Jakarta-Persaingan industri e-commerce Indonesia semakin memanas pada 2026. Platform marketplace terbesar di Tanah Air, Shopee, berhasil memperkuat dominasinya dengan menguasai sekitar 54 persen pangsa pasar e-commerce nasional. Nilai transaksi digital atau gross merchandise value (GMV) platform tersebut bahkan menembus US$31,2 miliar atau setara Rp539 triliun.
Laporan terbaru Momentum Works dalam riset Ecommerce in Southeast Asia 2026 menyebutkan pertumbuhan Shopee meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, pangsa pasar Shopee masih berada di angka 46 persen dengan nilai transaksi sekitar Rp450 triliun. Kenaikan ini memperlihatkan tingginya aktivitas belanja online masyarakat Indonesia serta semakin agresifnya persaingan marketplace digital.
Total transaksi e-commerce Indonesia sendiri diperkirakan mencapai US$57,7 miliar atau hampir Rp1.000 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut menjadikan Indonesia tetap sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan pengguna internet, transaksi digital, pembayaran cashless, hingga meningkatnya penggunaan layanan paylater menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan industri digital nasional.
Gabungan TikTok Shop dan Tokopedia berada di posisi kedua dengan pangsa pasar sekitar 38 persen. Estimasi transaksi kedua platform tersebut mencapai sekitar Rp380 triliun. Sementara itu, Lazada menguasai sekitar 6 persen pasar dengan transaksi mencapai Rp60 triliun. Blibli berada di posisi berikutnya dengan estimasi nilai transaksi sekitar Rp30 triliun.
Dominasi Shopee tidak hanya terjadi di Indonesia. Secara regional Asia Tenggara, Shopee juga menjadi platform e-commerce terbesar dengan total GMV mencapai US$83,2 miliar atau sekitar Rp1.441 triliun. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran US$66,8 miliar.
Pengamat ekonomi digital menilai keberhasilan Shopee dipengaruhi berbagai strategi agresif seperti gratis ongkir, promo cashback, live shopping, integrasi dompet digital, hingga penguatan layanan logistik cepat. Selain itu, tren belanja online melalui media sosial juga membuat persaingan marketplace semakin kompetitif.
Di sisi lain, pertumbuhan transaksi e-commerce membuka peluang besar bagi pelaku UMKM Indonesia. Marketplace kini menjadi tulang punggung pemasaran digital bagi jutaan usaha kecil dan menengah untuk menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik.
Meski pasar e-commerce terus tumbuh, tantangan industri digital juga semakin besar. Persaingan harga, kenaikan biaya logistik, perang promo, keamanan data pengguna, hingga regulasi pemerintah terkait perdagangan digital menjadi faktor penting yang akan menentukan arah industri marketplace Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
FAQ
Apa itu GMV dalam e-commerce?
GMV atau Gross Merchandise Value adalah total nilai transaksi barang dan jasa yang terjadi di sebuah platform marketplace dalam periode tertentu.
Berapa nilai transaksi Shopee di Indonesia?
Nilai transaksi Shopee di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp539 triliun sepanjang 2025.
Siapa pesaing terbesar Shopee di Indonesia?
Gabungan TikTok Shop dan Tokopedia menjadi pesaing terbesar Shopee dengan pangsa pasar sekitar 38 persen.
Mengapa Shopee bisa mendominasi pasar?
Shopee dinilai unggul karena strategi promo besar-besaran, gratis ongkir, live shopping, cashback, serta layanan logistik yang cepat.
Apakah pasar e-commerce Indonesia masih tumbuh?
Ya, pasar e-commerce Indonesia masih mengalami pertumbuhan dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. (Tim)









