru minimal setara dengan fasilitas kesehatan modern seperti RS Kardiologi Emirates–Indonesia. Artinya, rumah sakit daerah—termasuk Kerinci—dituntut memiliki fasilitas lengkap, ruang perawatan memadai, dan teknologi medis terbaru.
Bukan hanya bangunan. Presiden menegaskan aspek yang lebih penting: ketersediaan tenaga kesehatan berkualitas.
“Kita perlu dokter, perawat, dan tenaga medis yang cukup dan terlatih. Karena itu kapasitas pendidikan kedokteran dan keperawatan harus diperluas, beasiswa diperbanyak, dan fasilitas pendidikannya ditingkatkan,” kata Presiden.
Instruksi ini membuka peluang besar bagi putra-putri daerah untuk mendapat akses pendidikan medis yang lebih luas sekaligus memperkuat layanan kesehatan di tanah air.
Kabar yang Ditunggu Warga Kerinci
Bagi masyarakat Kerinci, kabar ini disambut antusias. Selama bertahun-tahun, kebutuhan akan fasilitas rumah sakit representatif menjadi perhatian utama di daerah bertopografi pegunungan ini. Banyak warga harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu.
Dengan masuknya Kerinci dalam program pembangunan RS nasional, masyarakat berharap 2026 menjadi titik balik pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Pembangunan rumah sakit baru di Kerinci bukan hanya soal infrastruktur kesehatan, tapi juga peningkatan kualitas hidup, keselamatan pasien, dan pemerataan layanan kesehatan nasional.
Jika semua berjalan sesuai rencana, 2026 akan menjadi tahun bersejarah bagi masyarakat Kerinci: tahun ketika mimpi panjang mereka untuk memiliki rumah sakit baru akhirnya benar-benar diwujudkan.(fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









