Klenteng Bersejarah Sejak 1841 di Padang Akan Direvitalisasi, Ini Harapan Wali Kota

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist/Net

Foto : Ist/Net

PADANG- Setelah lebih dari satu dekade mengalami kerusakan akibat gempa besar 2009, Klenteng See Hien Kiong di Kota Padang akhirnya masuk dalam rencana revitalisasi Pemerintah Kota Padang. Bangunan cagar budaya yang berdiri sejak 1841 ini diharapkan kembali berfungsi optimal sebagai pusat ibadah sekaligus ikon sejarah kawasan Kota Tua Padang.

Klenteng See Hien Kiong yang terletak di Jalan Klenteng No. 312, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Padang. Selama ratusan tahun, klenteng ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat etnis Tionghoa di Sumatera Barat.

Namun, gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Padang pada 30 September 2009 menyebabkan kerusakan berat pada struktur bangunan klenteng. Sejak saat itu, aktivitas ibadah tidak dapat berjalan secara optimal karena kondisi fisik bangunan yang memerlukan perbaikan menyeluruh.
Kondisi tersebut membuat Klenteng See Hien Kiong tak hanya kehilangan fungsi ibadahnya, tetapi juga perlahan terpinggirkan dari denyut sejarah Kota Padang. Padahal, kawasan di sekitarnya merupakan bagian penting dari kawasan Kota Tua yang menyimpan nilai sejarah dan budaya lintas etnis.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Terbaru 23 Maret 2026 di Jakarta, Sumbar, Riau, dan Jambi, Ini Daftar Lengkapnya

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong revitalisasi klenteng bersejarah tersebut. Hal itu disampaikannya saat mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam kunjungan peninjauan langsung ke lokasi Klenteng See Hien Kiong.

“Revitalisasi ini tidak hanya menyelamatkan bangunan cagar budaya, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan Kota Tua. Kami berharap dukungan kementerian, karena ini sejalan dengan Progul Jelajah Padang yang terintegrasi dengan revitalisasi kawasan Kota Tua dan pesisir pantai,” ujar Fadly Amran.

Baca Juga :  Bencana Sumatera Kian Mengguncang: Korban Tewas Tembus 303 Orang

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyatakan bahwa Klenteng See Hien Kiong memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan layak mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, bangunan tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah dan keberagaman budaya bangsa.

Fadli Zon menambahkan, pelestarian bangunan cagar budaya seperti Klenteng See Hien Kiong harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga identitas sejarah kota sekaligus memperkuat daya tarik kawasan bersejarah sebagai ruang edukasi dan pariwisata budaya.(***)

Berita Terkait

Hasil Liga Indonesia: Persib Bungkam Semen Padang, Jaga Peluang Juara
Ramainya Pasar Ateh Bukittinggi Saat Lebaran, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kebersihan & Hospitality
Padang-Bukittinggi Macet Parah, Sistem One Way Diterapkan, Ini Dampaknya ke Perjalanan Libur
Wisata Kerinci & Sumbar Membludak Saat Lebaran 2026, Kemacetan Parah hingga 5 Jam Lebih
Kisah Inspiratif Haji Sagi: Dari Pedagang Kecil Jadi Raja Emas Andalas
Gubernur Mahyeldi Ajukan Pusat Kebudayaan Sumbar Rp382,65 Miliar ke Menteri Kebudayaan
Kejaksaan Negeri Padang Tetapkan Anggota DPRD Sumbar Beny Saswin Nasrun Jadi DPO, Terkait Kasus Kredit Macet BNI 46
Azhar Hamzah Hadir di Tradisi Patang Balimau Inderapura
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 12:10 WIB

Hasil Liga Indonesia: Persib Bungkam Semen Padang, Jaga Peluang Juara

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:00 WIB

Ramainya Pasar Ateh Bukittinggi Saat Lebaran, Gubernur Mahyeldi Ingatkan Kebersihan & Hospitality

Rabu, 25 Maret 2026 - 08:16 WIB

Padang-Bukittinggi Macet Parah, Sistem One Way Diterapkan, Ini Dampaknya ke Perjalanan Libur

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:19 WIB

Wisata Kerinci & Sumbar Membludak Saat Lebaran 2026, Kemacetan Parah hingga 5 Jam Lebih

Senin, 16 Maret 2026 - 05:00 WIB

Kisah Inspiratif Haji Sagi: Dari Pedagang Kecil Jadi Raja Emas Andalas

Berita Terbaru