BCA Cetak Laba Rp29,5 Triliun Semester I 2026, Kredit Tembus Rp1.036 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026. Bank swasta terbesar di Indonesia itu membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp29,5 triliun, didukung pertumbuhan kredit yang untuk pertama kalinya menembus Rp1.036 triliun. Capaian tersebut menunjukkan permintaan pembiayaan tetap kuat di tengah dinamika ekonomi nasional.

Pertumbuhan kredit BCA mencapai 8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan pencapaian tersebut ditopang oleh aktivitas bisnis nasabah yang terus meningkat, program BCA Expoversary 2026, serta penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor ekonomi. Perseroan juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas pembiayaan.

Segmen kredit produktif menjadi motor utama pertumbuhan. Nilainya mencapai Rp802 triliun, naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kredit korporasi tumbuh 13,6 persen menjadi Rp513,4 triliun, sedangkan kredit komersial dan usaha kecil menengah (UKM) meningkat 6,6 persen menjadi Rp288,5 triliun.

Di sisi kualitas aset, BCA tetap mempertahankan kinerja yang sehat. Rasio Loan at Risk (LAR) berada di level 4,9 persen, sementara Non-Performing Loan (NPL) tercatat 1,9 persen. Angka tersebut mencerminkan kemampuan perseroan menjaga risiko kredit di tengah ekspansi pembiayaan.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini 10 April 2026 Naik 2,07% ke 7.458, Saham Ini Bikin Investor Panen Cuan

Pada sisi pendanaan, dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) meningkat 10,2 persen menjadi Rp1.082 triliun. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 7,9 persen menjadi Rp1.284 triliun. Komposisi CASA yang mencapai sekitar 84,3 persen membantu BCA mempertahankan biaya dana tetap efisien.

BCA juga memperkuat komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan. Pembiayaan hijau meningkat 19 persen menjadi Rp123 triliun. Pembiayaan sektor energi terbarukan melonjak 82 persen menjadi Rp7,7 triliun, sedangkan pembiayaan kendaraan listrik tumbuh 25 persen menjadi Rp4 triliun.

Kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga menunjukkan tren positif. Pendapatan nonbunga mencapai Rp13,2 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung meningkatnya transaksi digital serta pengembangan layanan melalui aplikasi myBCA, termasuk pembukaan rekening efek, pengajuan kartu kredit, hingga pembelian tiket perjalanan.

Baca Juga :  Mulai 15 Juli 2026, Tarik Tunai Tanpa Kartu Bank Mandiri Dikenakan Biaya Rp500, Top Up GoPay Ikut Naik

Kinerja semester I 2026 memperlihatkan posisi fundamental BCA tetap kuat. Pertumbuhan kredit, kualitas aset yang terjaga, dana murah yang dominan, serta ekspansi layanan digital dan pembiayaan hijau menjadi modal penting bagi perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis pada paruh kedua tahun ini. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko masing-masing investor.

FAQ

Apakah laba bersih BCA naik pada semester I 2026?
Ya. BCA membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp29,5 triliun pada semester I 2026.

Berapa total kredit yang disalurkan BCA?
Total kredit mencapai Rp1.036 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan.

Bagaimana kualitas kredit BCA?
Rasio NPL berada di 1,9 persen dan LAR sebesar 4,9 persen, menunjukkan kualitas aset tetap terjaga.

Berapa total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA?
DPK mencapai Rp1.284 triliun, dengan CASA sebesar Rp1.082 triliun. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

GoPay Kembali Normal Usai Gangguan Teknis, Saldo dan Data Pengguna Dipastikan Aman
Berapa Kecepatan Internet Starlink? Ini Hasil Uji Terbaru, Masih Layak Dibeli pada 2026?
Kredit Multiguna BRI 2026: Syarat, Plafon, Bunga, dan Simulasi Angsuran
Rupiah Hari Ini 28 Juli 2026 Melemah ke Rp18.068 per Dolar AS, Pasar Cermati Dampak Mundurnya Perry Warjiyo
IHSG Rebound ke Level 6.187 pada Pembukaan Perdagangan, Saham INKP, DEWA, dan BUMI Langsung Melesat
Harga BBM Pertamina Hari Ini 28 Juli 2026 Belum Berubah, Cek Daftar Lengkap Pertamax, Pertalite, hingga Dexlite di Seluruh Indonesia
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Juli 2026 Naik, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2.727.000
Bos LPS Peringatkan Bunga Tinggi Bank Digital, Simpanan Nasabah Berisiko Tak Dijamin Penuh
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:30 WIB

BCA Cetak Laba Rp29,5 Triliun Semester I 2026, Kredit Tembus Rp1.036 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:30 WIB

GoPay Kembali Normal Usai Gangguan Teknis, Saldo dan Data Pengguna Dipastikan Aman

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:00 WIB

Berapa Kecepatan Internet Starlink? Ini Hasil Uji Terbaru, Masih Layak Dibeli pada 2026?

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:30 WIB

Kredit Multiguna BRI 2026: Syarat, Plafon, Bunga, dan Simulasi Angsuran

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:41 WIB

Rupiah Hari Ini 28 Juli 2026 Melemah ke Rp18.068 per Dolar AS, Pasar Cermati Dampak Mundurnya Perry Warjiyo

Berita Terbaru