SUNGAIPENUH – Suasana khidmat menyelimuti Musala Nurul Ikhlas, Minggu (1/2), saat prosesi pengukuhan Ninik Mamak Adat Luhah Pemangku Rajo periode 2026–2028 digelar. Dalam prosesi tersebut, Oskarndar, SE, resmi menerima gelar adat Ngabi Teah Satiyo Bawo.
Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, SE, MM, hadir langsung menyaksikan pengukuhan itu. Ia menegaskan, ninik mamak bukan hanya simbol adat, tetapi figur sentral yang menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Alpian, tantangan zaman menuntut ninik mamak untuk tetap relevan. Peran mereka dibutuhkan dalam membina generasi muda, menumbuhkan kembali budaya musyawarah, serta memperkuat nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial.
“Ninik mamak adalah penjaga nilai. Mereka diharapkan mampu membimbing anak kemenakan sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Alpian.
Ia juga menilai, keberadaan ninik mamak dapat menjadi mitra pemerintah dalam meredam persoalan sosial secara bijak dan bermartabat, tanpa harus selalu berujung pada jalur formal.
Prosesi adat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan nilai leluhur tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Sungai Penuh hari ini.
“Adat istiadat harus terus hidup, karena di sanalah karakter dan jati diri masyarakat dibentuk,” tutupnya.









