RUU Kripto AS CLARITY Act: Voting Senat 15 September 2026, 60 Suara Jadi Penentu Bitcoin dan XRP

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 01:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Rancangan undang-undang (RUU) kripto Amerika Serikat atau Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) memasuki salah satu tahap paling menentukan di Senat AS.

Senat dijadwalkan melakukan procedural vote terhadap H.R. 3633 pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 2:15 siang waktu Eastern Time (ET). Berdasarkan jadwal resmi Senat, pemungutan suara tersebut merupakan motion to invoke cloture on the motion to proceed terhadap CLARITY Act.

Jika dikonversikan ke waktu Indonesia, jadwal tersebut sekitar Rabu, 16 September 2026 pukul 01.15 WIB.

Namun, ada satu hal penting: voting tersebut bukan pemungutan suara final untuk mengesahkan CLARITY Act menjadi undang-undang.

CLARITY Act Butuh 60 Suara

Tahap yang menjadi perhatian investor kripto adalah ambang 60 suara.

Jika cloture memperoleh sedikitnya 60 suara, proses pembahasan CLARITY Act dapat bergerak maju di Senat. Setelah itu, senator masih dapat membahas dan melakukan perubahan terhadap isi RUU sebelum tahap pemungutan suara final.

Dengan demikian, hasil voting prosedural ini akan menjadi indikator penting mengenai apakah Kongres AS memiliki momentum politik yang cukup untuk melanjutkan regulasi pasar aset digital.

Reuters melaporkan bahwa dukungan terhadap CLARITY Act cukup luas dari industri kripto, tetapi peluang mencapai 60 suara masih menghadapi ketidakpastian.

Apa Isi CLARITY Act?

CLARITY Act merupakan RUU yang dirancang untuk menciptakan kerangka regulasi lebih jelas bagi pasar aset digital di Amerika Serikat.

Salah satu tujuan utamanya adalah memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Kepastian mengenai regulator yang mengawasi aset digital menjadi isu besar bagi perusahaan kripto, bursa aset digital, investor institusional, dan penerbit token.

Jika disahkan, aturan tersebut berpotensi mengubah cara perusahaan kripto beroperasi di Amerika Serikat.

Mengapa Voting CLARITY Act Penting untuk Bitcoin dan XRP?

Pasar kripto memperhatikan voting tersebut karena regulasi AS dapat memengaruhi tingkat kepastian hukum bagi perusahaan dan aset digital.

Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL) serta saham perusahaan kripto dapat ikut merespons perkembangan politik di Washington.

Menjelang voting, pasar justru menunjukkan volatilitas tinggi. Laporan pasar pada Selasa menyebut Bitcoin sempat turun di bawah US$77.000, sementara saham perusahaan kripto seperti Coinbase juga tertekan.

Artinya, investor tidak hanya menunggu hasil voting, tetapi juga mencoba memperkirakan apakah CLARITY Act benar-benar dapat melewati seluruh proses legislatif.

Baca Juga :  7 Kesalahan Investor Kripto Pemula yang Harus Dihindari agar Tidak Kehilangan Uang

Mengapa CLARITY Act Sulit Mendapat 60 Suara?

Masalah utama berada pada negosiasi bipartisan.

Senat memiliki 53 senator Republik, sehingga jika seluruh anggota Republik mendukung, masih diperlukan dukungan dari senator di luar kelompok tersebut untuk mencapai ambang 60 suara.

Selain persoalan pembagian kewenangan SEC dan CFTC, sejumlah Demokrat meminta ketentuan etika yang lebih ketat terkait pejabat publik dan kepentingan mereka dalam bisnis kripto.

Versi revisi yang dirilis kubu Republik disebut telah memasukkan sejumlah perubahan untuk menjawab permintaan Demokrat. Namun, Demokrat masih mempertanyakan apakah ketentuan tersebut sudah cukup.

Di sisi lain, kelompok perbankan juga memiliki kekhawatiran terhadap sejumlah ketentuan stablecoin karena berpotensi meningkatkan persaingan dengan simpanan perbankan tradisional.

Apa yang Terjadi Jika Voting Lolos?

Jika cloture memperoleh 60 suara atau lebih, CLARITY Act dapat melanjutkan proses di Senat.

Investor kemudian akan memperhatikan:

  1. Pembahasan dan amendemen RUU.
  2. Potensi voting lanjutan di Senat.
  3. Perbedaan antara versi DPR dan Senat.
  4. Tahap final Kongres.
  5. Pengiriman RUU kepada Presiden AS.

Jadi, 60 suara bukan berarti CLARITY Act langsung menjadi undang-undang.

Apa yang Terjadi Jika Voting Gagal?

Jika cloture gagal mencapai 60 suara, perkembangan CLARITY Act dapat mengalami hambatan serius.

Kegagalan tersebut tidak otomatis berarti RUU mati selamanya, tetapi akan menjadi pukulan besar terhadap momentum legislasi regulasi kripto AS.

Bagi pasar, kegagalan juga dapat meningkatkan kembali ketidakpastian mengenai status hukum berbagai aset digital.

Dampak terhadap Pasar Kripto

Pasar kemungkinan memperhatikan tiga skenario utama.

1. Voting Lolos

Jika 60 suara tercapai, sentimen terhadap regulasi kripto AS berpotensi membaik.

Investor dapat melihat hasil tersebut sebagai sinyal bahwa Kongres mulai mendekati kerangka regulasi yang lebih jelas.

2. Voting Gagal

Jika tidak mencapai 60 suara, pasar dapat menganggapnya sebagai sinyal negatif terhadap prospek regulasi kripto AS dalam waktu dekat.

3. Hasil Tipis atau Negosiasi Berlanjut

Jika hasil voting sangat ketat, volatilitas Bitcoin, XRP, Ethereum dan aset kripto lainnya masih dapat berlanjut karena investor menunggu perkembangan berikutnya.

Karena itu, hasil voting harus dibedakan dari keputusan investasi. Pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi suku bunga, likuiditas dolar AS, kondisi ekonomi, arus ETF, geopolitik dan sentimen risiko global.

Jadwal Voting CLARITY Act dalam Waktu Indonesia

Berdasarkan jadwal resmi Senat, voting dijadwalkan sekitar 2:15 PM ET pada 15 September 2026.

Baca Juga :  15 altcoin pilihan analisis untuk Agustus 2026, Siap Sambut Reli Kripto Q4? Bitcoin, Solana hingga XRP Masuk Daftar

Perkiraan waktu Indonesia:

  • 🇺🇸 Washington, D.C.: 15 September, 14.15 ET
  • 🇮🇩 WIB: 16 September, sekitar 01.15 WIB
  • 🇮🇩 WITA: 16 September, sekitar 02.15 WITA
  • 🇮🇩 WIT: 16 September, sekitar 03.15 WIT

Waktu aktual dapat bergeser karena jadwal voting Senat dapat mengalami perubahan.

Kesimpulan

Voting Senat AS terhadap CLARITY Act pada 15 September 2026 menjadi salah satu agenda terpenting bagi industri aset digital.

Yang dipertaruhkan pada tahap ini bukan pengesahan final RUU, melainkan apakah Senat dapat mencapai 60 suara untuk melanjutkan proses pembahasan.

Bagi investor Bitcoin, XRP, Ethereum dan aset digital lainnya, hasil tersebut penting karena dapat memberikan gambaran mengenai arah regulasi pasar kripto terbesar di dunia.

Hasil akhir voting menjadi faktor yang patut diperhatikan, tetapi investor tetap perlu membedakan perkembangan regulasi dari keputusan membeli atau menjual aset kripto.

FAQ CLARITY Act dan Voting Senat AS

Apa itu CLARITY Act?

CLARITY Act atau H.R. 3633 adalah rancangan undang-undang yang bertujuan menciptakan kerangka regulasi bagi aset digital di Amerika Serikat.

Kapan voting CLARITY Act dilakukan?

Senat AS dijadwalkan melakukan voting prosedural pada 15 September 2026 sekitar pukul 2:15 PM ET, atau sekitar 01.15 WIB pada 16 September 2026.

Apakah voting tersebut merupakan voting final?

Bukan. Voting tersebut merupakan procedural vote mengenai cloture pada motion to proceed.

Berapa suara yang dibutuhkan?

Dibutuhkan 60 suara untuk melewati tahap cloture tersebut.

Apakah CLARITY Act langsung menjadi UU jika mendapat 60 suara?

Tidak. Jika lolos, RUU masih harus melewati tahapan legislatif berikutnya sebelum dapat menjadi undang-undang.

Apa dampak CLARITY Act terhadap Bitcoin?

CLARITY Act dapat memberikan kepastian regulasi yang lebih besar bagi industri aset digital AS. Namun, dampak langsung terhadap harga Bitcoin tidak dapat dipastikan karena BTC dipengaruhi banyak faktor lain.

Apakah XRP akan terdampak?

XRP dapat menjadi salah satu aset yang diperhatikan pasar karena kejelasan klasifikasi dan kewenangan regulator dapat memengaruhi lingkungan perdagangan aset digital di AS.

Apakah Ethereum dan Solana juga terdampak?

Potensinya ada. Kerangka regulasi yang lebih jelas dapat memengaruhi perusahaan, bursa dan proyek yang menggunakan berbagai aset digital, termasuk Ethereum dan Solana.

Di mana melihat hasil voting resmi?

Hasil resmi sebaiknya dikonfirmasi melalui catatan pemungutan suara Senat AS dan sumber berita kredibel setelah voting berlangsung. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Cara Memilih Cold Wallet Kripto Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang, Jangan Salah Pilih
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 13 September 2026 Tembus Rp1,35 Miliar, BTC Turun 0,21% — Saatnya Beli atau Tunggu?
Bitcoin Tertekan ke US$76.700, Analis Bidik US$82.000 Akhir September: Ini Level yang Perlu Dipantau
Harga Bitcoin Hari Ini 11 September 2026: BTC Turun 0,70% ke Rp1,36 Miliar, Apakah Bakal Naik Lagi?
Harga Kripto Terbaru Hari Ini 8 September 2026: Bitcoin Turun, XRP dan Solana Melemah, Altcoin Mulai Menguat
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 6 September 2026 Tembus Rp1,4 Miliar, BTC Naik Tipis
Harga Bitcoin Hari Ini 5 September 2026 Tembus Rp1,4 Miliar, Cek Pergerakan BTC Terbaru
Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 01:02 WIB

RUU Kripto AS CLARITY Act: Voting Senat 15 September 2026, 60 Suara Jadi Penentu Bitcoin dan XRP

Senin, 14 September 2026 - 00:02 WIB

Cara Memilih Cold Wallet Kripto Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang, Jangan Salah Pilih

Minggu, 13 September 2026 - 23:02 WIB

Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 13 September 2026 Tembus Rp1,35 Miliar, BTC Turun 0,21% — Saatnya Beli atau Tunggu?

Jumat, 11 September 2026 - 14:18 WIB

Bitcoin Tertekan ke US$76.700, Analis Bidik US$82.000 Akhir September: Ini Level yang Perlu Dipantau

Jumat, 11 September 2026 - 01:32 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 11 September 2026: BTC Turun 0,70% ke Rp1,36 Miliar, Apakah Bakal Naik Lagi?

Berita Terbaru

Teknologi

ASUS TUF Gaming 16 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp27,99 Juta

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:00 WIB