Jangan Terkecoh Cuaca Cerah! BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Pekan Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Foto:
Sejumlah pengendara melintasi jalan saat hujan deras mengguyur kawasan perkotaan, mencerminkan potensi cuaca ekstrem di Indonesia pada periode 24–30 April 2026 berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Teks Foto: Sejumlah pengendara melintasi jalan saat hujan deras mengguyur kawasan perkotaan, mencerminkan potensi cuaca ekstrem di Indonesia pada periode 24–30 April 2026 berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Jakarta-Memasuki akhir April 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Indonesia sedang berada dalam masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Meski cuaca mulai didominasi kondisi cerah, masyarakat tetap diminta waspada karena potensi hujan masih terjadi di berbagai wilayah, bahkan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Dalam laporan terbaru, BMKG mencatat bahwa pada periode 20 hingga 23 April 2026, sejumlah wilayah masih mengalami hujan signifikan. Curah hujan tertinggi terjadi di Nusa Tenggara Timur mencapai lebih dari 125 mm per hari, disusul Aceh dan Kalimantan Tengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa atmosfer Indonesia masih cukup aktif meskipun mulai memasuki musim kemarau.

Fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, hingga Mixed Rossby-Gravity masih berperan besar dalam pembentukan awan hujan. Selain itu, adanya sirkulasi siklonik di barat Sumatra juga memicu terbentuknya area konvergensi yang meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut.

BMKG juga menyebut bahwa suhu permukaan yang panas di siang hari serta kelembapan udara yang tinggi turut mempercepat pembentukan awan konvektif. Kombinasi ini menyebabkan hujan masih sering turun pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

Baca Juga :  Tim Film Pesta Babi Respons Sikap Mama Yasinta

Untuk periode 24–26 April 2026, hujan ringan hingga lebat diprediksi masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Beberapa daerah seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, hingga Papua bahkan masuk kategori siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berbahaya.

Sementara itu, memasuki 27–30 April 2026, cuaca diperkirakan mulai lebih stabil dengan dominasi hujan ringan hingga sedang. Namun demikian, BMKG tetap mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih dapat terjadi secara lokal, terutama di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua..

Selain hujan, ancaman angin kencang juga perlu diwaspadai di sejumlah wilayah seperti NTT, Maluku, dan Papua. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pohon tumbang, gangguan transportasi, hingga kerusakan infrastruktur ringan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat cuaca ekstrem terjadi. Hindari berteduh di bawah pohon atau bangunan rapuh, serta selalu perhatikan kondisi lingkungan sekitar. Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena jalan licin dan jarak pandang terbatas bisa memicu kecelakaan.

Baca Juga :  Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG seperti aplikasi InfoBMKG dan media sosial. Dengan informasi yang akurat, risiko dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari):
1. Apakah Indonesia sudah masuk musim kemarau?
Belum sepenuhnya. Saat ini Indonesia sedang berada dalam masa transisi dari musim hujan ke kemarau.
2. Kenapa masih sering hujan meski sudah mau kemarau?
Karena masih ada pengaruh fenomena atmosfer seperti MJO, gelombang Kelvin, dan kelembapan udara yang tinggi.
3. Wilayah mana yang paling berpotensi hujan lebat?
Beberapa di antaranya Sumatera Selatan, Jawa Barat, Maluku, dan Papua.
4. Kapan cuaca benar-benar kering?
Secara bertahap akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan seiring menguatnya monsun Australia.
5. Apa yang harus dilakukan saat cuaca ekstrem?
Hindari tempat terbuka, jauhi pohon dan baliho, serta pantau informasi resmi BMKG.

Berita Terkait

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun
BMKG Catat 2.610 Hotspot di Sumatra, Riau 355 Titik: Karhutla Makin Mengkhawatirkan
WhatsApp Diretas Lalu Kena Suspend, Komdigi Desak Meta Beri Klarifikasi 24 Agustus 2026
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Film Horor Terbaru 2026
BMKG Ungkap Kondisi Kekeringan Agustus 2026, Bagaimana Jambi, Sumbar dan Riau?
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:00 WIB

RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:00 WIB

BMKG Catat 2.610 Hotspot di Sumatra, Riau 355 Titik: Karhutla Makin Mengkhawatirkan

Berita Terbaru

Teknologi

Samsung P9 dan P7 Hadir dengan USB4, Kapasitas hingga 8TB

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:00 WIB