Wamendikdasmen Soroti Anak Muda Makin Kecanduan Medsos

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengungkap fenomena baru yang kini menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Menurutnya, anak muda Indonesia semakin kecanduan media sosial hingga mengalami perubahan cara berpikir dan cara memandang masa depan.

Tidak hanya itu, mereka dinilai mulai kehilangan kepercayaan terhadap teman sebaya maupun institusi yang selama ini menjadi rujukan masyarakat.

Dalam konferensi International Conference on Cross-cultural Religious Literacy (ICCCRL) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Fajar mengatakan bahwa arus informasi digital kini membentuk pola hidup remaja lebih kuat dibandingkan lingkungan sekitarnya. Ia menyebut platform seperti TikTok, Instagram, dan berbagai media sosial lainnya memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah hidup generasi muda.

Baca Juga :  Tunjangan Profesi Guru Kemenag Diklaim Naik 700 Persen, Menag Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah

Fajar menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal teknologi atau kurikulum, tetapi bagaimana mengembalikan nilai kepercayaan sebagai fondasi dalam kehidupan sosial. Ia melihat kecenderungan remaja yang semakin sulit mempercayai teman sebayanya dan juga kurang yakin terhadap institusi-institusi yang selama ini menjadi pilar masyarakat.

Ia juga menyoroti perubahan cara pandang generasi muda terhadap konsep manusia dan masa depan. Menurut Fajar, relevansi pendidikan agama sangat penting untuk meyakinkan anak muda bahwa nilai spiritual dan moral masih menjadi pegangan hidup yang memberi arah pada perjalanan mereka ke depan.

Baca Juga :  Poco X8 Pro Max 5G Resmi Rilis, Baterai 9.000mAh Jadi Andalan

Fajar menekankan bahwa membangun kembali kepercayaan di lingkungan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga semua kelompok agama dan masyarakat yang memiliki visi serupa. Ia menilai dukungan kelompok keagamaan menjadi penting untuk menanamkan nilai kemanusiaan, menghilangkan prasangka negatif, dan menciptakan ruang belajar yang lebih sehat.

Konferensi ICCCRL sendiri merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Institut Leimena, berlangsung selama dua hari pada 11–12 November 2025 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat literasi lintas budaya dan memperkaya perspektif dunia pendidikan di tengah tantangan era digital.(***)

Berita Terkait

Aplikasi Office Gratis Buatan AI, Kenali Fitur WordCraft hingga DeckCraft
Samsung Galaxy A18 Dijual Mulai 16 Oktober 2026, Cek Harga Dua Varian
Apple TV 4K Generasi Keempat Resmi Diperkenalkan, Bawa Siri AI
Acer Predator Helios Neo 16 RTX 5070: Spesifikasi dan Kisaran Harga
10 HP Android Terkencang AnTuTu September 2026, Xiaomi 18 Fold Juara
Huawei Siapkan Watch Air, Smartwatch Baru yang Dirumorkan Hadir Tahun Ini
POCO F9 Series Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp10,49 Juta
Internet Batam dan Bintan Terganggu saat Listrik Padam, Komdigi Buka Suara
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Aplikasi Office Gratis Buatan AI, Kenali Fitur WordCraft hingga DeckCraft

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Samsung Galaxy A18 Dijual Mulai 16 Oktober 2026, Cek Harga Dua Varian

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Apple TV 4K Generasi Keempat Resmi Diperkenalkan, Bawa Siri AI

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Acer Predator Helios Neo 16 RTX 5070: Spesifikasi dan Kisaran Harga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:00 WIB

10 HP Android Terkencang AnTuTu September 2026, Xiaomi 18 Fold Juara

Berita Terbaru