Jakarta-Rupiah memulai perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda dibuka naik sekitar 0,02 persen atau tiga poin ke level Rp18.070 per dolar AS setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp18.073 per dolar AS.
Pergerakan rupiah masih dipengaruhi keputusan Federal Reserve (The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen. Kebijakan tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Meski demikian, penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Indeks dolar AS (DXY) tetap bertahan di kisaran 100,91 sehingga ruang penguatan mata uang regional belum terlalu besar. Investor juga masih menunggu arah kebijakan lanjutan bank sentral AS melalui pernyataan para pejabat The Fed.
Dari sisi global, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Optimisme sempat muncul setelah adanya peluang diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut.
Ketidakpastian geopolitik tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati. Fluktuasi harga minyak dunia dan arus modal asing masih menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Sementara itu, sentimen domestik juga menjadi perhatian investor. Kondisi ekonomi nasional, stabilitas fiskal, hingga perkembangan indikator kepercayaan pasar diperkirakan akan ikut menentukan arah pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini.
Sejumlah analis memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Kisaran pergerakan diperkirakan berada di rentang Rp18.070 hingga Rp18.130 per dolar AS, bergantung pada respons pasar terhadap perkembangan global dan arus dana asing.
Dengan kombinasi sentimen dari kebijakan The Fed, kondisi geopolitik, serta faktor domestik, investor disarankan terus mencermati perkembangan pasar. Pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berubah cepat seiring munculnya data ekonomi dan dinamika pasar keuangan internasional. (Tim )
Editor : FANDA YOSEPHTA









