JAKARTA – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten yang berada di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu, kembali mencuri perhatian pasar. Pada perdagangan Selasa pagi (2/12/2025) hingga pukul 10.40 WIB, harga sahamnya menanjak 5,21% ke level Rp 2.020 per saham, menandai tren penguatan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi momentum kenaikan CDIA masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Ia menyebut target harga terdekat berada di kisaran Rp 1.970–Rp 2.040 per saham, dengan strategi Buy on Weakness pada level Rp 1.850–Rp 1.900. Adapun level stop-loss direkomendasikan di bawah Rp 1.850.
Sentimen positif juga datang dari Phintaco Sekuritas. Dalam laporannya, broker tersebut menilai ruang penguatan CDIA lebih lebar dan tidak menutup kemungkinan harga saham dapat menembus Rp 2.200 dalam waktu dekat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (IDX), aktivitas perdagangan saham CDIA hari ini terbilang sangat tinggi dengan total transaksi mencapai 305,6 juta saham. Frekuensinya menembus 43,9 ribu kali, sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp 615,7 miliar—indikasi kuat bahwa minat pasar terhadap emiten ini sedang meningkat.
Dari sisi fundamental, CDIA juga menunjukkan performa keuangan yang solid. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan US$ 104,8 juta selama 9 bulan 2025, melonjak 42% secara year-on-year dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan terbesar terjadi pada segmen logistik, yang tumbuh luar biasa hingga 1.234% yoy dari US$ 1,8 juta menjadi US$ 24,7 juta. Dengan peningkatan signifikan tersebut, kontribusi segmen logistik yang dikenal memiliki margin tinggi naik dari hanya 2,5% pada 9M24 menjadi 23,5% pada 9M25. Kinerja impresif ini dinilai menjadi salah satu motor utama yang mendorong optimisme investor terhadap prospek saham CDIA.(***)









