Resmi Hari Ini! Inflasi Indonesia April 2026 Turun ke 0,13%, Ini Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan (month to month). Angka ini turun tajam dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41%, memicu perhatian pelaku pasar karena mencerminkan perubahan tren harga setelah periode Lebaran.

Deputi BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap mengalami kenaikan dari 110,95 menjadi 111,09. Meski demikian, laju inflasi yang melambat menunjukkan tekanan harga mulai terkendali, terutama setelah lonjakan konsumsi saat Ramadan mereda.

Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi April dengan andil 0,12%. Kenaikan tarif pesawat dan harga bensin menjadi pemicu utama. Kondisi ini menegaskan bahwa sektor energi dan mobilitas masih menjadi faktor krusial yang memengaruhi stabilitas harga nasional.

Selain itu, komoditas pangan seperti minyak goreng, tomat, serta beras juga ikut memberikan kontribusi terhadap inflasi. Namun, tekanan harga mulai berkurang seiring masuknya musim panen yang membantu menstabilkan pasokan di pasar.

Baca Juga :  Promo BRI untuk Galaxy S26 Series, Diskon Hingga Rp2 Juta dan Cicilan 0 Persen

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, memproyeksikan inflasi tahunan turun ke kisaran 2,40% (year on year). Ia menyebut normalisasi permintaan pasca Lebaran menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan harga.

Inflasi inti juga diperkirakan melandai ke 2,31%, mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif stabil. Hal ini menjadi sinyal positif bagi investor dan sektor bisnis karena menunjukkan kondisi ekonomi domestik yang masih terjaga.

Namun demikian, risiko inflasi tetap mengintai. Kenaikan harga BBM nonsubsidi, LPG, serta fluktuasi harga minyak global akibat konflik geopolitik berpotensi mendorong inflasi kembali naik dalam waktu dekat.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan biaya produksi dan distribusi, yang pada akhirnya berdampak pada harga barang dan jasa. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan tetap waspada terhadap tekanan eksternal yang bisa mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga :  Rupiah Terpuruk di Awal Juni 2026, Ini Daftar Kurs Dolar di BCA hingga BNI

FAQ (Pertanyaan Populer – CPC Tinggi)

1. Berapa inflasi Indonesia April 2026?

Inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13% secara bulanan menurut BPS.

2. Apa penyebab inflasi turun?

Penurunan dipicu normalisasi permintaan setelah Ramadan dan stabilnya harga pangan.

3. Sektor apa yang paling memengaruhi inflasi?

Transportasi, terutama tarif pesawat dan harga bensin.

4. Apakah harga BBM akan naik lagi?

Potensi kenaikan tetap ada, terutama untuk BBM nonsubsidi mengikuti harga minyak dunia.

5. Apa dampak inflasi bagi masyarakat?

Inflasi rendah membantu menjaga daya beli, tetapi tetap perlu waspada terhadap kenaikan harga energi.

Berita Terkait

BRI Rilis Kartu Kredit Infinite Prioritas, Ini Daftar Benefit Eksklusif untuk Nasabah
MPV Pintu Geser BYD Linghui M9 Resmi Didistribusikan, Harga Masih Dirahasiakan
Lazada Lakukan PHK Massal di Asia Tenggara, Apakah Indonesia Ikut Terdampak?
Fantastis! GTA 6 Diperkirakan Hasilkan USD 1 Miliar Hanya dalam Satu Jam
Purbaya Siapkan Insentif Baru 2026, Diskon Mobil Listrik dan BLT Tunggu Restu Presiden
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.970 per Dolar AS, Investor Waspadai Data Ekonomi Pekan Depan
Cara Cek Desil Kemensos 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Ketahui Status Penerima Bansos
5 Motor Bekas Murah dan Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai Rp5 Jutaan
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:10 WIB

BRI Rilis Kartu Kredit Infinite Prioritas, Ini Daftar Benefit Eksklusif untuk Nasabah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:09 WIB

MPV Pintu Geser BYD Linghui M9 Resmi Didistribusikan, Harga Masih Dirahasiakan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:03 WIB

Fantastis! GTA 6 Diperkirakan Hasilkan USD 1 Miliar Hanya dalam Satu Jam

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:06 WIB

Purbaya Siapkan Insentif Baru 2026, Diskon Mobil Listrik dan BLT Tunggu Restu Presiden

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:23 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.970 per Dolar AS, Investor Waspadai Data Ekonomi Pekan Depan

Berita Terbaru