Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.843 per Dolar AS, The Fed dan MSCI Jadi Sorotan Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke level Rp17.843 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pergerakan rupiah dipengaruhi penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga The Fed, serta sentimen pasar global dan keputusan MSCI terkait status Indonesia sebagai negara berkembang.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke level Rp17.843 per dolar AS pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pergerakan rupiah dipengaruhi penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga The Fed, serta sentimen pasar global dan keputusan MSCI terkait status Indonesia sebagai negara berkembang.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026). Mata uang Garuda terkoreksi 39 poin atau 0,22% ke level Rp17.843 per dolar AS.

Pergerakan rupiah menjadi perhatian pelaku pasar setelah dolar AS kembali menguat di tengah ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Sentimen global tersebut membuat sejumlah mata uang negara berkembang berada di bawah tekanan.

Pada awal perdagangan, rupiah sempat dibuka di level Rp17.813 per dolar AS. Namun tekanan jual terus meningkat hingga akhirnya ditutup lebih rendah pada akhir sesi perdagangan.

Pengamat pasar menilai penguatan dolar AS dipicu oleh sikap The Fed yang masih mempertahankan pandangan hawkish. Sejumlah pejabat bank sentral AS bahkan memperkirakan masih ada peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun 2026.

Baca Juga :  Paramount Menang Tawar, Netflix Mundur dari Akuisisi Warner Bros

Selain faktor suku bunga, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan optimisme pemulihan jalur perdagangan melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

Harapan kembalinya pasokan minyak global ke pasar internasional membuat investor mulai menyesuaikan strategi investasi mereka. Dampaknya terlihat pada pergerakan mata uang dan pasar keuangan di berbagai negara.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga indeks global tersebut tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market atau negara berkembang.

Keputusan itu cukup melegakan pasar. Sebelumnya, muncul kekhawatiran Indonesia berpotensi mengalami penurunan status akibat isu transparansi dan kualitas arus informasi di pasar modal.

Meski memberikan catatan terkait struktur kepemilikan saham dan aktivitas perdagangan tertentu, MSCI masih menilai Indonesia memiliki tingkat keterbukaan pasar yang memadai. Kondisi tersebut membuka peluang masuknya kembali dana asing ke pasar keuangan nasional.

Baca Juga :  Skema Baru Gaji ke-13 2026, Ini Daftar ASN yang Tidak Akan Menerima

Analis memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi arah kebijakan The Fed, data ekonomi AS, serta perkembangan arus modal asing. Jika sentimen global membaik, peluang penguatan rupiah masih terbuka dalam beberapa pekan ke depan.

FAQ

Mengapa rupiah melemah hari ini?
Rupiah melemah akibat penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.

Berapa kurs rupiah terhadap dolar AS hari ini?
Rupiah ditutup di level Rp17.843 per dolar AS pada Senin, 22 Juni 2026.

Apa dampak keputusan MSCI bagi Indonesia?
Keputusan MSCI mempertahankan status Emerging Market berpotensi meningkatkan kepercayaan investor asing.

Apakah rupiah bisa kembali menguat?
Peluangnya masih ada jika arus modal asing meningkat dan sentimen global membaik. (Tim)

Berita Terkait

BSI Tingkatkan Kualitas BYOND 2026, Transaksi Makin Cepat dan Stabil untuk 23 Juta Nasabah
Mobil Listrik Eropa Rp120 Jutaan Resmi Dijual, Jarak Tempuh Capai 320 Km
Aturan Baru Outsourcing Segera Terbit, Simak Daftar Pekerjaan yang Diizinkan
Cari Mobil untuk Mahasiswa? Ini 10 Pilihan Paling Irit dan Terjangkau Tahun 2026
Gaji Rp15 Juta Sebulan, Ribuan Pelamar Serbu Bursa Kerja di Malaysia
Cara Mendapatkan Diskon Tiket Whoosh Saat Libur Sekolah 2026
Sinopsis Colony, Film Korea yang Sukses Besar di Indonesia dan Asia
Lowongan Padat Karya DKI 2026 Dibuka, Tanpa Syarat Ijazah dan Bebas Titipan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:49 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.843 per Dolar AS, The Fed dan MSCI Jadi Sorotan Investor

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

BSI Tingkatkan Kualitas BYOND 2026, Transaksi Makin Cepat dan Stabil untuk 23 Juta Nasabah

Senin, 22 Juni 2026 - 12:00 WIB

Mobil Listrik Eropa Rp120 Jutaan Resmi Dijual, Jarak Tempuh Capai 320 Km

Senin, 22 Juni 2026 - 11:00 WIB

Aturan Baru Outsourcing Segera Terbit, Simak Daftar Pekerjaan yang Diizinkan

Senin, 22 Juni 2026 - 10:00 WIB

Cari Mobil untuk Mahasiswa? Ini 10 Pilihan Paling Irit dan Terjangkau Tahun 2026

Berita Terbaru