Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp18.070 per Dolar AS, Pasar Menanti Dampak Keputusan The Fed

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Rupiah memulai perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, dengan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda dibuka naik sekitar 0,02 persen atau tiga poin ke level Rp18.070 per dolar AS setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp18.073 per dolar AS.

Pergerakan rupiah masih dipengaruhi keputusan Federal Reserve (The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5-3,75 persen. Kebijakan tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Meski demikian, penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Indeks dolar AS (DXY) tetap bertahan di kisaran 100,91 sehingga ruang penguatan mata uang regional belum terlalu besar. Investor juga masih menunggu arah kebijakan lanjutan bank sentral AS melalui pernyataan para pejabat The Fed.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Hari Ini Bergerak di Area US$65.000, Ini Faktor yang Bisa Mendorong atau Menghambat Kenaikan

Dari sisi global, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Optimisme sempat muncul setelah adanya peluang diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut.

Ketidakpastian geopolitik tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati. Fluktuasi harga minyak dunia dan arus modal asing masih menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Indeks Bisnis-27 Hari Ini 7 September 2026 Menguat, Saham BUMI hingga AKRA Jadi Penggerak

Sementara itu, sentimen domestik juga menjadi perhatian investor. Kondisi ekonomi nasional, stabilitas fiskal, hingga perkembangan indikator kepercayaan pasar diperkirakan akan ikut menentukan arah pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini.

Sejumlah analis memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Kisaran pergerakan diperkirakan berada di rentang Rp18.070 hingga Rp18.130 per dolar AS, bergantung pada respons pasar terhadap perkembangan global dan arus dana asing.

Dengan kombinasi sentimen dari kebijakan The Fed, kondisi geopolitik, serta faktor domestik, investor disarankan terus mencermati perkembangan pasar. Pergerakan rupiah diperkirakan masih akan berubah cepat seiring munculnya data ekonomi dan dinamika pasar keuangan internasional. (Tim )

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback
CLARITY Act Gagal di Senat AS, Bitcoin Tertekan Lebih dari 5 Persen
Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared
The Fed Naikkan Suku Bunga 16 September 2026? Ini Sinyal Terbaru dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, Saham
Suku Bunga The Fed 16 September 2026: Diprediksi Naik 25 Bps, Jadi 3,75%-4%
Best Home Insurance Companies in 2026: Coverage and Costs Compared
Best AI Tools for Small Businesses in 2026: Save Time and Cut Costs
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:16 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 September 2026 Turun Lagi, Cek Antam, UBS, Galeri 24 dan Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 07:41 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 September 2026: 1 Gram Rp2,631 Juta, Cek Buyback

Rabu, 16 September 2026 - 05:01 WIB

Best Accounting Software for Small Business in 2026: Top Options Compared

Rabu, 16 September 2026 - 03:02 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga 16 September 2026? Ini Sinyal Terbaru dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, Saham

Rabu, 16 September 2026 - 00:02 WIB

Suku Bunga The Fed 16 September 2026: Diprediksi Naik 25 Bps, Jadi 3,75%-4%

Berita Terbaru