Tarif Asuransi Global Turun 5%, Perusahaan Indonesia Punya Peluang Hemat Premi pada 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Tarif asuransi komersial global mengalami penurunan pada kuartal III 2026. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk menekan biaya premi sekaligus meningkatkan perlindungan aset menjelang penyusunan anggaran 2027.

Berdasarkan laporan Global Insurance Market Index Marsh, tarif asuransi komersial global turun 5% pada kuartal III 2026. Sementara itu, kawasan Asia mencatat penurunan lebih dalam, yakni sebesar 6%.

Penurunan tersebut menunjukkan pasar asuransi komersial masih berada dalam fase soft market. Kondisi ini ditandai dengan melimpahnya kapasitas penjaminan dan meningkatnya persaingan antarperusahaan asuransi.

Di Indonesia, tarif asuransi komersial turun sebesar 2% pada kuartal III 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penurunan 3% pada kuartal sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan persaingan harga di pasar asuransi Indonesia relatif lebih terkendali.

Baca Juga :  Inflasi Medis 2026 Naik, Mengapa Premi Asuransi Kesehatan Ikut Mahal?

Jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya, penurunan tarif di Indonesia tergolong lebih moderat. Korea Selatan mencatat penurunan 13%, Malaysia 10%, Taiwan 15%, dan Thailand 8%. Sementara Singapura dan Hong Kong masing-masing mengalami penurunan 6%.

Pada sektor properti, tarif asuransi global turun 10%, sedangkan Asia mengalami penurunan 7%. Di Indonesia, tarif asuransi properti terkoreksi 3%. Penurunan ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengevaluasi biaya perlindungan gedung, fasilitas produksi, dan aset bisnis lainnya.

Baca Juga :  10 Maskapai Terbaik di Dunia 2026 Versi Skytrax, Asia Dominasi Langit Penerbangan Global

Selain properti, tarif asuransi siber di Indonesia juga turun 3%. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, perdagangan elektronik, telekomunikasi, dan layanan digital untuk memperkuat perlindungan terhadap ancaman kejahatan siber.

Sementara itu, perusahaan perlu memanfaatkan momentum penurunan tarif dengan mengevaluasi kebutuhan perlindungan secara menyeluruh. Menjelang 2027, strategi terbaik bukan sekadar mendapatkan premi murah, melainkan memastikan perlindungan asuransi mampu menjaga aset, arus kas, dan keberlangsungan operasional perusahaan. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Perbandingan KUR BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Bunga Mulai 3%, Pinjaman hingga Rp500 Juta
Harga Biodiesel Terbaru November 2026 Resmi Turun Jadi Rp14.312 per Liter, Ini Penyebab dan Dampaknya
Harga BBM Hari Ini 4 November 2026: Pertamax Rp16.650 di Sumbar, Cek Jambi, Sumut, Bengkulu dan SPBU Swasta
Harga Emas Antam Hari Ini 4 November 2026 Naik, 1 Gram Rp2,58 Juta! Cek Harga Buyback Terbaru
Kredit Perbankan Tembus Rp9.245 Triliun, OJK Ungkap Pertumbuhan Pinjaman September 2026
Aturan Baru OJK Asuransi Kesehatan 2026, Nasabah Wajib Tahu Perubahan Premi dan Biaya Klaim
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia Berharta Rp529 Triliun yang Memulai Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Lengkap SPBU Shell yang Sudah Buka, Ada di 15 Wilayah Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 03:00 WIB

Tarif Asuransi Global Turun 5%, Perusahaan Indonesia Punya Peluang Hemat Premi pada 2027

Kamis, 5 November 2026 - 01:00 WIB

Perbandingan KUR BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Bunga Mulai 3%, Pinjaman hingga Rp500 Juta

Rabu, 4 November 2026 - 18:00 WIB

Harga Biodiesel Terbaru November 2026 Resmi Turun Jadi Rp14.312 per Liter, Ini Penyebab dan Dampaknya

Rabu, 4 November 2026 - 16:30 WIB

Harga BBM Hari Ini 4 November 2026: Pertamax Rp16.650 di Sumbar, Cek Jambi, Sumut, Bengkulu dan SPBU Swasta

Rabu, 4 November 2026 - 08:35 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 4 November 2026 Naik, 1 Gram Rp2,58 Juta! Cek Harga Buyback Terbaru

Berita Terbaru