EKONOMI – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah analis menilai emiten tambang batu bara tersebut masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.
Berdasarkan analisis teknikal terbaru, saham BUMI dinilai memiliki potensi bergerak menuju area resistance di kisaran Rp174 hingga Rp181. Meski demikian, investor tetap diminta memperhatikan level support sebagai batas pengamanan risiko.
Saham BUMI Masih Menarik Secara Teknikal
Dalam kajian pasar terbaru, analis dari CGS International Sekuritas Indonesia menyebut saham BUMI saat ini berada dalam area yang cukup menarik untuk dipantau.
Secara teknikal, saham BUMI memiliki level support di rentang Rp161 hingga Rp164. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang menuju target kenaikan berikutnya masih terbuka.
“BUMI memiliki area support pada level Rp161-Rp164 dengan target terdekat di kisaran Rp174-Rp181,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.
Level resistance tersebut menjadi acuan penting bagi investor yang menerapkan strategi trading jangka pendek.
Pergerakan Saham BUMI Masih Fluktuatif
Pada penutupan perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BUMI berada di level Rp168 atau melemah sekitar 1,75 persen dibanding sesi sebelumnya.
Dalam satu pekan terakhir, saham emiten milik Grup Bakrie dan Salim tersebut mengalami koreksi sekitar 2,8 persen. Namun jika dilihat dalam periode satu bulan, saham BUMI masih mencatat kenaikan sekitar 2,4 persen.
Sementara itu, secara year to date (YTD), pergerakan saham BUMI masih berada dalam tren negatif dengan penurunan lebih dari 50 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saham BUMI masih menghadapi tekanan, meski peluang pemulihan jangka pendek tetap terbuka.
Investor Asing Masih Melakukan Aksi Jual
Di tengah potensi penguatan teknikal, data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan aksi jual bersih atau net sell terhadap saham BUMI.
Berdasarkan data pasar, nilai net sell asing pada perdagangan terakhir mencapai sekitar Rp85 miliar.
Aksi jual tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor karena dapat memengaruhi pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Meski demikian, sejumlah analis menilai tekanan jual asing belum tentu mengubah prospek teknikal selama harga mampu bertahan di atas area support utama.
Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Selain analisis teknikal, investor juga perlu memperhatikan beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi kinerja saham BUMI, antara lain:
- Pergerakan harga batu bara global.
- Kinerja keuangan perseroan.
- Sentimen ekonomi global.
- Arus dana investor asing.
- Kebijakan pemerintah terkait sektor energi dan pertambangan.
Kombinasi faktor fundamental dan teknikal tersebut akan menentukan arah pergerakan saham BUMI dalam beberapa waktu mendatang.
Prospek Saham BUMI
Jika mampu bertahan di atas level support Rp161-Rp164, saham BUMI berpeluang menguji area resistance Rp174 hingga Rp181.
Namun investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko yang ketat mengingat volatilitas saham sektor komoditas masih cukup tinggi.
Bagi trader jangka pendek, area support dan resistance dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi masuk maupun keluar dari pasar.
Sementara bagi investor jangka panjang, pemantauan terhadap perkembangan bisnis perseroan dan kondisi pasar komoditas global tetap menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi.









