MicroStrategy Mulai Buka Peluang Jual Bitcoin, Michael Saylor Siapkan Strategi Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-MicroStrategy mulai memberi sinyal perubahan besar dalam strategi investasinya di aset kripto. Pendiri sekaligus Executive Chairman perusahaan, Michael Saylor, untuk pertama kalinya mengungkap kemungkinan perusahaan menjual sebagian cadangan Bitcoin yang selama ini dikenal “tak tersentuh”.

Pernyataan itu disampaikan Saylor dalam podcast Coin Stories dan langsung memicu perhatian pasar kripto global. Selama bertahun-tahun, MicroStrategy dikenal agresif membeli Bitcoin dalam jumlah besar tanpa pernah memberi sinyal penjualan. Namun kini, perusahaan mulai membuka opsi baru demi menjaga pertumbuhan jangka panjang dan stabilitas neraca keuangan.

Menurut Saylor, strategi perusahaan ke depan tidak hanya fokus membeli dan menyimpan Bitcoin, tetapi juga mengoptimalkan nilai “Bitcoin per saham” hingga tahun 2033. Ia mengatakan MicroStrategy kini menggunakan pendekatan berbasis model data multivariat untuk menentukan langkah investasi, termasuk kemungkinan menjual sebagian aset jika diperlukan.

Saat ini MicroStrategy tercatat memiliki sekitar 843 ribu Bitcoin dengan harga rata-rata akumulasi sekitar USD 75.700 per BTC. Di sisi lain, harga Bitcoin terbaru bergerak di kisaran USD 75.958. Posisi harga yang nyaris seimbang dengan modal pembelian membuat pasar mulai menilai perusahaan akan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah berikutnya.

Baca Juga :  Bukan Bitcoin! 7 Kategori Kripto Ini Tumbuh Ribuan Persen dalam Dua Tahun Terakhir

Investor juga menyoroti kinerja saham MicroStrategy yang mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Saham perusahaan dilaporkan turun lebih dari 10 persen dalam 30 hari terakhir, meski harga Bitcoin masih bertahan di level tinggi. Kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa perusahaan mulai mencari strategi yang lebih fleksibel menghadapi volatilitas pasar kripto.

Michael Saylor menegaskan belum ada keputusan resmi terkait jadwal penjualan Bitcoin. Ia menyebut semua opsi masih berada dalam tahap evaluasi dan bisa berubah tergantung kondisi pasar global, arus kas perusahaan, serta strategi pengelolaan utang jangka panjang.

Analis menilai perubahan sikap MicroStrategy dapat menjadi sinyal penting bagi pasar aset digital. Sebagai salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, setiap langkah MicroStrategy kerap memengaruhi sentimen investor institusi terhadap industri kripto secara keseluruhan.

Baca Juga :  Harga Kripto 12 Mei 2026 Anjlok, Bitcoin dan Ethereum Melemah Saat Solana Cetak Kenaikan

Meski begitu, komunitas Bitcoin masih percaya perusahaan belum akan melepas aset dalam waktu dekat. Banyak investor menilai langkah tersebut lebih sebagai strategi mitigasi risiko dibanding sinyal keluar dari pasar kripto sepenuhnya.

FAQ

Apakah MicroStrategy benar-benar akan menjual Bitcoin?

Belum ada keputusan resmi. Michael Saylor hanya membuka peluang penjualan sebagian aset Bitcoin sebagai strategi jangka panjang perusahaan.

Mengapa pernyataan Michael Saylor menjadi sorotan?

Karena selama ini MicroStrategy dikenal sangat agresif membeli dan menyimpan Bitcoin tanpa rencana menjual asetnya.

Berapa jumlah Bitcoin yang dimiliki MicroStrategy?

MicroStrategy saat ini memiliki sekitar 843 ribu Bitcoin dan menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Apa tujuan strategi baru MicroStrategy?

Perusahaan ingin menjaga pertumbuhan nilai saham, likuiditas, serta memaksimalkan nilai Bitcoin per saham hingga beberapa tahun ke depan.

Apakah langkah ini memengaruhi pasar kripto?

Pernyataan tersebut memicu perhatian investor karena dapat memengaruhi sentimen pasar Bitcoin dan aset kripto global.

Berita Terkait

Harga Bitcoin Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun ke Rp1,445 Miliar, Dogecoin Anjlok 2,71 Persen
Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu
Harga Bitcoin Hari Ini 12 Oktober 2026 Turun 1,17%, 1 BTC Tembus Rp1,48 Miliar
Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Naik ke Rp1,49 Miliar, Zcash Pimpin Kenaikan
Bitcoin Hari Ini 28 September 2026: BTC di US$84.150, SPX, KAITO dan POPCAT Jadi Sorotan
Bitcoin Price Today: BTC Around $86,000 as September Rally Continues
Harga Bitcoin Hari Ini 23 September 2026 Turun 1,83%, BTC Kembali ke Rp1,50 Miliar
Bitcoin Hari Ini 21 September 2026 Tembus Rp1,51 Miliar, Naik 5,02 Persen dalam 1 Jam
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun ke Rp1,445 Miliar, Dogecoin Anjlok 2,71 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 12 Oktober 2026 Turun 1,17%, 1 BTC Tembus Rp1,48 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 23:45 WIB

Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Naik ke Rp1,49 Miliar, Zcash Pimpin Kenaikan

Senin, 28 September 2026 - 10:24 WIB

Bitcoin Hari Ini 28 September 2026: BTC di US$84.150, SPX, KAITO dan POPCAT Jadi Sorotan

Berita Terbaru