WHO Tanggapi AS Keluar dari Organisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTERNASIONAL-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menanggapi keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang resmi mengakhiri keanggotaan mereka pada 22 Januari 2026. Langkah tersebut memicu keprihatinan mendalam dari WHO mengingat AS merupakan negara pendiri sekaligus penyumbang dana terbesar bagi organisasi itu selama puluhan tahun.

Dalam pernyataan resminya, WHO menilai keluarnya AS bukan hanya sebuah keputusan politik, tetapi juga langkah yang berpotensi melemahkan kesiapsiagaan global menghadapi berbagai ancaman kesehatan masyarakat. Organisasi kesehatan dunia itu menyebut AS telah memainkan peran sentral dalam pencapaian-pencapaian besar, mulai dari pemberantasan cacar hingga dukungan terhadap program penanggulangan penyakit menular di berbagai kawasan.

WHO: Keputusan AS Membuat Dunia Kurang Aman

WHO menegaskan bahwa kontribusi AS selama berpuluh tahun tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan organisasi ini menangani wabah-wabah besar, termasuk polio, HIV/AIDS, Ebola, influenza, malaria, hingga penyakit tropis terabaikan. Karena itu, keputusan untuk meninggalkan WHO dipandang sebagai kemunduran besar dalam kerja sama global menghadapi ancaman kesehatan.

Baca Juga :  Minum Cukup dan Tidur Nyenyak, Dua Langkah Mudah Jaga Gula Darah Stabil

Organisasi tersebut juga menepis tuduhan Washington yang menilai WHO tidak menghargai kontribusi AS. Menurut WHO, seluruh negara anggota diperlakukan dengan itikad baik dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan nasional masing-masing.

Latar Belakang Keputusan AS Keluar dari WHO

Penarikan diri ini merupakan tindak lanjut dari Perintah Eksekutif 14155 yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 20 Januari 2025, tepat di hari pertama masa jabatannya di periode kedua. Perintah tersebut memulai proses resmi keluar dari WHO, yang menurut aturan organisasi memerlukan masa pemberitahuan selama satu tahun.

Setelah masa pemberitahuan terpenuhi, AS kemudian mengumumkan pengakhiran partisipasi mereka. Bukan hanya keanggotaan, seluruh pendanaan yang selama ini diberikan pemerintah AS kepada WHO turut dihentikan.

Dampak Langsung: Pendanaan Terhenti, Personel Ditarik

Pemerintah AS juga memastikan seluruh personel, kontraktor, dan staf pendukung yang ditempatkan di kantor pusat WHO di Jenewa maupun kantor-kantor regional ditarik pulang. Seluruh bentuk keterlibatan resmi di komite, kelompok kerja teknis, hingga badan kepemimpinan WHO turut dihentikan.

Baca Juga :  AS Hentikan Dukungan ke Puluhan Badan PBB

Langkah ini menciptakan kekosongan besar dalam sejumlah program WHO yang selama ini sangat bergantung pada dukungan finansial dan teknis dari AS. Sebagai negara yang pertama bergabung sejak WHO berdiri pada 1948, keluarnya AS dipandang sebagai salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah organisasi tersebut.

AS: WHO Telah Mencoreng Reputasi Washington

Dalam pernyataannya, Pemerintah AS menyebut bahwa WHO selama ini dianggap tidak proporsional dalam menangani kontribusi Washington. Bahkan, AS menuduh WHO telah “merusak reputasi” dan “menghina” Negeri Paman Sam.

Tuduhan ini segera dibantah WHO yang menyatakan bahwa hubungan dengan AS selalu dijalankan secara profesional. WHO menekankan bahwa mereka tetap menghormati AS sebagai mitra penting, terlepas dari dinamika politik yang berkembang.

Keputusan AS meninggalkan WHO dipastikan akan berdampak jangka panjang terhadap lanskap kesehatan global, mengingat peran negara tersebut dalam pendanaan dan dukungan teknis selama beberapa dekade.

Berita Terkait

PT Bank Maybank Indonesia Tbk Raup Laba Bersih Rp1,70 Triliun Sepanjang 2025
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta
Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba
Dewan Panggil Dinkes, RSUD dan BPJS, Kritik Tajam Soal Tata Kelola Pelayanan
Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra
LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara
Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari
Di Balik Performa Apik Maarten Paes: Nilai Transfer dan Gajinya Bikin Penasaran
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:00 WIB

PT Bank Maybank Indonesia Tbk Raup Laba Bersih Rp1,70 Triliun Sepanjang 2025

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:53 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:04 WIB

Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:00 WIB

Dewan Panggil Dinkes, RSUD dan BPJS, Kritik Tajam Soal Tata Kelola Pelayanan

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:01 WIB

Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra

Berita Terbaru