Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS – Nama Lakshmi Niwas Mittal dikenal luas sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh dalam industri baja dunia. Melalui perjalanan bisnis panjang, ia berhasil membangun kerajaan usaha yang menjangkau berbagai negara hingga melahirkan ArcelorMittal, salah satu produsen baja terbesar di dunia.

Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa perjalanan bisnis internasional Mittal memiliki keterkaitan dengan Indonesia. Langkah awal ekspansi bisnisnya di industri baja dimulai pada 1976, ketika ia mengembangkan usaha pabrik baja yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur.

Dari sebuah industri berskala kecil, Mittal kemudian membangun jaringan bisnis yang berkembang pesat. Perjalanan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kisah suksesnya menembus persaingan industri baja global.

Berdasarkan estimasi Forbes yang dikutip CNN Indonesia pada November 2026, kekayaan Mittal mencapai US$29,2 miliar atau sekitar Rp529 triliun dengan asumsi kurs Rp18.105 per dolar AS. Angka tersebut menempatkannya di posisi ke-79 dalam daftar orang terkaya dunia.

Memulai Kerajaan Bisnis Baja dari Indonesia

Perjalanan Mittal di industri baja tidak langsung dimulai dengan perusahaan raksasa. Pada 1976, ia mengambil langkah penting dengan mengembangkan bisnis baja di Indonesia.

Usaha yang berkaitan dengan pabrik baja di Sidoarjo itu menjadi salah satu pijakan awal dalam membangun jaringan industri lintas negara. Pengalaman mengelola dan mengembangkan usaha tersebut kemudian menjadi modal bagi Mittal untuk memperluas bisnis ke berbagai pasar internasional.

Seiring waktu, strategi ekspansi dan pengembangan perusahaan membawa Mittal ke panggung industri baja dunia. Bisnisnya terus tumbuh melalui pengembangan kapasitas produksi serta ekspansi ke sejumlah negara.

Perkembangan tersebut akhirnya mengantarkan perusahaan yang dibangunnya menjadi bagian dari ArcelorMittal, kelompok usaha yang dikenal sebagai salah satu pemain utama industri baja global.

Pernah Masuk Empat Besar Orang Terkaya Dunia

Kesuksesan bisnis baja turut mendongkrak kekayaan pribadi Mittal. Salah satu periode paling gemilang terjadi pada 2008.

Saat itu, kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$45 miliar atau setara sekitar Rp814,75 triliun. Nilai tersebut menempatkannya sebagai orang terkaya keempat di dunia pada masa itu.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Jadi Rp 44 Miliar, TPP ASN Kota Sungai Penuh Terancam Dikurangi

Meski kekayaannya mengalami perubahan mengikuti kondisi bisnis dan pasar, Mittal tetap menjadi salah satu figur penting dalam industri baja internasional.

Perusahaan yang dibangunnya juga menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan permintaan baja, persaingan global, hingga kebutuhan transformasi industri.

Estafet Kepemimpinan Beralih kepada Putranya

Dalam perkembangan perusahaan, Mittal mulai menyerahkan tanggung jawab operasional kepada generasi berikutnya.

Putranya, Aditya Mittal, resmi mengambil alih posisi CEO ArcelorMittal pada Februari 2021. Sementara itu, Lakshmi Mittal menjalankan peran sebagai executive chairman dengan fokus pada arah strategis perusahaan.

Aditya memiliki pengalaman panjang dalam bisnis keluarga tersebut. Penunjukannya menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di perusahaan yang telah berkembang menjadi pemain utama industri baja dunia.

Selain Aditya, putrinya, Vanisha Mittal Bhatia, juga tercatat memiliki keterlibatan dalam perusahaan sebagai direktur.

Masa Kecil Sederhana di India

Lakshmi Niwas Mittal lahir pada 15 Juni 1950 di Sadulpur, Rajasthan, India. Ia berasal dari keluarga Hindu dalam komunitas Marwari yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam perdagangan dan bisnis.

Kehidupan masa kecilnya jauh dari gambaran kemewahan yang kini melekat pada namanya. Menurut biografi yang dikutip dalam laporan CNN Indonesia, sekitar 20 anggota keluarganya pernah tinggal bersama dalam satu rumah yang dibangun oleh kakeknya.

Mereka menjalani kehidupan sederhana, tidur menggunakan dipan berbahan tali dan memasak dengan tungku api terbuka.

Pada dekade 1960-an, keluarganya pindah ke Calcutta, yang kini dikenal sebagai Kolkata, untuk mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Ayahnya, Mohanlal Mittal, kemudian menjalankan usaha di sektor baja.

Lingkungan keluarga inilah yang memperkenalkan Mittal sejak dini pada dunia industri dan perdagangan.

Pendidikan dan Awal Mengenal Industri Baja

Mittal menempuh pendidikan di Shri Daulatram Nopany Vidyalaya. Ia dikenal sebagai siswa berprestasi dan kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di St. Xavier’s College, Universitas Calcutta.

Perjalanan pendidikannya sempat menghadapi hambatan. Ia dikabarkan pernah mengalami kesulitan ketika mengajukan permohonan masuk karena kemampuan bahasa Inggrisnya dinilai belum memadai.

Baca Juga :  12 Mobil Keluarga Terbaik 2026, Harga Mulai Rp245 Juta hingga Rp2,9 Miliar

Namun, Mittal tidak menyerah. Ia berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana perdagangan atau Bachelor of Commerce (B.Com) dengan predikat first-class honors.

Ketertarikannya terhadap industri baja semakin kuat ketika mulai terlibat dalam perusahaan milik ayahnya, Nippon Denro Ispat.

Pada usia sekitar 19 tahun, Mittal membagi waktunya antara kuliah dan bekerja. Siang hari digunakan untuk mengikuti perkuliahan, sedangkan malam hari diisi dengan aktivitas di pabrik baja.

Pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai proses produksi, pengelolaan industri, serta tantangan bisnis baja.

Lakshmi Mittal dan Jejak Bisnisnya di Indonesia

Kisah Lakshmi Mittal menjadi gambaran bagaimana pengalaman membangun usaha dari skala kecil dapat berkembang menjadi bisnis berskala internasional.

Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan awal bisnisnya. Dari Indonesia, Mittal kemudian memperluas jangkauan usaha hingga menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri baja dunia.

Kisah ini juga memperlihatkan bahwa industri manufaktur Indonesia pernah menjadi bagian dari perjalanan ekspansi pengusaha global.

Meski kini lebih dikenal sebagai pengusaha internasional yang memiliki aktivitas bisnis di berbagai negara, perjalanan Mittal tetap menyimpan catatan penting tentang awal kiprahnya di Indonesia.


FAQ Lakshmi Mittal

1. Siapa Lakshmi Mittal?

Lakshmi Niwas Mittal adalah pengusaha asal India yang dikenal sebagai tokoh besar industri baja dunia dan pendiri kerajaan bisnis yang berkembang menjadi ArcelorMittal.

2. Berapa kekayaan Lakshmi Mittal pada 2026?

Menurut estimasi Forbes yang dikutip CNN Indonesia, kekayaannya mencapai sekitar US$29,2 miliar atau setara Rp529 triliun dengan asumsi kurs Rp18.105 per dolar AS.

3. Apa hubungan Lakshmi Mittal dengan Indonesia?

Mittal memulai salah satu langkah penting dalam perjalanan bisnis baja internasionalnya pada 1976 melalui pengembangan usaha pabrik baja di Sidoarjo, Jawa Timur.

4. Siapa CEO ArcelorMittal saat ini?

Aditya Mittal, putra Lakshmi Mittal, mengambil alih jabatan CEO ArcelorMittal pada Februari 2021.

5. Kapan Lakshmi Mittal lahir?

Lakshmi Mittal lahir pada 15 Juni 1950 di Sadulpur, Rajasthan, India.

Berita Terkait

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN
Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?
Simulasi KUR BSI Rp100 Juta Tenor 5 Tahun, Ketahui Angsuran dan Ketentuannya
BSU Kemnaker 2026: Syarat Penerima, Nominal Rp900 Ribu, dan Cara Cek
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 1 November 2026 Turun Rp21.000, Cek Daftar Harga Terbaru 0,5-100 Gram
Harga Emas ANTAM Hari Ini 1 November 2026: 1 Gram Rp2,52 Juta, Cek Daftar Lengkap Semua Ukuran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:00 WIB

Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo

Selasa, 3 November 2026 - 06:05 WIB

Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia

Selasa, 3 November 2026 - 01:04 WIB

Heboh Pajak Transfer Bank Mulai 9 November 2026, DJP Tegaskan Tidak Semua Transaksi Kena PPN

Senin, 2 November 2026 - 20:21 WIB

Transfer Bank Dikabarkan Kena Pajak 9 November 2026, Apakah BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Terdampak?

Senin, 2 November 2026 - 14:35 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Simpan Rp100 Juta, Berapa Keuntungannya?

Berita Terbaru