5 Tahun Holding UMi: 33,8 Juta Debitur Dilayani, 2,3 Juta UMKM Naik Kelas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Lima tahun setelah resmi dibentuk pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM mencatat perkembangan signifikan dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha ultra mikro.

Hingga akhir kuartal II 2026, ekosistem Holding UMi telah melayani sekitar 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Yang menarik, sinergi ketiga perusahaan tersebut juga disebut telah membantu sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, dari segmen usaha ultra mikro menuju akses pembiayaan dan layanan keuangan yang lebih luas.

Bukan Sekadar Penyaluran Kredit

Holding UMi tidak hanya diarahkan untuk memperbesar penyaluran pembiayaan. Ekosistem ini menggabungkan tiga kekuatan berbeda.

BRI memiliki jaringan serta kemampuan pembiayaan UMKM, Pegadaian memiliki keahlian dalam pembiayaan berbasis gadai dan bisnis emas, sedangkan PNM fokus pada pemberdayaan dan pendampingan pelaku usaha ultra mikro.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan integrasi tersebut memungkinkan nasabah mendapatkan layanan sesuai dengan tahap perkembangan ekonominya.

Dengan model tersebut, pelaku usaha yang baru memulai dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan. Ketika bisnis berkembang, mereka berpeluang mendapatkan akses pembiayaan dengan kapasitas lebih besar sekaligus menggunakan layanan simpanan, transaksi, investasi, dan layanan keuangan lainnya.

Baca Juga :  Ringgit Malaysia Menguat Malam Ini, 1 MYR Tembus Rp4.403, Cek Kurs Terbaru 4 Agustus 2026

15.100 Lebih Kantor dan 74 Ribu Tenaga Pemasar

Skala jaringan menjadi salah satu kekuatan Holding UMi.

Sampai kuartal II 2026, jaringan gabungan BRI, Pegadaian, dan PNM mencapai lebih dari 15.100 kantor.

Selain jaringan fisik, terdapat lebih dari 74.000 tenaga pemasar yang menjadi ujung tombak pelayanan hingga tingkat komunitas.

Mereka tidak hanya menawarkan produk pembiayaan, tetapi juga membantu memahami kebutuhan nasabah, memberikan edukasi keuangan, serta mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.

2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Salah satu indikator yang menjadi perhatian dalam perjalanan Holding UMi adalah mobilitas ekonomi nasabah.

Sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas hingga kuartal II 2026.

Artinya, keberhasilan ekosistem ini tidak hanya diukur dari berapa besar pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari perkembangan usaha dan kemampuan ekonomi nasabah.

Kenaikan kelas dapat tercermin dari usaha yang semakin berkembang, pendapatan yang meningkat, kemampuan menabung yang lebih baik, serta akses terhadap produk keuangan yang semakin luas.

Ekosistem Emas Tembus 153 Ton

Transformasi Holding UMi juga semakin berkembang ke sektor pembentukan aset masyarakat.

Baca Juga :  Cara Mengajukan KUR BRI 2026, Syarat dan Prosedur Lengkap untuk Dapatkan Pinjaman hingga Rp100 Juta

Salah satunya melalui penguatan ekosistem emas Pegadaian.

Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding UMi telah mencapai sekitar 153 ton.

Ekosistem tersebut mencakup berbagai layanan, mulai dari gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas digital hingga layanan bullion.

Pengembangan ini membuka alternatif bagi masyarakat untuk memiliki dan menyimpan emas sebagai salah satu instrumen pembentukan aset jangka panjang.

Apa Artinya bagi UMKM?

Bagi pelaku UMKM dan usaha ultra mikro, integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM memberikan peluang untuk memperoleh layanan yang lebih beragam dalam satu ekosistem.

Perjalanan nasabah dapat dimulai dari pemberdayaan dan pembiayaan ultra mikro, kemudian berkembang menuju pembiayaan yang lebih besar ketika kapasitas usaha meningkat.

Ke depan, tantangan Holding UMi bukan hanya mempertahankan jumlah nasabah, tetapi memastikan semakin banyak pelaku usaha benar-benar mampu naik kelas secara berkelanjutan.

Lima tahun pertama menjadi fondasi. Tahap berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan ekosistem tersebut memperluas inklusi keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, serta membantu pelaku usaha membangun aset dan ketahanan ekonomi keluarga. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Besok 1 November 2026, Apakah Harga BBM Naik? Ini Daftar
Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam
Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat
Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah
IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 29 Oktober 2026: Antam Rp2,6 Juta, Cek Tabel UBS dan Galeri 24
The Fed Tahan Suku Bunga di 4%, Rupiah Tertekan dan Investor Menanti Keputusan Berikutnya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Bank Mandiri Beri Kredit Rp40 Triliun kepada Perusahaan Haji Isam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.150, Ini Dampaknya bagi Harga Emas, BBM, dan Daya Beli Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga BBM Hari Ini 29 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, Riau dan Sumut, Pertamax Tembus Rp16.650

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Oktober 2026 Turun Rp11.000, Buyback Ikut Melemah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:33 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke 5.286, Saham GOTO dan BUMI Naik, The Fed Jadi Sorotan

Berita Terbaru