Wamendikdasmen Soroti Anak Muda Makin Kecanduan Medsos

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengungkap fenomena baru yang kini menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Menurutnya, anak muda Indonesia semakin kecanduan media sosial hingga mengalami perubahan cara berpikir dan cara memandang masa depan.

Tidak hanya itu, mereka dinilai mulai kehilangan kepercayaan terhadap teman sebaya maupun institusi yang selama ini menjadi rujukan masyarakat.

Dalam konferensi International Conference on Cross-cultural Religious Literacy (ICCCRL) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Fajar mengatakan bahwa arus informasi digital kini membentuk pola hidup remaja lebih kuat dibandingkan lingkungan sekitarnya. Ia menyebut platform seperti TikTok, Instagram, dan berbagai media sosial lainnya memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah hidup generasi muda.

Baca Juga :  Update Kode Redeem FF 11 Januari 2026: Klaim Skin & Emote Gratis!

Fajar menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal teknologi atau kurikulum, tetapi bagaimana mengembalikan nilai kepercayaan sebagai fondasi dalam kehidupan sosial. Ia melihat kecenderungan remaja yang semakin sulit mempercayai teman sebayanya dan juga kurang yakin terhadap institusi-institusi yang selama ini menjadi pilar masyarakat.

Ia juga menyoroti perubahan cara pandang generasi muda terhadap konsep manusia dan masa depan. Menurut Fajar, relevansi pendidikan agama sangat penting untuk meyakinkan anak muda bahwa nilai spiritual dan moral masih menjadi pegangan hidup yang memberi arah pada perjalanan mereka ke depan.

Baca Juga :  PU Teken Kontrak Pembangunan 152 Dapur MBG Rp 1,23 T, Jambi Masuk Daftar Prioritas

Fajar menekankan bahwa membangun kembali kepercayaan di lingkungan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga semua kelompok agama dan masyarakat yang memiliki visi serupa. Ia menilai dukungan kelompok keagamaan menjadi penting untuk menanamkan nilai kemanusiaan, menghilangkan prasangka negatif, dan menciptakan ruang belajar yang lebih sehat.

Konferensi ICCCRL sendiri merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Institut Leimena, berlangsung selama dua hari pada 11–12 November 2025 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat literasi lintas budaya dan memperkaya perspektif dunia pendidikan di tengah tantangan era digital.(***)

Berita Terkait

Jalur Mandiri UNAND 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, Biaya, dan Cara Daftar Lengkap
Midea Resmi Operasikan Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Buka Ribuan Lapangan Kerja
Google Core Update Mei 2026 Resmi Rilis, Trafik Website Bisa Naik atau Hilang Mendadak
MacBook Neo vs Air vs Pro 2026, Mana yang Paling Worth It untuk Dibeli?
Oppo Reno16 Pro Resmi Rilis, Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh Bikin Pesaing Ketar-ketir
Saingan Baru Agya dan Ayla Muncul, Tawarkan Fitur Premium Harga Murah
Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus dan Instagram Plus, Ini Harga serta Fitur Lengkapnya
AI Automation for Business 2026 as Companies Accelerate Digital Transformation
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:08 WIB

Jalur Mandiri UNAND 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Syarat, Biaya, dan Cara Daftar Lengkap

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:00 WIB

Google Core Update Mei 2026 Resmi Rilis, Trafik Website Bisa Naik atau Hilang Mendadak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:00 WIB

MacBook Neo vs Air vs Pro 2026, Mana yang Paling Worth It untuk Dibeli?

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:00 WIB

Oppo Reno16 Pro Resmi Rilis, Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh Bikin Pesaing Ketar-ketir

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:00 WIB

Saingan Baru Agya dan Ayla Muncul, Tawarkan Fitur Premium Harga Murah

Berita Terbaru