Biaya Operasi Amandel Anak 2026 Terbaru, Bisa Gratis Pakai BPJS!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Biaya operasi amandel atau tonsilektomi pada anak di Indonesia tahun 2026 menjadi perhatian banyak orang tua karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesiapan finansial. Berdasarkan berbagai sumber medis, biaya tindakan ini berada di kisaran Rp3,7 juta hingga lebih dari Rp20 juta. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh fasilitas rumah sakit, metode operasi, hingga kelas kamar rawat inap yang dipilih pasien.

Kabar baiknya, operasi amandel dapat ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan apabila dilakukan atas indikasi medis dari dokter. Artinya, jika anak memang membutuhkan tindakan ini secara medis, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya besar selama mengikuti prosedur rujukan yang berlaku.

Untuk rumah sakit swasta di wilayah Jabodetabek, rincian biaya cukup bervariasi. RS Ananda Bekasi menawarkan harga mulai Rp5.694.500, sementara Mayapada Hospital Bogor mematok tarif mulai Rp9.870.000. RS Permata Depok berada di kisaran Rp10.145.260, sedangkan RS Khusus THT-Bedah KL Proklamasi sekitar Rp12.805.000. RS Hermina Pekanbaru juga menawarkan layanan serupa mulai Rp12.419.000.

Biaya yang lebih tinggi terlihat di fasilitas premium seperti MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang memulai tarif dari Rp14.500.000, serta Siloam Hospitals Kebon Jeruk yang dapat mencapai Rp20.000.000. Harga tersebut umumnya mencerminkan fasilitas modern, teknologi operasi terbaru, serta layanan rawat inap yang lebih nyaman.

Baca Juga :  Kariati Butuh Kita ! Hidup Sebatang Kara, Bertahun Berjuang Lawan Gagal Ginjal 

Selain itu, beberapa rumah sakit juga menyediakan paket khusus dengan harga lebih terjangkau. RSU Mardi Lestari menawarkan paket mulai Rp6 juta, sementara RS Tria Dipa menyediakan paket sekitar Rp12.999.000. Paket ini biasanya sudah termasuk tindakan operasi, jasa dokter, serta biaya rawat inap standar.

Komponen biaya operasi amandel sendiri umumnya meliputi honor dokter spesialis THT, biaya penggunaan ruang operasi, anestesi, serta perawatan pasca operasi. Namun, biaya tambahan bisa muncul tergantung kondisi pasien, seperti kebutuhan obat tambahan atau lama rawat inap yang lebih panjang.

Para orang tua disarankan untuk menyiapkan dana cadangan sekitar 20 hingga 30 persen dari estimasi biaya awal guna mengantisipasi pengeluaran tak terduga. Konsultasi dengan dokter spesialis juga menjadi langkah penting untuk memastikan apakah operasi benar-benar diperlukan atau masih bisa ditangani dengan metode lain.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Perjelas Proses CSR PetroChina untuk Pembangunan Gedung Operasi RSJD H.M. Syukur

Dengan perencanaan yang matang dan informasi yang tepat, biaya operasi amandel tidak perlu menjadi beban yang berat. Baik melalui jalur mandiri maupun BPJS, yang terpenting adalah memastikan anak mendapatkan penanganan medis terbaik sesuai kebutuhan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apakah operasi amandel anak wajib dilakukan?

Tidak selalu. Operasi hanya dilakukan jika ada indikasi medis seperti infeksi berulang atau gangguan pernapasan.

2. Apakah BPJS benar-benar menanggung biaya operasi amandel?

Ya, selama ada rujukan dan indikasi medis yang jelas dari dokter.

3. Berapa lama rawat inap setelah tonsilektomi?

Umumnya 1–3 hari tergantung kondisi pasien.

4. Apakah biaya bisa lebih mahal dari estimasi?

Bisa, terutama jika ada komplikasi atau kebutuhan tambahan selama perawatan.

5. Metode apa yang mempengaruhi biaya operasi?

Metode modern seperti laser atau coblation biasanya lebih mahal dibanding metode konvensional. (Tim)

Berita Terkait

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang
Waspada! Ini 10 Gejala Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya
Kabar Terbaru Tender Pembangunan RSUD Kerinci Masuk Tahap Evaluasi Harga, PP Urban Tawar Rp137,5 Miliar
Apa Itu Hantavirus HFRS? Kasus Pasien Meninggal di Bandung
Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan
Dinkes DKI Keluarkan Imbauan Penting Setelah 3 Kasus Hantavirus Terdeteksi
Update Hantavirus Jakarta 2026: Tiga Positif, Enam Suspek Dalam Pengawasan
Kolesterol Tinggi? Ini 5 Herbal Alami yang Bisa Membantu Menurunkannya
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:00 WIB

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Naik Jadi 13 Orang

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00 WIB

Waspada! Ini 10 Gejala Tubuh Kelebihan Gula dan Cara Mengatasinya

Senin, 25 Mei 2026 - 10:15 WIB

Kabar Terbaru Tender Pembangunan RSUD Kerinci Masuk Tahap Evaluasi Harga, PP Urban Tawar Rp137,5 Miliar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:05 WIB

Apa Itu Hantavirus HFRS? Kasus Pasien Meninggal di Bandung

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Kasus Hantavirus di Jakarta, Ahli Ungkap Kelompok Paling Rentan

Berita Terbaru

Bisnis

Rupiah Diprediksi Tembus Rp18.000 Pekan Depan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:00 WIB

Bisnis

Indosat Ungkap Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB