SUNGAIPENUH- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Sungai Penuh menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.
Wali Kota Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menggelar rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pengendalian harga, distribusi, serta pengawasan ketersediaan stok di pasaran.
Rapat yang berlangsung di Kantor Wali Kota Sungai Penuh turut dihadiri Sekretaris Daerah Alpian, jajaran OPD, serta unsur Forkopimda. Sinergi lintas sektor dinilai krusial dalam mengantisipasi peningkatan permintaan bahan pokok yang lazim terjadi menjelang Ramadan.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi gangguan pasar, termasuk praktik penimbunan oleh oknum pedagang. Satgas Pangan dan TPID diminta melakukan pemantauan intensif serta mengambil langkah cepat jika ditemukan gejolak harga.
Usai rapat, rombongan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung Bajure di Sungai Penuh. Sidak ini bertujuan melihat kondisi riil stok dan harga komoditas utama di tingkat pedagang.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota berdialog langsung dengan para pedagang. Harga komoditas seperti beras, telur, daging, dan cabai dipantau untuk memastikan stabilitas serta keterjangkauan bagi masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan pasokan bahan pangan masih dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus menjaga koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna mencegah gangguan distribusi.
Langkah preventif melalui rakor dan sidak pasar ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap situasi pasar tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. (fyo)









