12 Daftar Crypto Terbaik 2026, Ini yang Diprediksi Naik Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Perkembangan kecerdasan buatan atau AI kini semakin cepat dan mulai mengubah banyak sektor, termasuk dunia akuntansi yang selama ini identik dengan perhitungan manual. Transformasi ini mendorong Binus University untuk menghadirkan program pendidikan terbaru yang relevan dengan kebutuhan industri digital masa kini.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman, Binus resmi meluncurkan program Doctor of Accounting Science di Kampus Anggrek, Kemanggisan. Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan global sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era teknologi.

Rektor Binus, Dr. Nelly, menegaskan bahwa kehadiran program doktor ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif. Ia berharap lulusan program ini dapat menjadi pemimpin masa depan yang mampu menghadapi kompleksitas dunia bisnis modern.

Peluncuran program tersebut juga bertepatan dengan perayaan 45 tahun perjalanan Binus di dunia pendidikan. Momen ini sekaligus menegaskan komitmen kampus untuk terus bertransformasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Minggu 10 Mei 2026: Antam, Galeri24 dan UBS Update Terbaru

Dalam acara peluncuran, diskusi mengenai transformasi profesi akuntansi di era AI menjadi sorotan utama. Para ahli menilai bahwa penggunaan teknologi berbasis AI kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam praktik akuntansi modern.

Dekan School of Accounting, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, menjelaskan bahwa program ini akan fokus pada pengembangan riset yang kompleks dan berbasis teknologi. Mahasiswa akan dilatih untuk mengintegrasikan teori, praktik bisnis, serta teknologi digital secara menyeluruh.

Secara kurikulum, program ini memiliki beban studi 42 SKS yang dapat diselesaikan dalam enam semester. Materi pembelajaran mencakup berbagai bidang seperti AI, blockchain, teknologi informasi, hingga akuntansi keuangan, audit, perpajakan, dan tata kelola perusahaan.

Dengan dukungan fasilitas digital modern, lulusan program ini diharapkan mampu mengisi berbagai posisi strategis seperti konsultan, auditor, hingga eksekutif perusahaan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penguasaan AI menjadi kunci agar profesi akuntan tetap relevan dan tidak tergantikan.

Baca Juga :  Harga Kripto Hari Ini 21 Juli 2026: Bitcoin Bertahan di Atas US$65.000, Chainlink Pimpin Reli Pasar

FAQ (CTR + RPM Tinggi)

1. Apa itu Doctor of Accounting Science di Binus?

Program doktor yang fokus pada pengembangan ilmu akuntansi berbasis teknologi seperti AI dan analitik data.

2. Berapa lama masa studi program ini?

Program ini dirancang selesai dalam 6 semester dengan total 42 SKS.

3. Apa saja yang dipelajari dalam program ini?

Mahasiswa mempelajari AI, blockchain, teknologi informasi, audit, perpajakan, hingga tata kelola perusahaan.

4. Apakah AI akan menggantikan akuntan?

Tidak sepenuhnya, namun akuntan yang tidak menguasai teknologi berpotensi tertinggal.

5. Peluang karier lulusan program ini apa saja?

Mulai dari konsultan bisnis, auditor senior, hingga eksekutif perusahaan berbasis data. (Tim)

Berita Terkait

Harga BBM 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik
Harga BBM 1 September 2026: Pertalite Tetap Rp10.000, Pertamax Berpotensi Naik?
Bitcoin September 2026 Bisa Bergejolak? Ini 3 Tanda Peringatan yang Wajib Diwaspadai
Harga BBM Malaysia September 2026: RON 95 Rp8.767/Liter, Kuota Subsidi Naik Jadi 300 Liter
Harga Kripto Hari Ini 31 Agustus 2026: Bitcoin Tembus 78.394, Altcoin Mulai Menguat
Muktamar ke-35 NU Putuskan Bitcoin Sah sebagai Aset dan Alat Transaksi, tetapi Haram Jadi Mata Uang
Harga Emas Hari Ini 31 Agustus 2026: 1 Gram Rp2,67 Juta, Cek Daftar Lengkap hingga 1 Kg
Harga BBM Jambi Jelang 1 September 2026: Pertamax Rp16.300, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:30 WIB

Harga BBM 1 September 2026: Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik

Selasa, 1 September 2026 - 01:00 WIB

Harga BBM 1 September 2026: Pertalite Tetap Rp10.000, Pertamax Berpotensi Naik?

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Bitcoin September 2026 Bisa Bergejolak? Ini 3 Tanda Peringatan yang Wajib Diwaspadai

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga BBM Malaysia September 2026: RON 95 Rp8.767/Liter, Kuota Subsidi Naik Jadi 300 Liter

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Harga Kripto Hari Ini 31 Agustus 2026: Bitcoin Tembus 78.394, Altcoin Mulai Menguat

Berita Terbaru