Saham BUMI Kembali ke Level Rp216, Asing Catat Net Sell Rp195 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS-Saham PT Bumi Resources Tbk dengan kode emiten BUMI kembali melemah dan turun ke level awal setelah sebelumnya sempat mencatat penguatan signifikan pada akhir April 2026.

Pada perdagangan pekan terakhir April, saham BUMI tampil impresif dengan kenaikan bertahap selama periode 27–30 April 2026. Harga saham yang sebelumnya berada di level Rp216 per saham pada 24 April berhasil melonjak sekitar 11,11 persen menjadi Rp240 saat penutupan perdagangan 30 April 2026.

Namun, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Memasuki pekan kedua Mei 2026, saham BUMI justru bergerak melemah. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham ini tercatat dua kali mengalami penurunan tajam dan tiga kali stagnan.

Pada perdagangan 4 Mei 2026, saham BUMI terkoreksi sebesar 4,17 persen. Tekanan kembali berlanjut pada 8 Mei 2026 dengan penurunan mencapai 6,09 persen. Pelemahan tersebut membuat harga saham BUMI kembali ke level Rp216 per saham, sama seperti posisi sebelum reli akhir April terjadi.

Baca Juga :  IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185, Saham Bank dan Emiten Besar Berguguran Usai Peringatan MSCI

Tekanan Aksi Jual Asing

Salah satu faktor utama yang menekan pergerakan saham BUMI adalah aksi jual investor asing atau foreign net sell.

Data perdagangan menunjukkan investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp114,62 miliar pada 4 Mei 2026. Tekanan jual kembali terjadi pada 8 Mei 2026 dengan nilai mencapai Rp82,88 miliar.

Secara total, dalam satu pekan terakhir investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp195,7 miliar pada saham BUMI.

Aksi jual asing tersebut memicu tekanan psikologis pasar dan membuat minat beli investor domestik cenderung tertahan.

Level Support dan Stop Loss BUMI

Menurut analisis Kiwoom Sekuritas Indonesia, saham BUMI memiliki area support pertama di level 229 dan support kedua di level 226.

Sementara itu, level stop loss direkomendasikan berada di area 222 untuk mengantisipasi pelemahan lanjutan apabila tekanan jual masih berlanjut dalam jangka pendek.

Analis menilai pergerakan saham BUMI saat ini masih cukup sensitif terhadap sentimen eksternal, terutama terkait sektor pertambangan dan harga komoditas global.

Baca Juga :  Flash Sale Shopee Hari Ini: Jadwal Lengkap, Promo Besar dan Tips Agar Tidak Kehabisan

Sentimen Negatif Sektor Tambang

Selain aksi jual asing, sentimen negatif terhadap sektor tambang juga ikut membebani pergerakan saham BUMI.

BRI Danareksa Sekuritas atau BRIDS menyoroti rencana pemerintah yang tengah mengkaji kenaikan royalti mineral dan batu bara melalui revisi aturan pertambangan.

Pemerintah juga disebut membuka opsi penerapan skema bagi hasil mirip sektor migas untuk industri tambang nasional.

Menurut BRIDS, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan beban royalti perusahaan tambang sehingga dapat menekan margin laba emiten di sektor ini.

Selain itu, ketidakpastian regulasi dinilai dapat membuat pelaku usaha menahan ekspansi maupun investasi baru dalam jangka pendek.

Meski demikian, kebijakan tersebut di sisi lain diperkirakan mampu meningkatkan penerimaan negara, terutama ketika harga komoditas global masih berada di level tinggi.

Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan pemerintah serta perkembangan harga batu bara global yang diperkirakan masih menjadi faktor utama penentu pergerakan saham-saham tambang, termasuk BUMI.

Berita Terkait

Cadangan Minyak Indonesia Ditargetkan 60 Hari, Pemerintah Butuh Rp70 Triliun
Mantan Menlu Singapura Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Tekanan Pasar
Bunga Pinjaman Bank 2026: Perbandingan Kredit, KPR, KTA dan Risiko Cicilan
Promo Shopee 11.11 2026: Diskon hingga 90 Persen, Flash Sale Rp11 Ribu dan Beli 2 Gratis 1
Pemerintah Targetkan Produktivitas Sawit Naik Dua Kali Lipat Jadi 4 Ton per Hektare
Lebih Untung Beli Emas Antam atau UBS? Ini Perbandingan Harga dan Buyback Terbaru
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini, Sabtu 7 November 2026: Cek Harga Jual dan Buyback
Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian 7 November 2026 Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2.604.000
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 23:00 WIB

Cadangan Minyak Indonesia Ditargetkan 60 Hari, Pemerintah Butuh Rp70 Triliun

Minggu, 8 November 2026 - 20:07 WIB

Mantan Menlu Singapura Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Tekanan Pasar

Minggu, 8 November 2026 - 19:00 WIB

Bunga Pinjaman Bank 2026: Perbandingan Kredit, KPR, KTA dan Risiko Cicilan

Minggu, 8 November 2026 - 17:01 WIB

Promo Shopee 11.11 2026: Diskon hingga 90 Persen, Flash Sale Rp11 Ribu dan Beli 2 Gratis 1

Minggu, 8 November 2026 - 02:05 WIB

Pemerintah Targetkan Produktivitas Sawit Naik Dua Kali Lipat Jadi 4 Ton per Hektare

Berita Terbaru