IHSG Terburuk di Dunia Hari Ini, Investor Kehilangan Triliunan Rupiah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pasar keuangan Indonesia kembali diguncang tekanan besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 4,11% ke level 5.941 pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Penurunan tersebut tidak hanya membawa IHSG ke level terendah dalam lima tahun terakhir, tetapi juga menjadikannya sebagai indeks saham dengan performa terburuk di dunia pada hari yang sama.

Aksi jual besar-besaran terjadi hampir sepanjang sesi perdagangan. Investor domestik dan asing melepas berbagai saham unggulan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional. Sepanjang hari, IHSG bergerak di zona merah dengan level tertinggi 6.213 dan sempat menyentuh titik terendah 5.841 sebelum ditutup di area 5.941.

Tekanan terhadap pasar saham semakin kuat setelah nilai tukar rupiah kembali melemah mendekati level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat. Pelemahan mata uang domestik meningkatkan risiko arus keluar modal asing dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Sejumlah analis menilai kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan kepercayaan investor terhadap aset Indonesia.

Baca Juga :  Kisah Runtuhnya VOC, Raksasa Dagang Dunia Berusia 197 Tahun

Selain faktor nilai tukar, pasar juga dibayangi sentimen global yang kurang kondusif. Ketidakpastian ekonomi internasional, meningkatnya risiko geopolitik, serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global membuat investor lebih memilih aset yang dianggap aman. Akibatnya, pasar negara berkembang termasuk Indonesia menghadapi tekanan jual yang cukup besar.

Data perdagangan menunjukkan hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi yang paling terpukul dengan koreksi lebih dari 9%, disusul sektor energi, infrastruktur, kesehatan, transportasi, dan properti. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan pasar terjadi secara luas dan tidak hanya terfokus pada sektor tertentu.

Banyak pelaku pasar mulai membandingkan situasi saat ini dengan periode krisis sebelumnya. Menurut sejumlah pengamat, penurunan tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 menjadi sinyal bahwa pasar sedang menghadapi krisis kepercayaan yang cukup serius. Meski demikian, sebagian investor jangka panjang melihat koreksi besar ini sebagai peluang akumulasi saham berkualitas dengan valuasi yang lebih menarik.

Baca Juga :  Suku Bunga The Fed September 2026: Jadwal, Prediksi Keputusan, dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, serta IHSG

Di tengah tekanan yang terjadi, perhatian investor kini tertuju pada langkah pemerintah, Bank Indonesia, dan regulator pasar keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan yang mampu mengendalikan volatilitas rupiah dan memulihkan kepercayaan investor akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar selanjutnya.

Untuk sementara, IHSG masih berada dalam fase yang sangat rentan terhadap sentimen negatif. Banyak analis memperkirakan indeks masih berpotensi menguji area 5.800 hingga 6.000 dalam jangka pendek sebelum menemukan keseimbangan baru. Investor disarankan tetap berhati-hati, memperhatikan manajemen risiko, dan fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat di tengah gejolak pasar yang masih tinggi. Tim

Berita Terkait

Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?
IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks
Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya
IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor
Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram
Rupiah Menguat ke Rp17.987, Yield SUN 10 Tahun Diprediksi 7,45%, Ini Obligasi Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 21 Oktober 2026 Menguat, Investor Menanti Keputusan BI Rate
BI Rate Diprediksi Naik Jadi 6% pada Oktober 2026, Rupiah Tembus Rp17.995 per Dolar AS
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WIB

IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram

Berita Terbaru