SUNGAIPENUH — Embun belum sepenuhnya mengering ketika Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh dipenuhi derap langkah para anggota Grup Fajar Menyingsing. Komunitas lansia—mayoritas pensiunan ASN dan mantan pejabat daerah—itu menjadikan ruang terbuka tersebut sebagai tempat menjaga kesehatan fisik sekaligus merawat persaudaraan.
Kegiatan mereka dimulai dengan jalan pagi, lalu dilanjutkan senam bersama. Seusai bergerak, posko Fajar Menyingsing berubah menjadi ruang rehat yang hangat. Beberapa anggota menikmati teh panas, sementara yang lain larut dalam canda atau beradu strategi di papan domino.
“Olahraga itu kewajiban, tapi kebersamaan adalah energi utamanya,” ujar salah seorang pengurus.
Selain menjaga kebugaran, kelompok ini rutin melakukan aktivitas sosial. Mereka menjenguk anggota yang sakit, membantu yang mengalami kesulitan, hingga menggalang solidaritas internal. Tradisi itu membuat komunitas tetap kompak, bahkan di tengah usia yang tak lagi muda.
Kekompakan itu pula yang menarik perhatian Tim Penilai Kota Sehat dari Jakarta. Ketika berkunjung ke posko Fajar Menyingsing bersama Ibu Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, dan sejumlah kepala dinas, tim penilai menyebut kelompok ini sebagai salah satu komunitas lansia paling solid yang pernah mereka temui.
“Kami bersyukur mendapat apresiasi itu. Tapi bagi kami, yang terpenting adalah tetap sehat dan saling menjaga,” kata Bang Pendi, salah satu tokoh kelompok.
Di tengah ritme kota yang terus berubah, Grup Fajar Menyingsing hadir sebagai pengingat: usia senja bukan alasan berhenti bergerak. Mereka melangkah pelan namun pasti—menjaga raga, menjaga tawa, menjaga hidup tetap menyala.(fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









