Update 2026: Ini Negara yang Paling Besar Berutang ke IMF

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sejumlah negara masih bergantung pada pembiayaan dari International Monetary Fund (IMF) untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Hingga 2026, tercatat lima negara dengan saldo pinjaman terbesar ke lembaga keuangan internasional tersebut.

Pinjaman IMF umumnya diberikan kepada negara yang mengalami krisis neraca pembayaran, lonjakan inflasi, hingga tekanan nilai tukar. Nilainya pun tidak lagi dalam kisaran miliaran kecil, melainkan puluhan miliar dolar AS.

Argentina Masih di Posisi Teratas

Argentina menjadi negara dengan utang IMF terbesar, mencapai sekitar USD57,7 miliar. Beban ini merupakan imbas dari krisis ekonomi yang melanda sejak 2018. Inflasi tinggi dan pelemahan mata uang membuat negara tersebut harus menerima paket bantuan terbesar dalam sejarah IMF.

Baca Juga :  Resmi! Rekrutmen SKK Migas 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Ukraina dan Dampak Konflik

Di posisi berikutnya ada Ukraina dengan pinjaman sekitar USD13,9 miliar. Dukungan IMF berperan menjaga stabilitas anggaran negara yang terdampak konflik dan ketidakpastian geopolitik.

Pakistan Masih Bergantung pada Program IMF

Pakistan tercatat memiliki pinjaman USD10,17 miliar. Negara ini beberapa kali masuk program IMF akibat tekanan fiskal dan defisit transaksi berjalan. Reformasi anggaran dan kebijakan moneter ketat menjadi syarat pencairan dana.

Ekuador dan Mesir Lengkapi Lima Besar

Ekuador memiliki saldo pinjaman sekitar USD9,95 miliar, sementara Mesir mencapai USD9,30 miliar. Keduanya menghadapi tantangan fiskal akibat tekanan harga komoditas dan kebutuhan stabilisasi ekonomi domestik.

Baca Juga :  Pajak Yamaha Nmax 2026 Naik, Ini Rincian Lengkap dan Biaya Terbarunya

Bagaimana dengan Indonesia?

Berbeda dari negara-negara tersebut, Indonesia tidak memiliki pinjaman aktif ke IMF. Pemerintah telah melunasi seluruh kewajiban pada 2006, setelah menerima bantuan saat krisis moneter 1998.

Meskipun utang luar negeri Indonesia pada akhir 2025 tercatat sekitar USD431,7 miliar dengan rasio terhadap PDB sekitar 40%, posisi tersebut masih dalam batas yang dinilai relatif aman dan tidak terkait dengan program pembiayaan IMF.

Berita Terkait

BNI Tawarkan KPR Cermat, Saldo Tabungan Bisa Bikin Cicilan Rumah Lebih Ringan
Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai
Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf
US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026
Desil 1-10 Artinya Apa? Cek Kategori, Bansos, dan Cara Mengetahui Statusnya
BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun
Bank Mandiri Minta Maaf Terkait Rekening Koordinator AMPB, Ini Penjelasannya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:00 WIB

BNI Tawarkan KPR Cermat, Saldo Tabungan Bisa Bikin Cicilan Rumah Lebih Ringan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Track and Trace untuk Cegah Pemalsuan Pita Cukai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Bidik Pasar BSD, Bank Sinarmas Buka Priority Lounge

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Botok Pati, Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:05 WIB

US Embassy Warns Citizens Ahead of Jakarta Protest on August 27, 2026

Berita Terbaru