Mobil Bensin Terancam Punah! Peneliti Korea Temukan Baterai Super 1.000 Km Era BBM Tamat?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Nasib mobil berbahan bakar bensin kian berada di ujung tanduk. Perkembangan teknologi kendaraan listrik (EV) makin pesat, terutama setelah munculnya temuan baterai generasi baru dari peneliti Pohang University of Science and Technology di Korea Selatan.

Penelitian ini menjadi sorotan global karena menghadirkan baterai berbahan silikon yang diklaim mampu membawa mobil listrik melaju hingga 1.000 kilometer hanya dengan sekali pengisian daya. Angka ini jauh melampaui rata-rata baterai lithium-ion konvensional yang saat ini digunakan di sebagian besar kendaraan listrik.

Temuan tersebut dinilai sebagai titik balik besar dalam industri otomotif. Jika teknologi ini berhasil diproduksi massal, maka ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) bisa berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, sekaligus mempercepat transisi menuju era kendaraan listrik global.

Baca Juga :  BAIC T1 Jadi Sorotan di GIIAS Bandung 2026, Ada Promo Dashcam dan Portable Charging

Selama ini, penggunaan silikon dalam baterai memang bukan hal baru. Namun, tantangan utama terletak pada sifat materialnya yang bisa mengembang hingga tiga kali lipat saat proses pengisian daya. Hal ini membuat struktur baterai menjadi tidak stabil dan berisiko rusak dalam jangka panjang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak penelitian sebelumnya mencoba menggunakan partikel silikon berukuran nano. Sayangnya, metode ini memiliki kelemahan dari sisi biaya produksi yang tinggi serta proses manufaktur yang rumit.

Berbeda dari pendekatan tersebut, tim peneliti dari Korea Selatan justru menggunakan silikon berukuran mikro atau sekitar 1.000 kali lebih besar dari nano. Cara ini dinilai lebih efisien, lebih murah, dan tetap mampu menghasilkan kepadatan energi yang tinggi.

Baca Juga :  Hasil MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Juara, Ai Ogura Bikin Kejutan

Tak hanya itu, mereka juga mengembangkan gel polimer elektrolit khusus yang mampu menyesuaikan bentuk mengikuti perubahan silikon. Teknologi ini diperkuat dengan ikatan kimia melalui radiasi elektron, sehingga struktur baterai tetap stabil meski mengalami proses kembang-kempis berulang.

Hasil akhirnya cukup mencengangkan. Baterai silikon ini memiliki densitas energi hingga 40% lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion standar. Dengan potensi tersebut, para ahli meyakini mobil listrik akan semakin unggul dan bisa benar-benar menggantikan dominasi mobil bensin di masa depan. (*/Tim)

Berita Terkait

Pajero Terbaru Resmi Diperkenalkan, Torsi 480 Nm dan Super Select 4WD-II
Motor Listrik Murah Mulai Rp9 Jutaan, Ini 12 Pilihan untuk Harian
Daihatsu Sigra X 1.2 2026: Ini Harga dan Spesifikasi Terbaru
Baterai Mobil Listrik Awet atau Cepat Rusak Jika Sering Fast Charging?
BYD Flash Charging Bisa 1.500 kW, Apa Bedanya dengan Fast Charging?
Wuling Darion EV vs Darion PHEV, Dua MPV 7-Seater untuk Keluarga Modern
Pajero Sport Dakar Ultimate 2017 Bekas: Harga, Pajak dan Tips Sebelum Membeli
J5 EV Laris Manis, Jaecoo Buka Peluang Hadirkan Mobil Listrik Baru
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 03:00 WIB

Pajero Terbaru Resmi Diperkenalkan, Torsi 480 Nm dan Super Select 4WD-II

Senin, 28 September 2026 - 02:00 WIB

Motor Listrik Murah Mulai Rp9 Jutaan, Ini 12 Pilihan untuk Harian

Minggu, 27 September 2026 - 22:08 WIB

Daihatsu Sigra X 1.2 2026: Ini Harga dan Spesifikasi Terbaru

Minggu, 27 September 2026 - 17:00 WIB

Baterai Mobil Listrik Awet atau Cepat Rusak Jika Sering Fast Charging?

Minggu, 27 September 2026 - 16:00 WIB

BYD Flash Charging Bisa 1.500 kW, Apa Bedanya dengan Fast Charging?

Berita Terbaru

Teknologi

Galaxy A08 Resmi Hadir, Bisa Dicicil Rp 200 Ribuan

Senin, 28 Sep 2026 - 04:00 WIB