OLAHRAGA–Bek Manchester United, Lisandro Martinez, akhirnya buka suara mengenai perjalanan emosional yang ia alami selama pemulihan cedera lutut parah yang dialaminya pada 2025.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama AFA Estudio, bek timnas Argentina tersebut mengungkapkan bahwa cedera ACL yang menimpanya hampir membuatnya mengambil keputusan ekstrem: meninggalkan sepak bola untuk selamanya.
Cedera itu datang tepat setelah Martinez melewati periode sulit akibat patah tulang kaki pada akhir musim 2022/2023. Dalam dua musim, ia hanya tampil 11 kali di Liga Inggris karena rangkaian masalah fisik yang tak kunjung usai.
Robekan ACL yang terjadi pada Februari 2025 membuatnya harus menjalani operasi besar dan absen selama 10 bulan, sebuah masa yang disebutnya sebagai titik tergelap dalam hidupnya.
“Setelah dua atau tiga minggu pertama pasca-operasi, saya benar-benar kehilangan semangat. Saya berpikir untuk berhenti bermain,” kata Martinez.
“Saya sudah mengalami patah kaki, lalu lutut. Saya merasa semuanya terlalu berat. Saat itu saya berkata kepada diri sendiri: Cukup, saya ingin pulang ke Argentina dan berkumpul dengan keluarga.”
Martinez mengaku bahwa rasa sakit yang terus menghantuinya membuat dirinya kehilangan kendali emosi dan kehilangan jati diri. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai fase di mana ia “tidak terhubung” dengan dirinya sendiri. Menurutnya, tekanan mental jauh lebih berat daripada pemulihan fisik.
Namun, titik balik besar dalam mentalitas Martinez hadir tak lama setelah ia menjalani operasi ACL. Putrinya lahir satu bulan setelah cedera tersebut, momen yang disebutnya sebagai pengubah hidup.
“Ketika putri saya lahir, saya tahu saya tidak bisa menyerah. Saya ingin dia melihat ayahnya berjuang,” ujar pemain berusia 27 tahun itu.
Sejak saat itu, Martinez menjalani proses rehabilitasi dengan motivasi baru. Ia mengikuti setiap sesi latihan dengan tekad berbeda, meskipun rasa sakit dan ketakutan untuk tidak kembali ke performa terbaik sering menghampiri. Ia mengaku bahwa menjalani pemulihan ACL membuatnya seperti memulai semuanya dari awal—baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi.
“Kita harus mencari versi baru dari diri kita sendiri setelah cedera seperti ini. Secara fisik, mental, dan bahkan secara personal,” katanya.
“Rasa sakitnya luar biasa, tapi saya mencoba melihat semuanya dari sisi positif. Sekarang, saya merasa lebih kuat dari sebelumnya.”
Ia juga memuji Manchester United atas dukungan penuh mereka. Klub disebutnya sangat berhati-hati dalam mengatur waktu bermainnya sejak kembali ke lapangan, sehingga proses comeback dapat berjalan aman dan bertahap.
“Kembali bermain ternyata lebih baik dari yang saya persiapkan dalam pikiran saya. Klub melakukan pekerjaan luar biasa,” ungkapnya.
Menutup pernyataan, Martinez mengatakan bahwa pengalaman pahit itu membuka matanya tentang betapa berharganya setiap momen sebagai pesepakbola profesional.
“Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa cedera adalah hal baik, tetapi cedera ini membuat saya memahami banyak hal. Mulai dari aroma rumput, udara stadion, sampai energi para suporter—semuanya kini terasa lebih berarti,” pungkasnya.









