Sari Yuliati Resmi Jadi Wakil Ketua DPR RI, Ini Rekam Jejak dan Kekayaannya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist/Google

Foto : Ist/Google

JAKARTA-Sari Yuliati resmi ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI sisa masa jabatan 2024–2029, menggantikan Adies Kadir. Politikus Partai Golkar ini ditetapkan pada Selasa, 27 Januari 2026, dan menambah daftar perempuan yang menempati posisi strategis di parlemen. Penunjukan tersebut memperkuat peran Sari yang selama ini dikenal aktif di Komisi III DPR RI.

Sari Yuliati merupakan anggota DPR RI periode 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Di internal Partai Golkar, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting, di antaranya Bendahara Umum DPP Partai Golkar dan Bendahara Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Di parlemen, Sari juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

Perempuan kelahiran Jakarta, 2 Juni 1976 ini mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, serta Kota Mataram. Kiprahnya di dapil tersebut dikenal aktif dalam memperjuangkan isu hukum, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Syarat dan Cara Daftar KUR Super Mikro BSI Hingga Rp10 Juta

Dari sisi pendidikan, Sari Yuliati memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 3 Pagi Duren Sawit, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 27 Duren Sawit dan SMA Negeri 81 Lab School Rawamangun. Pendidikan tinggi ia jalani di Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti sejak 1995 dan lulus tepat waktu pada 1999, sebelum diwisuda pada tahun 2000.

Sari tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik dengan peringkat lima besar IPK tertinggi di angkatannya. Pada masa kuliah, ia aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan dikenal vokal sebagai aktivis kampus, terutama pada momentum Reformasi 1998. Pada 2001, Sari melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Teknik pada awal 2003 hanya dalam waktu 18 bulan.

Tak berhenti di bidang teknik, Sari juga menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia sejak 2020 dan dinyatakan lulus pada 2025. Saat ini, ia masih melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung, sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademiknya di bidang hukum dan legislasi.

Baca Juga :  Purbaya Siapkan Rombak Massal Bea Cukai, Dari Pejabat Pusat hingga Petugas Pelabuhan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 15 Juli 2024, Sari Yuliati tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp55.661.774.154 atau sekitar Rp55,6 miliar. Aset terbesarnya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp47.924.468.090 yang seluruhnya diperoleh dari hasil sendiri.

Aset tanah dan bangunan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Bekasi, dan Tangerang Selatan, dengan total delapan bidang. Selain itu, Sari juga memiliki dua unit mobil, yakni Mercedes Benz GLE250D tahun 2016 dan Toyota Fortuner 4VRZ 4×4 AT Diesel tahun 2019. Ia tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp7,7 miliar serta utang Rp576,7 juta, tanpa kepemilikan surat berharga maupun harta bergerak lainnya. (*/net)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Revisi UU ASN 2026 Hapus PPPK Paruh Waktu, Ini Syarat Jadi Penuh Waktu
LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara
Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Februari 2026, Penempatan di Seluruh Indonesia
MenPAN-RB Beri Sinyal Tes CPNS 2026, Fokus Fresh Graduate Untuk Mengisi  160 Ribu ASN Yang Pensiun 
Tiba di Tanjung Priok, Harga Pikap Impor India untuk Koperasi Merah Putih Diperkirakan Rp 200 Jutaan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia, Tutup Usia 76 Tahun
Anggaran MBG Selama Ramadhan Rp. 8.000 – Rp. 10.000/ Porsi, Menunya Menu Kering 
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:00 WIB

Revisi UU ASN 2026 Hapus PPPK Paruh Waktu, Ini Syarat Jadi Penuh Waktu

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:09 WIB

LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:09 WIB

Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari

Kamis, 26 Februari 2026 - 04:59 WIB

BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Februari 2026, Penempatan di Seluruh Indonesia

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:55 WIB

MenPAN-RB Beri Sinyal Tes CPNS 2026, Fokus Fresh Graduate Untuk Mengisi  160 Ribu ASN Yang Pensiun 

Berita Terbaru