Bank Mandiri, BRI dan BNI Kebanjiran Dolar AS Mulai Besok 2 Juni 2026, Apa Dampaknya bagi Rupiah dan Tabungan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai 2 Juni 2026. Aturan ini diprediksi akan membawa aliran dolar AS dalam jumlah besar ke perbankan nasional, terutama tiga bank pelat merah yakni Bank Mandiri, BRI dan BNI.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat cadangan devisa nasional sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan masuknya dana ekspor ke dalam negeri, likuiditas perbankan diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa bulan mendatang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa eksportir nonmigas kini wajib menempatkan 100 persen DHE SDA di rekening khusus dalam negeri selama minimal 12 bulan. Sementara eksportir migas diwajibkan menempatkan sebagian dana ekspornya sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Cara Jadi Reseller Produk Viral di Tokopedia, Modal Kecil Untung Besar

Kebijakan ini membuat dana yang sebelumnya banyak tersimpan di luar negeri kini harus masuk ke sistem keuangan nasional. Dampaknya, bank-bank Himbara diperkirakan memperoleh tambahan likuiditas dolar AS dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan berbagai sektor produktif.

Bagi masyarakat, meningkatnya pasokan dolar AS di dalam negeri berpotensi memberikan sejumlah manfaat. Salah satunya adalah stabilitas kurs rupiah yang lebih terjaga. Jika nilai tukar lebih stabil, harga barang impor, biaya pendidikan luar negeri, hingga kebutuhan industri yang bergantung pada bahan baku impor dapat lebih terkendali.

Selain itu, likuiditas yang lebih kuat juga berpotensi mendorong bank menawarkan berbagai produk keuangan yang lebih kompetitif. Mulai dari kredit usaha, kredit investasi, hingga layanan transaksi internasional bagi pelaku bisnis yang membutuhkan akses valuta asing.

Baca Juga :  Emas Antam Mengkilap! Harga Naik Tajam, Buyback Ikut Menguat

Daftar Bank Penampung DHE SDA

  • Bank Mandiri
  • BRI
  • BNI

FAQ

Apa itu DHE SDA?
Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam yang berasal dari kegiatan ekspor sektor SDA Indonesia.

Kapan aturan baru berlaku?
Mulai 2 Juni 2026.

Apakah rupiah akan menguat?
Pemerintah menilai tambahan pasokan dolar AS di dalam negeri dapat membantu menjaga stabilitas dan memperkuat rupiah.

Bank mana yang menerima dana DHE SDA?
Bank Mandiri, BRI dan BNI.

Apa manfaatnya bagi masyarakat?
Berpotensi mendukung stabilitas ekonomi, menjaga nilai tukar rupiah dan memperkuat pembiayaan perbankan. Tim

Berita Terkait

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah
BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026
Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?
ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%
Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$459,3 Miliar pada Agustus 2026, Ini Penjelasan BI
Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam
IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Harga Asuransi Mobil 2026: Cara Menghitung Premi dan Mendapatkan Perlindungan Lebih Murah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:00 WIB

BI Rate 5,75 Persen, Cadangan Devisa Indonesia Tembus US$146,32 Miliar per September 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:02 WIB

Dow Jones Tembus 51.999, Wall Street Menguat 0,73%, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupiah?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:54 WIB

ASX 200 Today: Australian Shares Slip as BHP and Rio Tinto Sink Nearly 5%

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun, Kepemilikan Naik Jadi 10,25%

Berita Terbaru