Kehadiran Bupati Pessel Hendra Joni di Rakernas PSI ‘Guncang’ Politik Sumbar, Tokoh Daerah Mulai Lirik PSI

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG-Kehadiran Hendra Joni dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Kamis (29/1/2026), langsung menyedot perhatian publik dan elite politik. Sosok Bupati Pesisir Selatan yang selama ini dikenal sebagai kader Partai NasDem itu tiba-tiba muncul di forum strategis partai lain, memunculkan spekulasi tentang arah politik barunya.

Rakernas PSI kali ini memang berlangsung dalam atmosfer berbeda. Selain agenda konsolidasi nasional, forum tersebut menjadi panggung pengumuman bergabungnya sejumlah tokoh nasional ke PSI. Dalam konteks itu, kehadiran Hendra Joni dinilai bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sarat makna politik dan pesan tersirat.

Baca Juga :  Politikus PKB Desak Menhut Raja Juli Mundur Imbas Banjir dan Longsor di Sumatra

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam forum tersebut memperkenalkan sejumlah figur yang resmi bergabung, di antaranya Mad Ali sebagai Ketua Harian PSI serta Rusdi Masse. Rusdi Masse sebelumnya dikenal sebagai Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI sebelum memutuskan berlabuh ke PSI.

Masuknya tokoh-tokoh besar dari NasDem ke PSI dinilai sebagai sinyal kuat terjadinya pergeseran peta politik nasional. Dalam dinamika tersebut, kemunculan Hendra Joni di Rakernas PSI ikut memperkuat asumsi bahwa arus perpindahan kader lintas partai masih sangat terbuka, termasuk di level kepala daerah.

Baca Juga :  Surat Edaran Baru Dinkes Pessel: Honorer Tidak Lagi Diakui, Hanya 5 Status Kepegawaian Resmi

Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait arah politik ke depan, kehadiran Hendra Joni di Rakernas PSI sudah cukup memantik diskusi publik. Apakah ini sekadar komunikasi politik, sinyal kedekatan ideologis, atau awal dari langkah politik baru, publik Sumatera Barat kini menanti sikap terbuka sang bupati yang kiprahnya kian diperhitungkan di panggung politik nasional. (fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Pemkab Pessel Usulkan Kuota BBM 2027 Tak Turun, Solar 50.532 KL dan Pertalite 59.092 KL
Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?
Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor
Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik
Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Pemkab Pessel Usulkan Kuota BBM 2027 Tak Turun, Solar 50.532 KL dan Pertalite 59.092 KL

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Berita Terbaru