EKONOMI-Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat yang menyimpan dolar Amerika Serikat segera menjual mata uang tersebut. Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
“Kalau punya dolar jual sekarang,” ujar Purbaya.
Menurut dia, penguatan rupiah akan didorong oleh penerapan aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
Aturan DHE SDA Diyakini Perkuat Rupiah
Purbaya menjelaskan kebijakan baru DHE SDA akan meningkatkan pasokan dolar AS di dalam negeri sehingga membantu memperkuat kurs rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan stabilisasi pasar obligasi untuk menjaga kepercayaan investor asing agar tetap menempatkan dana mereka di Indonesia.
Pemerintah, kata dia, juga telah menerbitkan global bond dalam denominasi dolar AS dan euro.
“Kita jual US$3,4 miliar, artinya US$2 miliar dalam bond dan 1,25 miliar euro. Kalau itu masuk ke sini akan tambah suplai dolar ke kita,” jelasnya.
Pemerintah Targetkan Rupiah ke Rp15.000
Purbaya menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah kembali menguat ke level Rp15.000 per dolar AS.
“Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp15.000 per dolar AS,” katanya.
Sebelumnya, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS akibat tekanan global, konflik geopolitik, dan arus modal keluar dari pasar keuangan domestik.
Namun pemerintah optimistis kombinasi kebijakan fiskal, stabilisasi pasar obligasi, dan implementasi aturan DHE SDA dapat memperkuat fundamental rupiah dalam beberapa waktu ke depan.









