Jakarta-Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Mata uang Garuda diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.960 hingga Rp18.020 per dolar AS, membuat level Rp18.000 kembali menjadi sorotan pelaku pasar.
Kondisi tersebut terjadi ketika investor di seluruh dunia memilih menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat. Pasar memperkirakan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga, namun arah kebijakan selanjutnya tetap menjadi perhatian utama.
Pada penutupan perdagangan Selasa (28/7), rupiah berada di level Rp17.962 per dolar AS, atau melemah sekitar 0,15 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) bertahan di kisaran 101,54, menunjukkan mata uang Negeri Paman Sam masih cukup kuat.
Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari luar negeri. Pasar juga mencermati proses pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia setelah mundurnya Perry Warjiyo. Investor berharap pemerintah segera menetapkan gubernur definitif agar stabilitas kebijakan moneter tetap terjaga.
Analis menilai keputusan The Fed akan menjadi penentu arah pasar keuangan dalam beberapa hari ke depan. Jika bank sentral AS masih mempertahankan sikap ketat terhadap inflasi, dolar berpotensi semakin menguat dan memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain itu, ketegangan geopolitik global juga masih membayangi pasar. Konflik di Timur Tengah yang sempat mendorong kenaikan harga minyak dunia membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana di aset berisiko.
Meski demikian, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah masih berada dalam kisaran yang dapat dikelola. Kebijakan Bank Indonesia serta masuknya kembali aliran modal asing menjadi faktor penting yang dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar dalam beberapa waktu ke depan.
Pelaku pasar kini menunggu hasil rapat FOMC beserta pernyataan Ketua The Fed yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan dolar AS, rupiah, pasar saham, hingga harga emas secara global.
FAQ
Mengapa rupiah melemah hari ini?
Karena pasar menunggu keputusan suku bunga The Fed, dolar AS menguat, dan investor mencermati transisi kepemimpinan Bank Indonesia.
Berapa proyeksi kurs rupiah hari ini?
Diperkirakan berada di kisaran Rp17.960 hingga Rp18.020 per dolar AS.
Apakah rupiah bisa kembali menguat?
Peluangnya tetap ada jika sentimen global membaik, arus modal asing kembali masuk, dan kebijakan Bank Indonesia mampu menjaga kepercayaan pasar.
Apa dampak rupiah melemah?
Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor, memengaruhi harga barang, serta berdampak pada pergerakan pasar saham dan harga emas. (Tim )
Editor : FANDA YOSEPHTA









