Kurir Online Terancam Punah? Raja E-Commerce China Ungkap Robot Bakal Ambil Alih Pengiriman Paket

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA – Profesi kurir online yang selama ini menjadi tulang punggung industri e-commerce global menghadapi tantangan besar dari perkembangan robotika dan kecerdasan buatan (AI). Pendiri JD.com, Richard Liu, secara terbuka menyatakan bahwa robot pada akhirnya akan mengambil alih sebagian besar tugas pengiriman paket yang saat ini dilakukan manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan Liu dalam forum CEO APEC di Beijing. Menurutnya, kemajuan teknologi membuat pengiriman otomatis menjadi semakin realistis dan efisien. Ia bahkan menyebut akan tiba masa ketika profesi kurir tidak lagi menjadi kebutuhan utama dalam rantai logistik modern.

Meski demikian, Liu menegaskan bahwa transformasi teknologi tidak boleh membuat pekerja kehilangan mata pencaharian. JD.com telah menyiapkan program pelatihan ulang dengan menggandeng sekitar 120 sekolah dan lembaga pendidikan untuk membekali para pekerja dengan keterampilan baru yang relevan di era otomatisasi.

Menurut Liu, salah satu profesi yang diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan adalah teknisi robot. Seiring bertambahnya jumlah robot yang digunakan perusahaan logistik dan e-commerce, kebutuhan tenaga ahli untuk perawatan, perbaikan, serta pengelolaan sistem robotik akan terus meningkat.

Baca Juga :  Starlink vs Fiber Optik, Mana yang Lebih Cepat dan Hemat pada 2026?

China sendiri tengah mendorong pengembangan robotika sebagai sektor strategis nasional. Pemerintah Negeri Tirai Bambu memasukkan robotika dan AI sebagai prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah. Berbagai uji coba robot pengantar makanan, robot logistik, hingga kendaraan otonom telah dilakukan di sejumlah kota besar.

Perubahan ini berpotensi memengaruhi jutaan pekerja sektor ekonomi digital. Data yang dikutip berbagai lembaga penelitian menunjukkan jumlah pekerja lepas di China terus meningkat dalam lima tahun terakhir, termasuk kurir, pengemudi online, dan pekerja logistik. Di sisi lain, perusahaan berlomba menekan biaya operasional melalui otomatisasi.

Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Amazon dilaporkan telah mengoperasikan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta robot dalam jaringan logistiknya untuk mempercepat proses penyortiran, penyimpanan, dan pengemasan barang. Langkah ini menunjukkan bahwa tren otomatisasi bukan hanya terjadi di China, tetapi telah menjadi strategi global industri e-commerce.

Baca Juga :  Cara Menghasilkan Uang Online untuk Pemula Modal HP dan Internet

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut menjadi sinyal penting. Industri logistik nasional yang didukung jutaan kurir dan pengemudi digital perlu mulai mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Keahlian di bidang AI, robotika, pemrograman, dan pemeliharaan sistem otomatis diperkirakan menjadi keterampilan bernilai tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

FAQ

Apakah profesi kurir online akan benar-benar hilang?
Belum dalam waktu dekat. Namun sebagian tugas pengiriman berpotensi digantikan robot dan kendaraan otonom.

Siapa yang membuat pernyataan tersebut?
Pendiri JD.com, Richard Liu, dalam forum CEO APEC di Beijing.

Apa solusi yang ditawarkan JD.com?
Perusahaan menyiapkan program pelatihan ulang bagi pekerja agar dapat beralih ke profesi baru di era otomatisasi.

Pekerjaan apa yang diprediksi meningkat?
Teknisi robot, operator sistem AI, analis data, dan tenaga pemeliharaan perangkat otomatis.

Apakah Indonesia akan terdampak?
Ya. Jika teknologi robot pengiriman berkembang pesat, sektor logistik dan e-commerce nasional juga akan mengalami perubahan kebutuhan tenaga kerja. Tim

Berita Terkait

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 12 Agustus 2026: Dollar AS Rp17.868, Cek Kurs BCA, Mandiri, BNI
Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Antam 1 Gram Capai Rp2,51 Juta
Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter
Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini
Gagal Bayar Pinjol Harus Bagaimana? Ini Langkah Aman Hadapi Utang Pinjaman Online
Prabowo Pantau B50, Harga Biosolar di SPBU Pertamina Tetap Rp6.800 per Liter
Indonesia Confirms Subsidized Fuel Prices Will Not Rise Despite Global Oil Volatility
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 12 Agustus 2026: Dollar AS Rp17.868, Cek Kurs BCA, Mandiri, BNI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Indeks Bisnis-27 Naik Tipis, Saham BUMI hingga BRMS Jadi Penopang

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik Rp20.000, Antam 1 Gram Capai Rp2,51 Juta

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 12 Agustus 2026: Pertamax Turun, Pertalite Tetap Rp10.000 per Liter

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Jelang Pengumuman MSCI 13 Agustus, Investor Wajib Cermati 5 Hal Ini

Berita Terbaru

Otomotif

Harga Honda PCX 160 dan Yamaha Nmax Agustus 2026

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:00 WIB