Ahli Waris Korban Kecelakaan Kerinci Wisata Express di Tol Pekanbaru–Dumai Berhak Terima Santunan Rp50 Juta, Ini Rinciannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungaipenuh– Kecelakaan tragis yang melibatkan mobil travel Kerinci Wisata Express jenis Toyota Hiace di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (6/6/2026) dini hari, tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai hak santunan yang dapat diterima korban maupun ahli waris.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan korban meninggal dunia. Seperti diketahui, kendaraan travel yang melayani angkutan penumpang umum masuk dalam kategori angkutan yang memperoleh perlindungan asuransi wajib kecelakaan penumpang.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, ahli waris korban meninggal dunia akibat kecelakaan angkutan umum berhak menerima santunan sebesar Rp50 juta. Santunan tersebut diberikan setelah proses verifikasi data korban dan ahli waris selesai dilakukan oleh pihak terkait.

Selain korban meninggal dunia, penumpang yang mengalami luka-luka juga berhak memperoleh jaminan biaya perawatan. Nilainya dapat mencapai maksimal Rp20 juta sesuai dengan biaya medis yang ditanggung rumah sakit dan ketentuan yang berlaku. Pembayaran biasanya dilakukan secara langsung melalui mekanisme kerja sama antara rumah sakit dan pihak penjamin.

Baca Juga :  Biaya Rumah Sakit Makin Mahal, Ini Cara Memilih Asuransi yang Tepat agar Keuangan Tetap Aman

Tak hanya itu, korban yang membutuhkan evakuasi menggunakan ambulans juga dapat memperoleh penggantian biaya hingga Rp500 ribu. Sementara untuk biaya pertolongan pertama atau P3K tersedia manfaat tambahan hingga Rp1 juta. Kebijakan ini bertujuan membantu korban mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin setelah kecelakaan terjadi.

Apabila terdapat korban yang mengalami cacat tetap akibat kecelakaan tersebut, santunan juga dapat diberikan dengan nilai maksimal Rp50 juta. Besaran yang diterima disesuaikan dengan tingkat kecacatan berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan ketentuan yang berlaku.

Bagi sopir kendaraan yang menjadi korban dalam kecelakaan, hak perlindungan juga dapat diberikan sesuai status kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan apabila terdaftar sebagai pekerja aktif. Karena itu, proses pendataan seluruh korban menjadi langkah penting untuk memastikan hak-hak mereka dapat dipenuhi.

Kecelakaan di ruas Tol Pekanbaru–Dumai ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi kendaraan angkutan penumpang jarak jauh. Faktor kelelahan pengemudi, kondisi kendaraan, hingga kepatuhan terhadap batas kecepatan menjadi aspek yang selalu mendapat perhatian dalam setiap investigasi kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Premi Asuransi Umum Tembus Rp31,11 Triliun, Peluang Investasi dan Proteksi Makin Menarik

Masyarakat yang memiliki anggota keluarga menjadi korban kecelakaan angkutan umum diimbau segera melengkapi dokumen yang diperlukan, seperti identitas korban, laporan kepolisian, surat keterangan rumah sakit, serta dokumen ahli waris. Dengan demikian, proses pencairan santunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

FAQ

Berapa santunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan angkutan umum?

Ahli waris korban meninggal dunia berhak menerima santunan sebesar Rp50 juta.

Berapa biaya perawatan korban luka-luka?

Korban luka-luka dapat memperoleh jaminan biaya perawatan hingga Rp20 juta sesuai ketentuan.

Apakah biaya ambulans ditanggung?

Ya, tersedia penggantian biaya ambulans hingga Rp500 ribu.

Apakah ada santunan untuk korban cacat tetap?

Ada. Korban cacat tetap dapat memperoleh santunan hingga Rp50 juta sesuai tingkat kecacatan.

Dokumen apa yang diperlukan untuk mengurus santunan?

Biasanya meliputi laporan polisi, identitas korban, surat keterangan rumah sakit, dan dokumen ahli waris bagi korban meninggal dunia. Tim

Berita Terkait

Cara Klaim Asuransi Kesehatan Cashless 2026, Dokumen yang Wajib Disiapkan agar Tidak Ditolak
BPJS vs Asuransi Swasta: Mana yang Lebih Menguntungkan? Simak Perbedaan, Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Memilih yang Tepat
Premi Asuransi: Pengertian, Cara Menghitung, Faktor yang Mempengaruhi, dan Tips Menghemat Biaya
Zurich Life Optimistis Unitlink Terus Tumbuh, Penjualan Premi Melonjak Lebih dari 30% hingga Mei 2026
Peluang Asuransi Event Makin Besar, OJK Sebut Konser dan Sport Tourism Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Premi Asuransi Umum Tembus Rp31,11 Triliun, Peluang Investasi dan Proteksi Makin Menarik
Biaya Rumah Sakit Makin Mahal, Ini Cara Memilih Asuransi yang Tepat agar Keuangan Tetap Aman
Premi Asuransi Kesehatan Terbaik 2026: Cara Menghitung dan Faktor yang Memengaruhi Besarannya
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:00 WIB

Cara Klaim Asuransi Kesehatan Cashless 2026, Dokumen yang Wajib Disiapkan agar Tidak Ditolak

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:30 WIB

BPJS vs Asuransi Swasta: Mana yang Lebih Menguntungkan? Simak Perbedaan, Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Memilih yang Tepat

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:00 WIB

Premi Asuransi: Pengertian, Cara Menghitung, Faktor yang Mempengaruhi, dan Tips Menghemat Biaya

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:01 WIB

Zurich Life Optimistis Unitlink Terus Tumbuh, Penjualan Premi Melonjak Lebih dari 30% hingga Mei 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:08 WIB

Peluang Asuransi Event Makin Besar, OJK Sebut Konser dan Sport Tourism Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Berita Terbaru