Prabowo Bersih-Bersih ASN, 58 PNS Dipecat karena Asusila hingga Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan langkah tegas dalam merapikan birokrasi. Upaya ini dilakukan dengan membersihkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai pelanggaran serius, mulai dari tindakan asusila hingga praktik korupsi.

Langkah konkret terlihat dari keputusan Kementerian PANRB yang memberhentikan puluhan ASN setelah melalui proses sidang disiplin. Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan bahwa total 58 ASN resmi diberhentikan akibat pelanggaran berat yang terbukti dilakukan di berbagai instansi pemerintah.

Kasus yang ditangani tidak sedikit. Dalam dua kali sidang yang digelar pada awal tahun 2026, pemerintah menemukan puluhan pelanggaran, mulai dari ketidakhadiran kerja tanpa alasan jelas, pelanggaran integritas, tindakan asusila, hingga tindak pidana korupsi.

Rinciannya, terdapat puluhan kasus bolos kerja, pelanggaran moral, hingga penyalahgunaan jabatan. Dari seluruh kasus tersebut, sebagian besar berujung pada sanksi berat seperti pemberhentian tidak dengan hormat, sementara lainnya mendapat sanksi administratif hingga penurunan jabatan.

Baca Juga :  Thomas Djiwandono Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Profilnya

Pemerintah juga tidak hanya berhenti pada penindakan. Sejumlah aturan baru mulai diterapkan untuk memperkuat sistem pengawasan ASN. Salah satunya adalah penerbitan regulasi terbaru terkait sistem merit dalam manajemen ASN yang bertujuan menciptakan aparatur yang profesional dan bebas dari praktik KKN.

Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto menjelaskan bahwa sistem merit kini diperkuat melalui integrasi pengelolaan kinerja, pengembangan kompetensi, hingga digitalisasi manajemen ASN. Sistem ini diharapkan mampu mendorong transparansi dan objektivitas dalam penilaian kinerja pegawai.

Selain itu, pemerintah menargetkan transformasi besar dalam birokrasi melalui visi jangka panjang. Dalam kerangka Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional 2025–2045, Indonesia menargetkan terciptanya birokrasi kelas dunia yang profesional, adaptif, dan berintegritas tinggi.

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu

Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arief Fakrulloh menegaskan bahwa pengisian jabatan ke depan harus berbasis kompetensi dan kebutuhan organisasi. Dengan sistem manajemen talenta yang terintegrasi, setiap posisi akan diisi oleh ASN yang memiliki kemampuan dan rekam jejak yang jelas.

Langkah bersih-bersih ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi memberi ruang bagi pelanggaran di tubuh birokrasi. Fokus ke depan bukan hanya penegakan disiplin, tetapi juga membangun ASN yang berkualitas demi mendukung target besar Indonesia Emas 2045. (*/Tim)

Berita Terkait

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100.000 per Bulan
Kenaikan Pangkat ASN Oktober 2026, Begini Cara Mengecek Status di MyASN
Profil Tandyo Budi Revita, KSAD Baru yang Menggantikan Maruli Simanjuntak
Gaji KSAD 2026 Tembus Rp48,6 Juta? Ini Rincian Tunjangan dan Fasilitasnya
Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Ini Jabatan Barunya
DJP Kantongi Daftar Wajib Pajak Penerima Pengurangan Sanksi hingga 100 Persen, Cek Peluangnya
DJP Bidik 30 Bank dan Fintech Pungut PPN Transaksi Digital, Ini Dampaknya bagi Pengguna
DJP Bidik Rp40,2 Triliun dari Program Pengurangan Sanksi Pajak, Wajib Pajak Bisa Ajukan Penghapusan Denda
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Komdigi Targetkan Internet 100 Mbps Cuma Rp100.000 per Bulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kenaikan Pangkat ASN Oktober 2026, Begini Cara Mengecek Status di MyASN

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Profil Tandyo Budi Revita, KSAD Baru yang Menggantikan Maruli Simanjuntak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Gaji KSAD 2026 Tembus Rp48,6 Juta? Ini Rincian Tunjangan dan Fasilitasnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI, Ini Jabatan Barunya

Berita Terbaru