Rp16 Miliar Dana Sawit 2025 Bangun Jalan Kerinci Mudik, Renah Pemetik Masih Terabaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci pada tahun anggaran 2025 mengalokasikan 100 persen Dana Bagi Hasil Sawit (DBHS) senilai Rp16 miliar untuk pembangunan jalan di wilayah Kerinci bagian mudik. Kebijakan ini terpantau melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Kerinci yang memuat dua paket pekerjaan peningkatan infrastruktur jalan.

Paket pertama adalah pembangunan ruas Jalan Koto Rendah–Sungai Gelampeh dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp13,4 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh CV Korinci Sakti dengan nilai penawaran Rp13,3 miliar dan menjadi paket terbesar dalam penggunaan DBHS 2025.

Sementara itu, paket kedua adalah pembangunan Jalan Air Terjun–Sungai Beremas dengan HPS Rp2,6 miliar. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Putri Ayu dengan nilai penawaran Rp2,599 miliar. Dengan dua paket tersebut, total Dana Bagi Hasil Sawit Kabupaten Kerinci tahun 2025 terserap sepenuhnya untuk pembangunan jalan di wilayah mudik.

Baca Juga :  Stabilitas Harga Jadi Prioritas, Pemkot Sungai Penuh Gandeng Bapanas

Namun, kebijakan ini memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat di wilayah lain, khususnya warga Kecamatan Air Hangat Timur. Mereka menilai masih banyak akses jalan yang rusak parah dan belum tersentuh pembangunan, salah satunya jalan menuju kawasan Renah Pemetik.

Kondisi jalan ke Renah Pemetik dilaporkan semakin memprihatinkan, terutama saat musim hujan. Kerusakan jalan dinilai tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi sosial dan kemanusiaan masyarakat setempat.
Bahkan, baru-baru ini terjadi peristiwa yang menyita perhatian publik ketika sejumlah warga harus berjalan kaki menandu jenazah seorang warga dari Renah Pemetik karena kendaraan tidak dapat melintasi jalan yang rusak parah. Peristiwa tersebut kembali membuka sorotan terhadap ketimpangan pembangunan infrastruktur antarwilayah di Kabupaten Kerinci.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Luncurkan Program Bantuan Pangan untuk 7.397 Keluarga

Salah seorang penampung kopi dan kulit manis dari Renah Pemetik mengungkapkan harapan agar pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi akses jalan ke wilayah tersebut. Menurutnya, jalan merupakan urat nadi utama bagi aktivitas pertanian dan distribusi hasil kebun warga.

“Kami yang berladang di Renah Pemetik sangat berharap jalan ke sana dibangun. Kondisinya sekarang rusak parah dan menyulitkan aktivitas kami sehari-hari,” ujarnya. Masyarakat berharap ke depan alokasi anggaran infrastruktur, termasuk Dana Bagi Hasil Sawit, dapat lebih merata dan mempertimbangkan kebutuhan wilayah terpencil. (fyo)

 

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Rehab Jalan Renah Pemetik Mulai Dikerjakan, Warga Pertanyakan Sumber Anggaran Perbaikan
Proyek Pengendalian Banjir Batang Merao Dikebut, Selesai Akhir 2026
Gubernur Maluku Utara Keluhkan Kas Daerah Tak Cukup Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026, Nasib Ribuan Pegawai Terancam?
Kebakaran Hebat di Sebukar Kerinci Malam Ini, Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Asraf Ikut Dilalap Api
Proyek RSUD Kerinci Resmi Dimulai : Hari Ini Kontraktor Pelaksana PT Urban Teken Kontrak, Pengawasan Senilai Rp2,83 Miliar
Dari RS Tipe D Bukit Kerman hingga RS Tipe C Siulak, Bukti Pembangunan Kesehatan Kerinci yang Berkelanjutan
Tender RSUD Kerinci Rp137,5 Miliar Rampung, Monadi Sebut Kado Bahagia untuk Masyarakat
20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:34 WIB

Rehab Jalan Renah Pemetik Mulai Dikerjakan, Warga Pertanyakan Sumber Anggaran Perbaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:36 WIB

Proyek Pengendalian Banjir Batang Merao Dikebut, Selesai Akhir 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:18 WIB

Gubernur Maluku Utara Keluhkan Kas Daerah Tak Cukup Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026, Nasib Ribuan Pegawai Terancam?

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:54 WIB

Kebakaran Hebat di Sebukar Kerinci Malam Ini, Rumah Orang Tua Mantan Pj Bupati Asraf Ikut Dilalap Api

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:01 WIB

Proyek RSUD Kerinci Resmi Dimulai : Hari Ini Kontraktor Pelaksana PT Urban Teken Kontrak, Pengawasan Senilai Rp2,83 Miliar

Berita Terbaru

Internasional

Hasil Moto3 Hungaria Direvisi, Veda Ega Pratama Kembali Pimpin Rookie

Senin, 15 Jun 2026 - 16:00 WIB

Ekonomi

Pengganti LPG Mulai Disiapkan, RI Bakal Pakai CNG 3 Kg

Senin, 15 Jun 2026 - 15:00 WIB