Rupiah Melemah ke Rp18.029 per Dollar AS, Ini Daftar Barang yang Berpotensi Mahal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah setelah menyentuh level Rp18.029 per dollar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kenaikan harga berbagai barang konsumsi dan kebutuhan masyarakat.

Pelemahan rupiah membuat biaya impor meningkat karena pelaku usaha harus mengeluarkan lebih banyak rupiah untuk membeli barang, bahan baku, maupun komponen dari luar negeri. Dampaknya tidak hanya dirasakan produk impor, tetapi juga barang produksi dalam negeri yang masih bergantung pada bahan baku dan transaksi berbasis dollar AS.

Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan depresiasi rupiah dalam enam bulan terakhir mencapai 7,29 persen terhadap dollar AS.

Menurutnya, pelemahan rupiah kali ini cukup serius karena terjadi hampir terhadap seluruh mata uang utama dunia, termasuk negara-negara ASEAN.

“Rupiah melemah terhadap 86 persen mata uang dunia dan terhadap seluruh mata uang utama ASEAN seperti SGD, THB, MYR, VND, dan PHP,” ujarnya.

Barang yang Diprediksi Mengalami Kenaikan Harga

Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memicu inflasi akibat meningkatnya biaya impor dan produksi. Jika kondisi terus berlangsung, masyarakat diperkirakan akan menghadapi kenaikan harga di berbagai sektor.

Beberapa kelompok barang yang dinilai paling rentan mengalami kenaikan harga antara lain:

1. Produk Elektronik

Barang elektronik menjadi salah satu sektor paling terdampak karena mayoritas komponennya masih bergantung pada impor.

Produk seperti:

  • Smartphone
  • Laptop
  • Televisi
  • AC
  • Kulkas
  • Mesin cuci

berpotensi mengalami penyesuaian harga jika rupiah terus melemah.

Selain itu, biaya distribusi dan logistik juga dapat meningkat seiring kenaikan nilai dollar AS.

2. Produk Otomotif

Industri otomotif juga menghadapi tekanan besar karena banyak komponen kendaraan masih berasal dari luar negeri.

Harga:

  • Mobil baru
  • Sepeda motor
  • Sparepart kendaraan
  • Oli dan aksesori

diperkirakan ikut naik apabila pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang.

Kondisi ini juga dapat berdampak pada cicilan kendaraan karena potensi kenaikan suku bunga kredit.

3. Produk FMCG dan Kebutuhan Harian

Barang konsumsi cepat saji atau fast moving consumer goods (FMCG) ikut terdampak akibat naiknya biaya bahan baku impor.

Baca Juga :  Rupiah Ditutup Melemah Lagi! Sentuh Rp17.181 per Dolar AS, Asia Tak Kompak

Beberapa produk yang berpotensi naik harga:

  • Susu formula
  • Makanan kemasan
  • Minuman instan
  • Produk perawatan tubuh
  • Sabun dan deterjen

Meski diproduksi di dalam negeri, banyak bahan baku industri FMCG masih menggunakan komponen impor.

4. Material Bangunan

Sektor properti dan konstruksi juga tidak luput dari dampak pelemahan rupiah.

Harga material seperti:

  • Besi
  • Baja
  • Keramik
  • Kabel listrik
  • Cat
  • Peralatan konstruksi

diperkirakan ikut meningkat karena sebagian bahan baku dan mesin masih bergantung pada impor.

Jika kondisi ini berlangsung lama, harga rumah dan biaya pembangunan dapat ikut melonjak.

5. Pakaian dan Produk Fashion

Industri tekstil nasional juga menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan baku impor.

Produk seperti:

  • Pakaian jadi
  • Sepatu
  • Tas
  • Kain impor

berpotensi mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan mendatang.

Masyarakat Desa Dinilai Paling Rentan

Wijayanto menilai masyarakat pedesaan menjadi kelompok yang paling rentan terdampak pelemahan rupiah.

Menurutnya, masyarakat desa umumnya memiliki akses informasi dan kemampuan adaptasi ekonomi yang lebih terbatas dibanding masyarakat perkotaan.

“Mereka menjadi pure price taker atau kelompok yang paling sulit beradaptasi terhadap kenaikan harga,” jelasnya.

Selain itu, petani dan peternak juga menghadapi tekanan karena biaya produksi meningkat lebih cepat dibanding kenaikan harga jual hasil usaha mereka.

Dunia Usaha Hadapi Tekanan Berlapis

Pelemahan rupiah juga meningkatkan beban dunia usaha karena biaya pendanaan dan bunga kredit berpotensi naik.

Sektor yang paling berisiko terkena dampak:

  • Properti
  • Otomotif
  • Elektronik
  • Farmasi
  • Industri makanan

Sementara itu, eksportir komoditas seperti batu bara, CPO, dan nikel justru berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan mereka berbasis dollar AS.

APBN dan Utang Pemerintah Berpotensi Membengkak

Dampak pelemahan rupiah tidak hanya dirasakan masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga pemerintah.

Sekitar 25 persen utang pemerintah masih menggunakan denominasi valuta asing. Ketika rupiah melemah, kewajiban pembayaran otomatis meningkat.

Baca Juga :  Bursa Asia Tertekan Pasca Libur Panjang, IHSG Terancam Melemah

Wijayanto memperkirakan depresiasi rupiah sepanjang 2026 dapat menambah beban utang pemerintah hingga Rp175 triliun.

Selain itu:

  • Defisit APBN berpotensi meningkat
  • Beban subsidi energi bertambah
  • Pembayaran bunga utang naik
  • Ruang fiskal pemerintah makin sempit

Kondisi ini dapat memperberat tekanan terhadap ekonomi nasional apabila tidak segera diantisipasi.

Risiko Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga

Pelemahan rupiah juga meningkatkan risiko imported inflation atau inflasi akibat kenaikan harga barang impor.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertimbangkan kenaikan BI Rate atau SRBI Rate.

Jika suku bunga naik:

  • Cicilan kredit rumah dapat meningkat
  • Kredit kendaraan menjadi lebih mahal
  • Dunia usaha menghadapi bunga pinjaman lebih tinggi
  • Konsumsi masyarakat bisa melambat

Karena itu, stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah Diminta Fokus Perbaiki Fundamental Ekonomi

Wijayanto menilai pemerintah perlu fokus memperbaiki akar masalah pelemahan rupiah, bukan hanya menangani dampaknya.

Langkah yang dinilai penting meliputi:

  • Penguatan neraca pembayaran
  • Perbaikan strategi fiskal
  • Stabilitas kebijakan ekonomi
  • Peningkatan kepercayaan investor
  • Penguatan sektor ekspor

Menurutnya, komunikasi kebijakan yang jelas juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas pasar dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang.

FAQ

Mengapa rupiah melemah terhadap dollar AS?

Rupiah melemah akibat tekanan global, ketidakpastian ekonomi, arus modal keluar, dan tingginya permintaan dollar AS.

Barang apa yang paling terdampak pelemahan rupiah?

Produk elektronik, otomotif, FMCG, material bangunan, dan produk fashion menjadi sektor yang paling rentan mengalami kenaikan harga.

Apakah harga rumah bisa naik?

Bisa. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan harga material bangunan dan bunga kredit properti.

Siapa yang paling terdampak?

Masyarakat berpenghasilan rendah, warga pedesaan, serta pelaku usaha yang bergantung pada impor menjadi kelompok paling rentan.

Apakah BI Rate bisa naik?

Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi.

Berita Terkait

IHSG Ambruk ke Level Terendah 5 Tahun, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun, Ancaman MSCI Bikin Pasar Berguncang
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini 5 Dampak Besar yang Mengancam Ekonomi Indonesia
Raja E-Commerce China Temu Didenda Rp4,1 Triliun
Pelajar Bisa Cuan dari Rumah, Ini Cara Cari Uang Online yang Fleksibel
Mau Dapat Uang dari TikTok? Ini Panduan Mudah untuk Pemula
Catat Jadwal Promo Shopee Juni 2026, Ada Diskon hingga 60 Persen dan Flash Sale Murah
Tokopedia Banjir Diskon Bulan Ini, Flash Sale dan Voucher Jadi Incaran
Cara Top Up DANA Tanpa Biaya Admin 2026, Bisa Gratis Transfer
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:31 WIB

IHSG Ambruk ke Level Terendah 5 Tahun, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun, Ancaman MSCI Bikin Pasar Berguncang

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:04 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini 5 Dampak Besar yang Mengancam Ekonomi Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp18.029 per Dollar AS, Ini Daftar Barang yang Berpotensi Mahal

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:00 WIB

Raja E-Commerce China Temu Didenda Rp4,1 Triliun

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pelajar Bisa Cuan dari Rumah, Ini Cara Cari Uang Online yang Fleksibel

Berita Terbaru