SUMBAR-Mobil Pikap Terjun ke Jurang di Kelok 9, Rombongan Pengantar Jenazah Alami Luka-luka
Satu unit mobil pikap Daihatsu Grand Max bernomor polisi BM 8369 FX terjun ke jurang di kawasan Kelok 9, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Sabtu pagi (31/1/2026).
Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat kendaraan hilang kendali saat melintas di jalur berkelok dan menurun yang dikenal rawan kecelakaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di info Minang, mobil pikap tersebut ditumpangi satu rombongan keluarga yang sedang mengikuti iring-iringan ambulans pembawa jenazah orang tua mereka. Rombongan diketahui berangkat dari Pekanbaru menuju Sicincin, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.
Peristiwa nahas itu menyebabkan seluruh penumpang mobil mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang berbeda. Warga sekitar bersama aparat terkait langsung melakukan proses evakuasi terhadap para korban dari dasar jurang ke badan jalan sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Korban bernama Yuli Mayang Sari (32), warga Jalan Kuantan I Pekanbaru, mengalami patah paha kiri dan patah tangan kiri. Ia langsung dirujuk dan mendapatkan perawatan intensif di RS Adnan WD.
Sementara itu, Ahmat Syahroni (27), warga Jalan Pemprov Pekanbaru, mengalami cedera cukup serius berupa luka di kepala dan dada, patah tulang punggung, serta patah kaki kiri. Ia juga menjalani perawatan medis di RS Adnan WD.
Dua korban anak-anak, yakni Fairel (10) dan Rendi Admi (28), mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Tanjung Pati. Sedangkan Alvino (8), Mutiara Amanda (21), dan Septia Rahayu (24) dirawat di RS Adnan WD dengan kondisi luka pada bagian kaki dan tangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kecelakaan. Aparat masih melakukan pendataan korban serta penanganan lanjutan di lokasi kejadian guna memastikan keselamatan arus lalu lintas.
Pihak berwenang juga mengimbau para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan Kelok 9, terutama pada jam pagi dan malam hari, mengingat kondisi jalan yang ekstrem serta cuaca yang kerap berubah. (***)
Editor : Fanda Yosephta








