Purbaya: Langkah BI Kini Lebih Efektif, Rupiah Ikut Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Nilai tukar rupiah kembali bergerak menguat pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan tersebut tidak bisa dikaitkan hanya dengan sosok Thomas Djiwandono yang baru terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Purbaya menyatakan, faktor utama penguatan rupiah adalah perbaikan langkah kebijakan yang dilakukan oleh BI dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, respons bank sentral terhadap dinamika pasar valuta asing kini lebih cepat dan terukur.

“Ini bukan soal Pak Thomas saja. Memang kebijakan BI sekarang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Kita serahkan stabilitas nilai tukar sepenuhnya kepada bank sentral, dan sejauh ini mereka menunjukkan hasil yang baik,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga :  Rupiah Melemah Premi Asuransi Naik ? Ini Dampaknya ke Keuangan Anda!

Purbaya juga menilai sentimen global memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk menguat. Dolar AS disebut mulai menunjukkan kecenderungan melemah, sementara beberapa negara melakukan upaya bersama untuk memperkuat mata uangnya, termasuk yen Jepang.

Dengan kombinasi faktor domestik dan global tersebut, Menkeu optimistis rupiah masih memiliki potensi apresiasi lebih lanjut, selama kebijakan BI tetap konsisten dan fundamental ekonomi nasional dijaga dengan baik.

Baca Juga :  THR PNS 2026 Resmi Cair 100 Persen, Ini Rincian dan Simulasinya

“Tugas kami di Kementerian Keuangan adalah memastikan fondasi ekonomi kuat sehingga investor punya alasan untuk masuk. Ketika itu terjadi, dampaknya langsung terasa ke rupiah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan ekonomi Indonesia sedang berlangsung secara bertahap dan tidak sekadar tercatat di atas kertas.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 13.58 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.755 per dolar AS, menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.782 per dolar AS.

Berita Terkait

Promo PLN Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Daftar Harganya
Resmi Dilantik, Ini Profil Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru
Kabar Gembira untuk ASN! BKN Uji Coba Program Kerja Dekat Rumah, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat
1 Riyal Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs Riyal Arab Saudi ke Rupiah Terbaru 22 Juli 2026
Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp29,29 Triliun, Begini Strategi Pramono Jaga Ekonomi dan Inflasi
Hak dan Kewajiban Ojol Bakal Diatur dalam Undang-Undang Khusus, DPR Ungkap Alasannya
BI Rate Diproyeksi Naik Jadi 6% Hari Ini, Ini Dampaknya bagi KPR, Deposito, Pinjaman dan Rupiah
Rekening Orang Kaya Bisa Diakses DJP? Begini Penjelasan Resmi Ditjen Pajak
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:02 WIB

Promo PLN Diskon Tambah Daya 50 Persen hingga 27 Juli 2026, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:55 WIB

Kabar Gembira untuk ASN! BKN Uji Coba Program Kerja Dekat Rumah, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:01 WIB

1 Riyal Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs Riyal Arab Saudi ke Rupiah Terbaru 22 Juli 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:00 WIB

Pendapatan DKI Jakarta Tembus Rp29,29 Triliun, Begini Strategi Pramono Jaga Ekonomi dan Inflasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00 WIB

Hak dan Kewajiban Ojol Bakal Diatur dalam Undang-Undang Khusus, DPR Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Internasional

Benarkah Lamine Yamal Masih Keluarga Lionel Messi? Simak Faktanya

Kamis, 23 Jul 2026 - 04:00 WIB