8 Perusahaan Air Minum Ungkap Asal Sumber Air, Dari Gunung Hingga Sumur Dalam

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Sebanyak delapan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia membeberkan asal sumber air yang mereka gunakan. Fakta ini terungkap dalam rapat kerja (raker) Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Perindustrian pada Senin (10/11/2025).

Kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Panfila Indosari (RON 88), PT Amidis Tirta Mulia (Amidis), PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale), PT Muawanah Al Ma’soem (Al Ma’soem), PT Super Wahana Tekno (Pristine), PT Tirta Investama (Aqua), PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo), dan PT Jaya Lestari Sejahtera (Le Yasmin).

1. PT Panfila Indosari (RON 88)

PT Panfila Indosari memproduksi air minum bermerek RON 88. Pabriknya berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tepatnya di kaki Gunung Mandalawangi, Kecamatan Cicalengka.

Factory Manager Rita Bulna Dewi menjelaskan, sumber air yang digunakan berasal dari mata air pegunungan alami tanpa proses pengeboran.

“Sumber kami keluar langsung melalui celah batuan, tanpa pengeboran. Pabrik berada di kaki Gunung Mandalawangi,” jelas Rita, dikutip dari kanal YouTube Komisi VII DPR RI.

2. PT Amidis Tirta Mulia (Amidis)

Perusahaan ini memproduksi air minum distilasi bermerek Amidis, hasil dari proses demineralisasi yang berbeda dengan air mineral biasa.

Perwakilan perusahaan, Oky Setiawan, menyebutkan sumber air berasal dari sumur dalam tanah.

“Sumber air kita dari bawah tanah, sumur dalam,” ujarnya.

3. PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale)

Baca Juga :  Update Harga Emas Antam 16 Januari 2026: Turun Rp6 Ribu per Gram

Produsen Le Minerale ini memiliki sembilan pabrik di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Direktur External Affairs Johan Muliawan menyampaikan, air yang digunakan berasal dari akuifer dalam di kedalaman 80–120 meter. Namun, Le Minerale menegaskan produknya tetap bersumber dari air pegunungan terpilih.

“Le Minerale bersumber dari air pegunungan terbaik di dalam gunung,” tegas Johan.

Sumber airnya berasal dari kawasan Gunung Salak, Pangrango, Mandalawangi, Gede, dan Bromo, yang dikenal kaya mineral alami.

4. PT Muawanah Al Ma’soem (Al Ma’soem)

Berbasis di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, perusahaan ini memproduksi air minum bermerek Al Ma’soem, Quazam, dan Asri.

Perwakilan Evan Agustianto menjelaskan, sumber air berasal dari mata air pegunungan Gunung Manglayang di kawasan Cileunyi, sekitar 6 km dari lokasi pabrik.

“Kami bekerja sama dengan Perhutani dalam pemanfaatan mata air pegunungan,” ujarnya.

5. PT Super Wahana Tekno (Pristine)

Produsen air pH tinggi Pristine ini berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Perwakilan perusahaan, Edwin, mengatakan, bahan baku air berasal dari mata air Gunung Pangrango.

“Kami menggunakan mata air alami dari Gunung Pangrango,” jelasnya.

6. PT Tirta Investama (Aqua)

Sebagai produsen air minum bermerek Aqua, PT Tirta Investama memiliki 20 pabrik di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali.

Baca Juga :  Dato Low Tuck Kwong Beli Lukisan “Kuda Api” SBY Rp 6,5 Miliar, Apa Yang Membuat Harganya Melesat?

Direktur Komunikasi Korporat Vera Galuh Sugijanto menyebutkan, Aqua melakukan studi hidrogeologi dan isotop dengan UGM dan Unpad sebelum membuka pabrik.

“Sumber air kami berasal dari pegunungan sesuai studi ilmiah,” jelas Vera.

Ia menambahkan, pengeboran dilakukan untuk mengakses akuifer terlindungi, bukan air tanah dangkal, dan sepenuhnya sesuai izin Kementerian ESDM.

7. PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo)

Produsen Cleo menggunakan bahan baku dari air bawah tanah dalam.

Perwakilan Zaka mengatakan, perusahaan memiliki 32 pabrik di seluruh Indonesia, tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Kami menggunakan air bawah tanah dengan kedalaman tertentu untuk menjaga kualitas,” ujarnya.

8. PT Jaya Lestari Sejahtera (Le Yasmin)

Perusahaan Le Yasmin berbasis di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Perwakilan Dwi Suhadi menjelaskan, air bersumber dari sumur dalam dengan kedalaman 100–120 meter dan telah memiliki empat izin SIPA.

“Le Yasmin menggunakan air tanah dalam yang telah melalui proses izin resmi,” katanya.

Dari hasil rapat tersebut, terungkap bahwa sebagian besar perusahaan AMDK di Indonesia memanfaatkan sumber air pegunungan dan akuifer dalam. Proses pengambilan air dilakukan dengan memperhatikan izin lingkungan, kajian ilmiah, serta keberlanjutan sumber daya air.

Langkah transparansi ini menjadi perhatian publik, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap asal sumber air mineral dan kualitas air kemasan di Indonesia.(***)

Berita Terkait

Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA
Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai
Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
RAPBN 2027: MBG Rp240 Triliun, Kopdes Rp3 Miliar, Dana Desa Naik Jadi Rp77 Triliun
BMKG Catat 2.610 Hotspot di Sumatra, Riau 355 Titik: Karhutla Makin Mengkhawatirkan
WhatsApp Diretas Lalu Kena Suspend, Komdigi Desak Meta Beri Klarifikasi 24 Agustus 2026
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hasil Voting Muktamar NU: Pemilihan Ketum PBNU Beralih ke Mekanisme AHWA

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Trailer Avengers: Endgame Encore Rilis, Apa Bedanya dengan Versi 2019?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Keputusan DPR dan Dampaknya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Berita Terbaru