Padang-Bukittinggi Macet Parah, Sistem One Way Diterapkan, Ini Dampaknya ke Perjalanan Libur

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Padang-Kemacetan panjang terjadi di jalur utama dari Padang menuju Bukittinggi selama periode libur. Lonjakan kendaraan yang signifikan membuat arus lalu lintas tersendat dan bahkan nyaris tidak bergerak di beberapa titik strategis.

Kepadatan kendaraan didominasi oleh wisatawan dan pemudik yang memanfaatkan momen libur panjang. Jalur Padang-Bukittinggi yang dikenal sebagai akses utama menuju destinasi wisata di Sumatera Barat pun mengalami tekanan luar biasa.

Mengatasi situasi tersebut, pihak kepolisian bersama dinas perhubungan langsung menerapkan sistem satu arah atau one way. Kebijakan ini dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan volume kendaraan dari kedua arah.

Baca Juga :  Klenteng Bersejarah Sejak 1841 di Padang Akan Direvitalisasi, Ini Harapan Wali Kota

Petugas tampak berjaga di sejumlah titik rawan kemacetan untuk mengatur arus lalu lintas. Pengendara diarahkan mengikuti skema one way demi mengurai kepadatan yang terjadi sejak pagi hingga malam hari.

Dampak dari kemacetan ini membuat waktu tempuh perjalanan meningkat drastis. Jika biasanya perjalanan dari Padang ke Bukittinggi hanya memakan waktu sekitar dua jam, kini bisa berlipat hingga beberapa jam tergantung kondisi lalu lintas.

Selain itu, pengendara diimbau untuk tetap menjaga keselamatan dan tidak memaksakan diri saat kondisi jalan padat. Mengatur waktu keberangkatan dan mempertimbangkan jalur alternatif menjadi langkah penting untuk menghindari antrean panjang.

Baca Juga :  Jalan Padang–Painan Sempat Putus, Satlantas Pastikan Kini Sudah Aman Dilintasi

Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama puncak libur berlangsung.

Dengan diberlakukannya sistem one way, diharapkan kemacetan di jalur Padang-Bukittinggi dapat berangsur terurai dan mobilitas masyarakat kembali lancar, khususnya di kawasan wisata unggulan Sumatera Barat. (*/Tim)

Berita Terkait

Ramainya Pasar Ateh Bukittinggi Saat Lebaran, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kebersihan & Hospitality
Wisata Kerinci & Sumbar Membludak Saat Lebaran 2026, Kemacetan Parah hingga 5 Jam Lebih
Kisah Inspiratif Haji Sagi: Dari Pedagang Kecil Jadi Raja Emas Andalas
Gubernur Mahyeldi Ajukan Pusat Kebudayaan Sumbar Rp382,65 Miliar ke Menteri Kebudayaan
Kejaksaan Negeri Padang Tetapkan Anggota DPRD Sumbar Beny Saswin Nasrun Jadi DPO, Terkait Kasus Kredit Macet BNI 46
Azhar Hamzah Hadir di Tradisi Patang Balimau Inderapura
Polisi Sita 43 Kg Ganja di Padang Pariaman, Pelaku Terancam Hukuman Mati
Tujuh Hari Pencarian, Tim SAR Hentikan Operasi Warga Kerinci Hanyut di Sungai Solok Selatan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:00 WIB

Ramainya Pasar Ateh Bukittinggi Saat Lebaran, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kebersihan & Hospitality

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:16 WIB

Padang-Bukittinggi Macet Parah, Sistem One Way Diterapkan, Ini Dampaknya ke Perjalanan Libur

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:19 WIB

Wisata Kerinci & Sumbar Membludak Saat Lebaran 2026, Kemacetan Parah hingga 5 Jam Lebih

Senin, 16 Maret 2026 - 05:00 WIB

Kisah Inspiratif Haji Sagi: Dari Pedagang Kecil Jadi Raja Emas Andalas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 18:00 WIB

Gubernur Mahyeldi Ajukan Pusat Kebudayaan Sumbar Rp382,65 Miliar ke Menteri Kebudayaan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Pemerintahan

9000 PPPK NTT Terancam di Pecat, Ini Solusi yang Disiapkan

Kamis, 26 Mar 2026 - 17:00 WIB

Nasional

Skema WFH ASN Sudah Final, Menko Perekonomian Segera Umumkan

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:00 WIB