Kurs Dolar AS terhadap Rupiah Hari Ini Masih di Kisaran Rp18.000, Simak Penyebab Pelemahan Rupiah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, rupiah ditutup melemah dan kembali bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS di tengah meningkatnya sentimen global serta perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs transaksi BI mencatat kurs jual dolar AS berada di level Rp18.062,87 dan kurs beli Rp17.883,13. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di kisaran Rp17.995 per dolar AS.

Di pasar spot, rupiah ditutup melemah 46 poin atau sekitar 0,26 persen menjadi Rp18.009 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.963. Pelaku pasar masih menunggu hasil rapat Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat, meski peluang kenaikan pada pertemuan berikutnya masih terbuka.

Baca Juga :  Singapore Dollar Slips Against US Dollar: What the SGD/USD Exchange Rate Means for Investors and Businesses

Selain faktor eksternal, pasar juga mencermati dinamika dalam negeri setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Transisi kepemimpinan BI dinilai menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah, meski otoritas memastikan stabilitas moneter tetap terjaga di bawah kepemimpinan sementara Destry Damayanti.

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor, terutama untuk bahan baku industri, elektronik, hingga komoditas yang dibeli menggunakan dolar AS. Di sisi lain, eksportir dapat memperoleh keuntungan karena pendapatan dalam dolar menjadi lebih tinggi ketika dikonversi ke rupiah.

Bagi masyarakat, pergerakan kurs dolar juga memengaruhi biaya perjalanan ke luar negeri, pembayaran pendidikan internasional, investasi valuta asing, hingga harga sejumlah produk impor. Oleh karena itu, perkembangan nilai tukar menjadi indikator penting yang terus dipantau pelaku usaha maupun investor.

Analis menilai pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan masih akan dipengaruhi hasil rapat The Fed, kondisi geopolitik global, serta respons pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Selama sentimen eksternal belum mereda, volatilitas rupiah diperkirakan masih akan terjadi.

Baca Juga :  Dolar AS Tembus Rp17.700, Bos BI Yakin Rupiah Bakal Terus Menguat

FAQ

1. Berapa kurs dolar AS terhadap rupiah hari ini?
Kurs jual BI berada di Rp18.062,87 per dolar AS, sedangkan kurs beli Rp17.883,13.

2. Berapa kurs JISDOR terbaru?
JISDOR Bank Indonesia tercatat sekitar Rp17.995 per dolar AS.

3. Mengapa rupiah melemah?
Pelemahan dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, sentimen geopolitik global, dan dinamika transisi kepemimpinan Bank Indonesia.

4. Apa dampak dolar menguat?
Biaya impor meningkat, harga barang impor berpotensi naik, sementara eksportir dapat memperoleh keuntungan lebih besar.

5. Apakah rupiah bisa kembali menguat?
Peluang tetap ada, bergantung pada arah kebijakan The Fed, stabilitas ekonomi global, serta langkah Bank Indonesia menjaga nilai tukar. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 September 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Lengkap dengan Buyback
Update Harga BBM Pertamina 14 September 2026, Cek Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex di Tiap Wilayah
Solusi Keamanan Siber Terbaik untuk Melindungi Data Bisnis UMKM
Top AI-Powered SEO Tools to Explode Your Website Traffic in 2026
Redmi Note 17 Rilis di Indonesia: Harga, Spesifikasi, Cicilan dan Promo Terbaru
Strategi Refinancing KPR Rumah: Cara Menurunkan Angsuran Bulanan
5 Tahun Holding UMi: 33,8 Juta Debitur Dilayani, 2,3 Juta UMKM Naik Kelas
951 Pinjol Ilegal Dihentikan OJK hingga Agustus 2026, Begini Cara Cek Pinjol Resmi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:45 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 September 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Lengkap dengan Buyback

Senin, 14 September 2026 - 07:00 WIB

Update Harga BBM Pertamina 14 September 2026, Cek Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex di Tiap Wilayah

Senin, 14 September 2026 - 03:01 WIB

Top AI-Powered SEO Tools to Explode Your Website Traffic in 2026

Senin, 14 September 2026 - 02:00 WIB

Redmi Note 17 Rilis di Indonesia: Harga, Spesifikasi, Cicilan dan Promo Terbaru

Senin, 14 September 2026 - 01:00 WIB

Strategi Refinancing KPR Rumah: Cara Menurunkan Angsuran Bulanan

Berita Terbaru

Teknologi

Spesifikasi Redmi A27U 2027: Monitor 4K 120Hz dengan USB-C 90W

Senin, 14 Sep 2026 - 10:00 WIB