Dolar AS Tembus Rp17.700, Bos BI Yakin Rupiah Bakal Terus Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat setelah sempat mengalami tekanan cukup besar dalam beberapa waktu terakhir. Pergerakan positif ini menjadi sinyal bahwa langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia mulai membuahkan hasil.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa penguatan rupiah terjadi berkat respons kebijakan yang konsisten dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Menurutnya, berbagai instrumen yang diterapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap mata uang Indonesia.

Hingga 17 Juni 2026, kurs rupiah tercatat berada di level Rp17.730 per dolar AS. Posisi tersebut menguat sekitar 0,76 persen dibandingkan akhir Mei 2026. Capaian ini menjadi perkembangan positif setelah rupiah sebelumnya berada dalam tekanan akibat berbagai faktor eksternal.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp18.200 per dolar AS. Tekanan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global serta tingginya kebutuhan valuta asing dari sektor korporasi yang mendorong permintaan dolar AS.

Baca Juga :  Purbaya Tarik Dana Rp300 Triliun dari Bank BUMN, Apa Dampaknya bagi Kredit dan Suku Bunga?

Untuk meredam gejolak tersebut, Bank Indonesia mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah menaikkan suku bunga acuan guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik. Selain itu, BI juga meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) agar aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia.

Tidak hanya itu, otoritas moneter juga melakukan intervensi secara terukur di pasar valuta asing dan pasar obligasi. Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran valas sehingga volatilitas rupiah dapat dikendalikan.

Perry Warjiyo menegaskan bahwa prospek rupiah ke depan masih cukup positif. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat didukung inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik yang relatif tinggi dibandingkan negara lain.

Optimisme Bank Indonesia tersebut menjadi kabar baik bagi dunia usaha dan masyarakat. Penguatan rupiah dapat membantu menekan biaya impor, menjaga stabilitas harga barang, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional. Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap nilai tukar diperkirakan semakin mereda pada paruh kedua tahun 2026.

Baca Juga :  Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.897 per Dolar AS, Investor Nantikan Data Penting AS

FAQ

Apakah rupiah benar-benar menguat? Ya. Berdasarkan data Bank Indonesia, rupiah menguat ke Rp17.730 per dolar AS pada 17 Juni 2026.

Mengapa rupiah sempat melemah hingga Rp18.200? Pelemahan dipicu ketidakpastian global dan tingginya kebutuhan dolar AS dari korporasi.

Apa langkah Bank Indonesia untuk memperkuat rupiah? BI menaikkan suku bunga acuan, meningkatkan imbal hasil SRBI, serta melakukan intervensi pasar.

Apakah dolar AS akan terus turun? Pergerakan dolar dan rupiah tetap bergantung pada kondisi ekonomi global. Namun BI optimistis rupiah akan tetap stabil dan berpotensi menguat.

Siapa yang diuntungkan jika rupiah menguat? Importir, pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor, serta masyarakat yang melakukan transaksi luar negeri umumnya mendapat manfaat dari penguatan rupiah. (Tim)

Berita Terkait

Mantan Menlu Singapura Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Tekanan Pasar
Bunga Pinjaman Bank 2026: Perbandingan Kredit, KPR, KTA dan Risiko Cicilan
Promo Shopee 11.11 2026: Diskon hingga 90 Persen, Flash Sale Rp11 Ribu dan Beli 2 Gratis 1
Lebih Untung Beli Emas Antam atau UBS? Ini Perbandingan Harga dan Buyback Terbaru
Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini, Sabtu 7 November 2026: Cek Harga Jual dan Buyback
Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian 7 November 2026 Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2.604.000
Harga Emas Antam 7 November 2026: Naik Rp8.000, Simak Daftar Harga Terbaru dari 0,5 hingga 1.000 Gram
Saldo GoPay, OVO, dan ShopeePay Kena PPN? Ini Aturan Pajak E-Wallet 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 20:07 WIB

Mantan Menlu Singapura Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Tekanan Pasar

Minggu, 8 November 2026 - 19:00 WIB

Bunga Pinjaman Bank 2026: Perbandingan Kredit, KPR, KTA dan Risiko Cicilan

Minggu, 8 November 2026 - 17:01 WIB

Promo Shopee 11.11 2026: Diskon hingga 90 Persen, Flash Sale Rp11 Ribu dan Beli 2 Gratis 1

Sabtu, 7 November 2026 - 13:00 WIB

Lebih Untung Beli Emas Antam atau UBS? Ini Perbandingan Harga dan Buyback Terbaru

Sabtu, 7 November 2026 - 12:10 WIB

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Hari Ini, Sabtu 7 November 2026: Cek Harga Jual dan Buyback

Berita Terbaru