Talenta AI Digaji Rp1 Triliun, Bos Danantara Bongkar Persaingan AI Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI-Persaingan global dalam memperebutkan talenta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin panas. Danantara mengungkap perusahaan teknologi dunia bahkan berani membayar hingga Rp1 triliun hanya untuk merekrut satu ahli AI terbaik.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengatakan jumlah tenaga kerja AI dengan kemampuan tingkat tinggi saat ini sangat terbatas. Akibatnya, perusahaan teknologi global berlomba-lomba menawarkan bayaran fantastis demi mendapatkan sumber daya manusia terbaik.

“Untuk satu skilled labor AI yang pindah dari OpenAI ke Meta, nilainya bisa mencapai Rp1 triliun,” ujar Pandu di Jakarta, Selasa (26/5/2026).


Talenta AI Disebut Lebih Langka dari Atlet NBA

Menurut Pandu, jumlah talenta AI elite dunia bahkan lebih sedikit dibanding atlet profesional di kompetisi olahraga besar seperti NBA maupun Liga Champions Eropa.

Ia menyebut saat ini hanya ada sekitar 600 hingga 700 talenta AI kelas dunia yang benar-benar memiliki kemampuan tingkat tertinggi dan menjadi rebutan perusahaan teknologi global.

“Talenta AI itu lebih sedikit dibanding pemain NBA atau Liga Champions. Bahkan value satu orang ahli AI bisa lebih besar dari satu tim sepak bola,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana industri AI kini menjadi sektor paling kompetitif di dunia teknologi, terutama sejak ledakan pengembangan generative AI dan large language model (LLM).

Baca Juga :  Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Dan LPG 3 Kg Tak Naik hingga 2026, Ini Dampaknya!

OpenAI dan Meta Jadi Contoh Perebutan Talenta

Pandu menyinggung perpindahan tenaga ahli AI dari OpenAI ke Meta sebagai contoh nyata panasnya perebutan talenta AI global.

Perusahaan teknologi besar kini tidak hanya bersaing membangun model AI tercanggih, tetapi juga berburu sumber daya manusia terbaik yang mampu mengembangkan teknologi tersebut.

Kondisi ini membuat biaya perekrutan tenaga AI melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir.


Indonesia Siapkan Financial Center di Bali

Menurut Pandu, banyak negara kini mulai membangun ekosistem yang mampu menarik talenta global, termasuk lewat pembentukan financial center internasional.

Ia menyinggung rencana pemerintah membangun pusat keuangan internasional di Bali sebagai salah satu strategi menarik investasi global sekaligus tenaga kerja berkeahlian tinggi ke Indonesia.

“Nah ini salah satu cara bukan hanya menarik family office, tapi juga menarik extremely high skilled labor,” ujarnya.

Pemerintah berharap keberadaan financial center dapat menjadi magnet bagi profesional teknologi, investor global, hingga perusahaan berbasis AI untuk masuk ke Indonesia.


Persaingan Talenta AI Diprediksi Makin Ketat

Ledakan industri AI membuat kebutuhan tenaga kerja berkeahlian tinggi terus meningkat. Tidak hanya sektor teknologi, industri keuangan, energi, hingga perdagangan global kini mulai berburu ahli AI.

Baca Juga :  AI Mulai Ambil Alih Coding, Peran Programmer Bergeser ke Level Lebih Strategis

Pandu bahkan mencontohkan industri perdagangan batu bara global yang menurutnya hanya memiliki sekitar 2.000 trader utama di seluruh dunia, dengan jumlah elite trader terbaik jauh lebih sedikit.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa di era ekonomi digital, sumber daya manusia dengan kemampuan teknologi tinggi menjadi aset paling mahal dan strategis.


FAQ

Benarkah talenta AI digaji Rp1 triliun?

Ya. Menurut CIO Danantara, beberapa perusahaan teknologi global berani membayar hingga Rp1 triliun untuk merekrut ahli AI terbaik dunia.

Mengapa talenta AI sangat mahal?

Karena jumlah tenaga ahli AI tingkat tinggi sangat terbatas, sementara kebutuhan perusahaan teknologi global terus meningkat.

Perusahaan apa yang disebut dalam perebutan talenta AI?

OpenAI dan Meta disebut sebagai contoh perusahaan yang bersaing merekrut ahli AI.

Apa tujuan financial center di Bali?

Pusat keuangan internasional di Bali disiapkan untuk menarik investasi global sekaligus tenaga kerja berkeahlian tinggi ke Indonesia.

Berapa jumlah talenta AI elite dunia?

Menurut Pandu Sjahrir, jumlah talenta AI terbaik dunia diperkirakan hanya sekitar 600 hingga 700 orang.

Berita Terkait

Selain AI, Ini 6 Teknologi yang Diprediksi Mengubah Dunia pada 2026
Best CRM Software 2026 for Businesses Looking to Boost Sales and Productivity
7 Earphone Open-Ear Terbaik 2026 untuk Lari dan Bersepeda, Harga Ramah Kantong
Best AI Tools for Students 2026 That Make Learning Faster and More Productive
Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya
97 Persen Penjual Online Indonesia UMKM, Mendag Siapkan Pengawasan Ketat Marketplace
Rusia Jual Emas Besar-Besaran
Sapa UMKM Jadi Syarat Baru Akses Kredit dan Bantuan Usaha dari Pemerintah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:10 WIB

Selain AI, Ini 6 Teknologi yang Diprediksi Mengubah Dunia pada 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:01 WIB

Best CRM Software 2026 for Businesses Looking to Boost Sales and Productivity

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:30 WIB

Talenta AI Digaji Rp1 Triliun, Bos Danantara Bongkar Persaingan AI Global

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB

7 Earphone Open-Ear Terbaik 2026 untuk Lari dan Bersepeda, Harga Ramah Kantong

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:06 WIB

Update Tarif SIM A dan SIM C 2026, Ini Biaya Resmi serta Syarat Lengkapnya

Berita Terbaru