Lapor Pak Purbaya! Uang Pecahan Rp5 Ribu–Rp20 Ribu Langka di Kerinci-Sungai Penuh, Omzet Pedagang Anjlok 50%

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh – Kelangkaan uang pecahan kecil Rp5.000 hingga Rp20.000 dikeluhkan pedagang pasar tradisional di Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Kondisi ini disebut berdampak langsung terhadap penurunan omzet pedagang hingga 50 persen.

Minimnya peredaran uang kecil, baik uang baru maupun uang lama, membuat aktivitas jual beli tersendat. Pedagang kesulitan menyediakan uang kembalian, sementara mayoritas transaksi di pasar masih menggunakan nominal kecil.

“Sejak langkanya uang pecahan Rp5 ribu sampai Rp20 ribu, omzet kami turun lebih dari 50 persen,” kata Adek, pedagang ikan asin di pasar tradisional, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga :  Best Grocery Cashback Credit Cards 2026: Earn Up to 6% Cash Back on Groceries in the U.S.

Adek menyebut, sebagian besar pembeli hanya berbelanja dengan nilai Rp5.000 hingga Rp10.000. Namun, banyak di antara mereka membayar menggunakan uang pecahan besar seperti Rp50.000 hingga Rp100.000.

“Karena tidak ada kembalian, kami terpaksa menolak. Dalam sehari bisa sampai 50 orang yang tidak jadi belanja,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Nesiati, pedagang sayur di Pasar Tanjung Bajure. Ia mengatakan, kondisi ini sangat merugikan pedagang kecil yang mengandalkan transaksi harian.

Baca Juga :  Sungai Penuh Siap Hadapi Lebaran, Wako Alfin Paparkan Strategi Pengamanan

“Pembeli bawa uang besar, padahal harga sayur paling Rp5 ribu. Kalau tidak ada uang kecil, terpaksa kami tolak,” katanya.

Para pedagang berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan uang pecahan kecil di daerah tersebut. Mereka meminta distribusi uang kecil ditingkatkan agar roda ekonomi pasar tradisional kembali normal.

“Kami harap pemerintah memperhatikan kondisi ini. Semoga Pak Purbaya bisa mendengar keluhan kami,” ujar Nesiati. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Investasi Emas Digital 2026: Cara Mudah Menabung Emas dari HP, Modal Mulai Rp10 Ribu
E-Wallet Paling Aman 2026: DANA, GoPay atau OVO? Simak Perbandingan Fitur Keamanan Terbaru
Kartu Kredit Virtual Terbaik 2026: Aman untuk Belanja Online dan Transaksi Digital
Kredivo vs Shopee PayLater 2026: Mana yang Lebih Untung untuk Belanja dan Cicilan?
Menunggu Monadi-Murison, Isu Pelantikan Kepsek SD dan SMP Kerinci Makin Santer
Kuota Internet Tak Lagi Hangus? Telkomsel, Indosat hingga XL Siapkan Fitur Rollover, Pelanggan Bisa Lebih Hemat
Kartu Kredit Syariah Terbaik 2026, Solusi Transaksi Sesuai Prinsip Islam
PayLater Terbaik 2026: Kredivo, Shopee PayLater, atau GoPay Later? Simak Perbandingan Limit dan Bunganya
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:30 WIB

Investasi Emas Digital 2026: Cara Mudah Menabung Emas dari HP, Modal Mulai Rp10 Ribu

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:30 WIB

E-Wallet Paling Aman 2026: DANA, GoPay atau OVO? Simak Perbandingan Fitur Keamanan Terbaru

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:20 WIB

Kartu Kredit Virtual Terbaik 2026: Aman untuk Belanja Online dan Transaksi Digital

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:04 WIB

Menunggu Monadi-Murison, Isu Pelantikan Kepsek SD dan SMP Kerinci Makin Santer

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:13 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus? Telkomsel, Indosat hingga XL Siapkan Fitur Rollover, Pelanggan Bisa Lebih Hemat

Berita Terbaru