KESEHATAN-Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan kemungkinan munculnya lebih banyak kasus hantavirus Andes dalam beberapa minggu mendatang.
Peringatan tersebut disampaikan setelah jumlah kasus yang terkonfirmasi bertambah menjadi 11 orang dalam klaster wabah yang terkait dengan kapal pesiar ekspedisi MV Hondius.
Virus mematikan itu dilaporkan telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan menginfeksi delapan penumpang lainnya setelah perjalanan dari Argentina menuju kawasan Atlantik Selatan dan Antartika.
WHO: Situasi Bisa Berubah dalam Beberapa Minggu
Dalam konferensi pers di Madrid, Tedros mengatakan saat ini belum ada tanda bahwa wabah tersebut akan berkembang menjadi pandemi besar seperti Covid-19.
Namun, WHO tetap mengingatkan bahwa masa inkubasi hantavirus Andes cukup panjang sehingga potensi penambahan kasus masih terbuka.
“Situasi dapat berubah dan ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” ujar Tedros.
WHO juga mengapresiasi langkah pemerintah Spanyol yang mengizinkan kapal MV Hondius berlabuh di Kepulauan Canary untuk proses evakuasi penumpang.
Penumpang Dikarantina di Sejumlah Negara
Setelah dievakuasi dari kapal, para penumpang dipulangkan ke negara masing-masing dan menjalani pemantauan kesehatan ketat.
Beberapa langkah karantina yang dilakukan antara lain:
- 20 warga Inggris diisolasi di Inggris
- 14 warga Spanyol dikarantina di rumah sakit militer Madrid
- Lima warga Prancis dipantau di Paris
- 12 tenaga kesehatan Belanda dikarantina akibat paparan cairan tubuh pasien
Salah satu pasien asal Prancis dilaporkan mengalami kondisi serius hingga harus menggunakan ventilator.
Sementara itu, dari 17 warga Amerika Serikat yang dievakuasi, satu orang dinyatakan positif dan menjalani karantina khusus.
Apa Itu Hantavirus Andes?
Hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan hewan pengerat kepada manusia melalui:
- Air liur
- Urin
- Kotoran tikus
Varian Andes menjadi perhatian karena merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia.
Virus ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu gangguan serius pada paru-paru dan sistem pernapasan.
Gejala dan Tingkat Kematian
WHO menyebut masa inkubasi hantavirus Andes berkisar antara enam hingga delapan minggu.
Gejala awal biasanya menyerupai flu, seperti:
- Demam
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Kelelahan
Namun dalam kondisi berat, penyakit dapat berkembang menjadi:
- Gangguan jantung
- Penumpukan cairan di paru-paru
- Tekanan darah rendah
- Gagal pernapasan
Tingkat kematian hantavirus Andes diperkirakan mencapai sekitar 38 persen.
Berawal dari Paparan di Patagonia
Investigasi awal WHO menyebut pasangan penumpang kapal yang pertama terinfeksi diduga terpapar virus saat mengunjungi lokasi pembuangan sampah di wilayah Patagonia, Amerika Selatan.
Paparan hewan pengerat di lokasi tersebut diduga menjadi sumber awal penyebaran virus dalam klaster kapal pesiar MV Hondius.
WHO Minta Negara Tetap Waspada
WHO meminta seluruh negara yang menerima penumpang MV Hondius untuk:
- Melakukan pelacakan kontak erat
- Karantina selama 42 hari
- Pemantauan kesehatan ketat
- Edukasi pencegahan infeksi
Meski demikian, WHO menegaskan risiko kesehatan masyarakat global saat ini masih tergolong rendah dan belum mengarah pada situasi darurat internasional.
Cara Mencegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan hewan pengerat dan menjaga kebersihan lingkungan.
Beberapa langkah yang disarankan:
- Membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus
- Menggunakan masker saat membersihkan gudang atau area tertutup
- Menutup makanan dengan rapat
- Menjaga sanitasi rumah dan lingkungan









