Utang Pemerintah Terbaru Tembus Rp10.326 Triliun, Rasio terhadap PDB Turun Jadi 40,3%

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.326,93 triliun pada kuartal III 2026. Namun, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) justru mengalami penurunan menjadi 40,3%.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan posisi utang tersebut tercatat per 30 September 2026. Sementara itu, PDB nominal Indonesia selama empat kuartal terakhir mencapai Rp25.627,5 triliun.

Rasio utang pemerintah sebesar 40,3% tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal II 2026. Pada periode sebelumnya, rasio utang Indonesia tercatat sebesar 41,26% terhadap PDB.

Baca Juga :  Airlangga Ungkap Bantuan Baru untuk Desil 4, Tidak Diberikan dalam Bentuk Uang Tunai

Penurunan rasio tersebut terjadi seiring peningkatan PDB nominal dan pengelolaan pembiayaan fiskal. Aktivitas ekonomi domestik serta percepatan belanja pemerintah turut mendukung perkembangan tersebut.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, menjelaskan strategi pengelolaan utang pemerintah. Menurutnya, pemerintah terus menjaga pembiayaan negara agar tetap terukur dan efisien.

Dari sisi komposisi, Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi struktur utang pemerintah. Nilainya mencapai Rp8.962,40 triliun atau sekitar 86,79% dari total utang negara.

Baca Juga :  Perusahaan Otomotif Jepang Mau Cabut dari Indonesia? Ini Penjelasan Airlangga

Sementara itu, pemerintah memiliki utang melalui instrumen pinjaman sebesar Rp1.364,53 triliun. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa SBN masih menjadi instrumen utama pembiayaan pemerintah.

Kementerian Keuangan berkomitmen menjaga rasio utang pada tingkat terkendali. Pemerintah juga memastikan pembiayaan APBN tetap efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesinambungan fiskal. Perkembangan rasio utang ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi keuangan negara. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.095 per Dolar AS Hari Ini, 6 November 2026
MNC Bank Pulihkan Layanan, Nasabah Bisa Tarik Tunai Lewat ATM dan Kantor Cabang
Marvell Beli Lumentum, Transaksi Rp2.094 Triliun Jadi Sorotan Industri Teknologi
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Simulasi KUR BSI Rp100 Juta Tenor 5 Tahun, Ketahui Angsuran dan Ketentuannya
BSU Kemnaker 2026: Syarat Penerima, Nominal Rp900 Ribu, dan Cara Cek
RANS Carnival Diboikot? Ini Deretan Isu yang Menyeret Nama Raffi Ahmad
Kepemilikan SPBU Shell Berubah, Ini Nasib BBM dan Bisnis Pelumasnya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:00 WIB

Utang Pemerintah Terbaru Tembus Rp10.326 Triliun, Rasio terhadap PDB Turun Jadi 40,3%

Jumat, 6 November 2026 - 09:35 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.095 per Dolar AS Hari Ini, 6 November 2026

Kamis, 5 November 2026 - 11:05 WIB

MNC Bank Pulihkan Layanan, Nasabah Bisa Tarik Tunai Lewat ATM dan Kantor Cabang

Kamis, 5 November 2026 - 02:00 WIB

Marvell Beli Lumentum, Transaksi Rp2.094 Triliun Jadi Sorotan Industri Teknologi

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Berita Terbaru

Crypto

Mengapa Harga Bitcoin Turun Hari Ini? Ini 5 Penyebabnya

Jumat, 6 Nov 2026 - 22:00 WIB