Jadwal Bursa Efek Indonesia Buka Lagi Usai Idul Adha 2026, Investor Saham Wajib Catat Tanggal Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kembali menjadi perhatian investor setelah libur panjang Idul Adha 2026. Banyak pelaku pasar mulai mencari informasi jadwal pembukaan kembali bursa karena momentum ini dinilai penting untuk menentukan strategi investasi, trading harian, hingga pergerakan saham unggulan di akhir Mei 2026.

BEI dipastikan kembali beroperasi normal pada Jumat, 29 Mei 2026 setelah sebelumnya tutup selama libur nasional Idul Adha dan cuti bersama. Penutupan perdagangan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026 dan Kamis, 28 Mei 2026 sesuai kalender hari libur nasional pemerintah. Setelah masa libur selesai, seluruh aktivitas transaksi saham, obligasi, hingga derivatif kembali berjalan seperti biasa.

Kembalinya perdagangan saham diprediksi akan memicu peningkatan volume transaksi, terutama pada sektor perbankan, energi, saham teknologi, hingga emiten otomotif yang belakangan menjadi perhatian investor domestik. Sejumlah analis pasar menilai momentum pascalibur panjang sering dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi beli maupun ambil untung setelah mencermati perkembangan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Jam operasional perdagangan di BEI sendiri tetap menggunakan jadwal reguler. Untuk pasar reguler dan negosiasi, sesi pertama berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Setelah jeda siang, perdagangan dilanjutkan pada sesi kedua mulai pukul 13.30 WIB sampai penutupan pasar pada sore hari. Sementara pasar tunai memiliki penyesuaian waktu tersendiri mengikuti ketentuan bursa.

Baca Juga :  Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru Pengganti Pimpinan Lama

Selain memantau jadwal buka bursa, investor juga mulai mengantisipasi potensi sentimen dari pasar global. Pergerakan harga minyak dunia, arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat, hingga tren penguatan aset kripto seperti Bitcoin disebut dapat memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, saham sektor konsumsi dan transportasi diperkirakan masih menjadi perhatian pasar setelah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang Idul Adha. Emiten yang bergerak di bidang ritel, jalan tol, maskapai penerbangan, hingga otomotif berpotensi mendapatkan sentimen positif dari tingginya aktivitas ekonomi domestik.

Investor juga perlu mencatat bahwa setelah pembukaan kembali pada 29 Mei 2026, pasar modal Indonesia kembali menghadapi libur nasional pada Senin, 1 Juni 2026 dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila. Karena itu, sebagian trader diperkirakan akan lebih aktif memanfaatkan perdagangan akhir pekan untuk mengatur ulang portofolio investasinya.

Baca Juga :  Lo Kheng Hong Kantongi Dividen Rp28 Miliar dari SIMP dan LSIP, Ini Rinciannya

Dengan dibukanya kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia, pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan manajemen risiko dan perkembangan ekonomi terbaru sebelum mengambil keputusan investasi. Volatilitas pasar global yang masih tinggi membuat investor perlu lebih selektif dalam memilih saham maupun instrumen investasi jangka pendek dan panjang.

FAQ

Kapan Bursa Efek Indonesia buka lagi setelah Idul Adha 2026?

BEI kembali buka normal pada Jumat, 29 Mei 2026.

Kenapa BEI sempat tutup?

Penutupan dilakukan karena libur nasional Idul Adha dan cuti bersama pemerintah.

Jam perdagangan saham di BEI dimulai pukul berapa?

Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WIB dan sesi kedua dimulai pukul 13.30 WIB.

Apakah IHSG berpotensi bergerak volatil setelah libur panjang?

Ya, pasar berpotensi bergerak fluktuatif karena adanya sentimen global dan aksi investor pascalibur.

Kapan libur bursa berikutnya setelah Idul Adha?

BEI kembali libur pada Senin, 1 Juni 2026 untuk Hari Lahir Pancasila.

Berita Terkait

IHSG di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi, Saham Ini Masih Layak Dicermati
KUR BNI 2026 Bunga 6 Persen, Pinjaman Rp100 Juta: Cek Cicilan dan Syarat Pengajuan
Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik
Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mekaar dari 22 Persen Jadi 8 Persen, Pelaku Usaha Mikro Bisa Bernapas Lega
10 Saham Favorit Investor Asing Pekan Ini, BBCA Diborong Rp1 Triliun
Kredit Bermasalah Jadi Sorotan, OJK Ungkap 42 Multifinance Punya NPF di Atas 5 Persen
IPO RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Dihadiri Haji Isam dan Boy Thohir
Kredit Macet Paylater Naik Jadi 3,44 Persen, OJK Ungkap Kemampuan Bayar Masyarakat Melemah
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 02:02 WIB

IHSG di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi, Saham Ini Masih Layak Dicermati

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:51 WIB

KUR BNI 2026 Bunga 6 Persen, Pinjaman Rp100 Juta: Cek Cicilan dan Syarat Pengajuan

Senin, 13 Juli 2026 - 14:00 WIB

Kebijakan B50 Topang Harga CPO Global, Permintaan Sawit Diproyeksikan Naik

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:08 WIB

Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mekaar dari 22 Persen Jadi 8 Persen, Pelaku Usaha Mikro Bisa Bernapas Lega

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:03 WIB

10 Saham Favorit Investor Asing Pekan Ini, BBCA Diborong Rp1 Triliun

Berita Terbaru